Hubungan Kesehatan Umum Dan Latihan Fisik Dengan Kapasitas Fungsional Jantung Paru Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah Uptd Puskesmas Gribig Kudus
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.993Keywords:
Kapasitas, Fungsional, Jantung, ParuAbstract
Hipertensi yang tidak terkendali dapat menyebabkan peningkatan beban kerja pada jantung, mengurangi kapasitas fungsional jantung paru, dan meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskuler. Oleh karena itu, peningkatan kesehatan umum dan penerapan latihan fisik yang teratur diyakini dapat memperbaiki kapasitas fungsional jantung paru pada pasien hipertensi dan menurunkan risiko komplikasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kesehatan umum dan latihan fisik dengan kapasitas fungsional jantung paru pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sempel dilakukan dengan teknik purposive sampling melibatkan 93 responden berdasarkan kriteria pasien hipertensi berusia 30-65 tahun yang terdiagnosa hipertensi dengan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg, bersedia berpartisipasi dalam penelitian dan menandatangani formulir persetujuan. Adapun kriteria ekslusi mencangkup pasien dengan gangguan kesehatan seperti penderita penyakit gangguan pernafasan kronis, stroke, dan penyakit jantung berat yang membatasi kemampuan untuk berolahraga. Selain itu, Pasien yang sedang menjalani pengobatan intensif atau perawatan medis yang berfokus pada pemulihan seperti pasien dengan perawatan pasca operasi jantung, pasien yang menjalani terapi gagal jantung serta pasien dengan pengobatan untuk penyakit paru obstruksi kronis (PPOK). Data dianalisis menggunakan Uji rank Spearman’s Rho, instrumen penelitian pada Variabel kesehatan umum diukur menggunakan kuesioner SF-36 (Short Form 36 Health Survey), yang terdiri dari 36 item mencakup 8 dimensi kesehatan. Variabel latihan fisik diukur dengan kuesioner IPAQ (International Physical Activity Questionnaire), yang mencatat jenis, durasi, dan frekuensi aktivitas fisik selama satu minggu terakhir. Sementara itu, kapasitas fungsional jantung-paru diukur menggunakan 6-Minute Walk Test (Tes Jalan 6 Menit). Analisis univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, dimana bentuk distribusi frekuensi membantu memudahkan dalam mengidentifikasi konstrasi atau cenderung data pada kategori tertentu dan analisis bivariat memakai uji korelasi rank spearman yang digunakan untuk mencari tingkat hubungan atau menguji signifikansi hipotensi asosiatif bila masing-masing variabel yang dihubungkan datanya berbentuk ordinal dan sumber data antar variabel tidak harus sama. Analisis bivariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, hal ini dikarenakan distribusi frekuensi memungkinkan peneliti untuk melihat frekuensi kemunculan kategori antar variabel sehingga memudahkan identifikasi pola atau hubungan awal yang terjadi antara variabel-variabel tersebut. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Rank Spearman’s Rho, antara vaiabel kesehatan umum dengan kapasitas fungsional jantung paru pada pasien hipertensi di Wilayah UPTD Puskesmas Gribig Kudus, dengan nilai P-value sebesar 0,000 (p< 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,732. Sedangkan hasil uji statistik menggunakan uji Rank Spearman’s Rho antara latihan fisik dengan kapasitas fungsional jantung pasien hipertensi di Wilayah UPTD Puskesmas Gribig, dengan nilai P-value sebesar 0,000 (p<0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,750. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kesehatan umum dan latihan fisik dengan kapasitas fungsional jantung-paru pada pasien hipertensi. Semakin baik kondisi kesehatan umum dan semakin aktif melakukan latihan fisik, maka semakin tinggi pula kapasitas fungsional jantung-paru pasien.
References
Ahmad, R. L., & Lilik, H. (2021). Four Weeks Exercise in Vary Intensities Reduce More Inguinal Fat Than Perigonadal Fat in Mice. Journal Unair. https://doi.org/https://doi.org/10.20473/fmi.v57i2.18497
Berhimpong, M., & Mokoagow, A. (2020). Hubungan Daya Tahan Jantung Paru Terhadap Kemampuan Renang Gaya Dada 200 Meter Pada Mahasiswa Prodi Ilmu Keolahragaan FIK Unima. Jurnal Olympus, 1(01), 18–21.
Candra, A., Rusip, G., & Machrina, Y. (2016). The Effect of Aerobic Exercise to Lactic Acid and Borg Scale Football. Jurnal MKMI, 12(1), 7–13.
Charles, C., & Guy, M. C. LE. (2014). Fitness For life (6th ed.). Human Kinetics, 2014. https://www.bing.com/ck/a?!&&p=69c400e0d5333a57JmltdHM9MTcyODYwNDgwMCZpZ3VpZD0xNTQxNTIxZC05YTEyLTY4ZTAtMjM5MC00MjgzOWUxMjY2NjAmaW5zaWQ9NTI2MQ&ptn=3&ver=2&hsh=3&fclid=1541521d-9a12-68e0-2390-42839e126660&psq=(Corbin+%26+Charless+B%2C+2014+fitness+for+life&
Chendra, S., & Lontoh, S. O. (2019). Hubungan olahraga terhadap kapasitas vital paru mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2013-2016. 1(3), 643–646.
David, S., Dane, V., Peter, L. F., Thomas, B., Jonathan, K., & Azeem, M. (2021). Returning to physical activity after covid-19. https://doi.org/https://doi.org/10.1136/bmj.m4721
Dewi, F. A. A., & Muliarta, M. (2016). Daya Tahan Kardiorespirasi Siswa Pemain Basket Sekolah Menengah Atas Di Kota Denpasar Lebih Baik Dari Pada Siswa Bukan Pemain Basket. E-Jurnal Medika Udayana, 5, 4. https://jurnal.harianregional.com/eum/full-19976
Dinkes Jateng. (2023). Tengah Tahun 2023 Jawa Tengah. https://dinkesjatengprov.go.id/v2018/dokumen/1Profil_Kesehatan_2023/mobile/index.html
Dinkes Kota Kudus. (2023). Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. https://dinkes.kuduskab.go.id/
Edy, D. P. D. (2020). Latihan Fisik Untuk Kekuatan Dan Daya Tahan Olahraga Voli Physical Exercise For Power And Endurance Volleyball Sport. Jambura Journal of Sports Coaching, 2(1), 18–20.
Mustakim &, & Febrianti, T. (2020). IE Hipertensi dan Jalan Kaki 30 Menit sebagai Intervensi Pencegahan dan Penanganan Hipertensi pada Masyarakat RW 02 Pakulonan Serpong Utara, Tangerang Selatan. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 5((2)), 369–379.
Nuryadin, A., & Siswantoyo, S. (2021). Development of harvard step test an-515 based on digital integrated technology. Medikora, 20(1), 10–22. https://doi.org/10.21831/medikora.v20i1.35285
Nusdwinuringtyas, N., Fransiska, T., Sunarjo, P., Triangto, K., Santausa, F., & Dahlan, M. S. (2022). Four-Meter Gait Speed Cut-off and Correlation with 6-Minute Walk Test in Adults. Majalah Kedokteran Bandung, 54(1), 20–23. https://doi.org/10.15395/mkb.v52n4.2449
Prasetio, D. (2022). Self Report Questionnaire (SRQ) Indonesia. 1–2.
Pringgodigdo, N., Hubert, A., Kelvin, K., Chairina, N. A., & Aida, S. L. (2022). Comparison between the world health organization (WHO) and international society of hypertension (ISH) guidelines for hypertension. National Library Of Medicine National Center For Biotechnology Information. https://doi.org/https://doi.org/10.1080%2F07853890.2022.2044510
Priya, A., & H Salzman Steve. (2019). Tes jalan kaki enam menit. National Library Of Medicine National Center For Biotechnology Information. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.chest.2019.10.014
Riskesdas. (2018). Laporan Riskesdas 2018 Nasional.pdf. In Lembaga Penerbit Balitbangkes (p. 674).
Safei, I., & Darwis, M. Z. (2022). Tatalaksana Layanan Rehabilitasi Medik Pasien dengan Dekondisi Imobilisasi : Literature Review. UMI Medical Journal, 7(1), 72–84. https://doi.org/10.33096/umj.v7i1.163
Sari, G. M., Dp, S. Y., & Bahar, H. (2023). GAMBARAN KUALITAS HIDUP PENDERITA HIPERTENSI PADA USIA MUDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KABAWO KABUPATEN MUNA TAHUN 2022 Description Of The Quality Of Life Of Hypertension Patients At Young Ages In Puskesmas Work Area Kabawo , Muna District In 2022. Ins, 4(1), 65–75.
Sari, Y. N. I. (2017). Berdamai dengan Hipertensi. Jakarta: Bumi Medika. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1110690
Who. (2020). Constitution of the World Health Organization. In Jenewa.
WHO. (2023). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
Widiastuti, W., Yuliasih, Y., & Suryawan, O. (2017). Pengembangan Model Permainan untuk Meningkatkan Daya Tahan Kardiorespirasi pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Segar, 6(1), 1–9. https://doi.org/10.21009/segar.0601.01
Widodo, L. Y., & Hanani, E. S. (2021). Profil VO2Max Peserta Ekstrakurikuler Olahraga Bola Basket di SMA Negeri 3 Kota Tegal. Indonesian Journal for Physical Education and Sport, 2(2), 650–661. https://doi.org/10.15294/inapes.v2i2.48996
Wirajaya, M. A., Sena, I. G. A., & Vitalistyawati, L. P. A. (2022). Ketahanan Kebugaran Fisik Terhadap Daya Tahan Kardiorespirasi Pada Pemain Futsal Klub Futsal Sibang Kaja. Journal of Innovation Research and Knowledge, 2(4), 1063–1069.
World Health Organization (WHO). (2023). Health as Complete Well-Being: The WHO Definition and Beyond. Public Health Ethics, 16(3), 210–218. https://doi.org/10.1093/phe/phad017
Yanti, H. (2024). Hubungan Penyakit Jantung Koroner dengan Kebugaran Jasmani Hubungan Penyakit Jantung Koroner dengan Kebugaran Jasmani pada Jemaah Haji di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2023. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 8(1). https://doi.org/10.7454/epidkes.v8i1.1104
Yulinar, Meutia, P. D., & Maulan, D. (2018). Hubungan Antara Daya Tahan Jantung Paru Dengan Kemampuan Bermain Sepakbola Pada Klub HIMAPORA Penjaskesrek FKIP Universitas Abulyatama. Seminar Nasional Pendidikan Dasar, 194–204. https://repository.bbg.ac.id/bitstream/695/1/023_YULINAR.pdf
Yusuf, H. (2018). Evaluasi Kebugaran Jasmani Melalui Harvard Step Testpada Mahasiswapjkr Tahun2016/2017 Ikip Budi Utomo. JP.JOK (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga Dan Kesehatan), 1(2), 1–13. https://doi.org/10.33503/jpjok.v1i2.162
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Anita Rahayu Putri, Sukarmin Sukarmin, Diana Tri Lestari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







