Uji Efektivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol 96% Kulit Jeruk Manis (Citrus Sinensis) Dan Daun Pepaya (Carica Papaya L. ) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.992Keywords:
Kulit Jeruk Manis, Daun Pepaya, Bakteri Staphylococcus aureusAbstract
Obat tradisional dianggap memiliki efek samping yang lebih kecil daripada obat kimia. Daun pepaya dan kulit jeruk manis dianggap berguna sebagai alternatif pengobatan bakteri. Daun pepaya (Carica papaya L.) mengandung tannin, papain, alkaloid, dehidrokarpain, pesedokarpain, flavonol, dan benzilglukosinolat. Kulit jeruk manis, atau Citrus sinensis, juga mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, fenol, saponin, dan steroid. Penggunaan keduanya dipercaya dapat meningkatkan efek antibakteri, yang berarti bahwa mereka dapat menghambat perkembangan bakteri jauh lebih kuat daripada penggunaan ekstrak tunggal. Antibakteri adalah obat yang dipergunakan untuk membunuh dan mengobati bakteri, seperti Staphylococcus aureus. Bakteri gram-positif Staphylococcus aureus terdiri dari kelompok yang biasa disebut "anggur" dan memiliki bentuk seperti kokus. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas daya hambat pada kombinasi ekstrak kulit jeruk manis (Citrus sinensis) dan daun pepaya (Carica papaya L.) menggunakan konsentrasi F1 25%:75%, F2 50%:50%, dan F3 75%:25% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Pengekstrakan dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% sebagai pelarut dan metode pengujian bakteri yang digunakan yaitu difus cakram dengan media agar TSA. Kontrol positif yang digunakan sebagai pembanding yaitu kloramfenikol sedangkan kontrol negatif dimetil sulfoksida (DMSO) 10%.
References
Arman, E., Pebriansyah, R., & Yusuf, R. N. (2023). Uji Efekivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 6(2), 296–305.
Asworo, R. Y., & Widwiastuti, H. (2023). Pengaruh Ukuran Serbuk Simplisia dan Waktu Maserasi terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Sirsak. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 3(2). https://doi.org/10.37311/ijpe.v3i2.19906
Arya Gangga Dewanti Gita Maharani, S. (2022). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Staphylococcus aureus. SJBIOS, 1(1), 39– 47.
Badriyah, L., & Farihah, D. A. (2022). Analisis ekstraksi kulit bawang merah (Allium cepa L.) menggunakan metode maserasi. J. Sintesis, 3(1), 30–37.
Ballo, N. D. S., Indriarini, D., & Amat, A. L. S. S. (2021). Uji Aktivitas Anti Bakteri Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro. Cendana Medical Journal (CMJ), 9(1), 83–93. https://doi.org/10.35508/cmj.v9i1.4940
Cahyanta, A. N., Pramiastuti, O. , & Murti, F. K. (2022). Uji Aktivitas Serum Gel Kombinasi Ekstrak Daun Pepaya California (Carica papaya L) Dan Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis L) Terhadap Propionibacterium acnes Penyebab Jerawat. Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi, 11(3), 182. https://doi.org/10.30591/pjif.v11i3.3413
Cahyaningtyas, D. E., Gaina, C. D., & Tangkonda, E. (2024). Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Escherichia coli, Klebsiella sp., Dan Staphylococcus aureus Pada Ambing dan Susu Kambing Peranakan Etawa. Jurnal Veteriner Nusantara, 7(1), 41–52. https://doi.org/10.35508/jvn.v7i1.14626
Fadel, M. N., Huda, N., Hasriyani, H., Besan, E. J., & Ayuningsih, S. (2024). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Parijoto (Medinilla speciosa Blume) Pada Sediaan Gel Hand Sanitizer. IJF (Indonesia Jurnal Farmasi), 9(1), 1–12. https://doi.org/10.26751/ijf.v9i1.2433
Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. (2017). Kementrian Kesehatan RI.
Field, A. (2024). Discovering statistics using IBM SPSS statistics. Sage publications limited.
Fijriati, L., & Maulana, L. H. (2022). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava,L.,) dengan Penyari Etanol dan Kloroform terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus. Pharmacy Peradaban Journal, 2(1).
Gherardi, G. (2023). Staphylococcus aureus Infection: Pathogenesis and Antimicrobial Resistance. International Journal of Molecular Sciences, 24(9), 8182.https://doi.org/10.3390/ijms24098182
Handoyo, D. L. Y. (2020). The Influence Of Maseration Time (Immeration) On The Vocity Of Birthleaf Extract (Piper Betle). Jurnal Farmasi Tinctura, 2(1), 34–41. https://doi.org/10.35316/tinctura.v2i1.1546
Hasriyani, H., Primananda, A. Z., & Islamaeni, I. R. (2024). Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Etanol Buah Parijoto (Medinilla speciosa blume) Pada Sediaan Krim Terhadap Aktivitas Bakteri Staphylococcus aureus Menggunakan Metode Difusi Cakram. IJF (Indonesia Jurnal Farmasi), 8(2), 72–83. https://doi.org/10.26751/ijf.v8i2.2262
Husniah, I., & Gunata, A. F. (2020). Ekstrak Kulit Nanas sebagai Antibakteri. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 2(1), 85–90. https://doi.org/10.37287/jppp.v2i1.51
Jr, A., & Tumbol, R. A. (2020). Isolasi dan Identifikasi Bakteri Patogen Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yang Dibudidayakan Di Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara Tahun 2019. e-Journal Budidaya Perairan, 8(1). https://doi.org/10.35800/bdp.8.1.2020.27229
Kiko, P. T., Taurina, W., & Andrie, M. (2023). Karakterisasi Proses Pembuatan Simplisia Daun Sirih Hijau (Piper Betle) Sebagai Sediaan Obat Penyembuhan Luka. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 3(1). https://doi.org/10.37311/ijpe.v3i1.18808
Klau, M. L. C., Indriarini, D., & Nurina, Rr. L. (2021). Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia Coli Secara In Vitro. Cendana Medical Journal (CMJ), 9(1), 102–111. https://doi.org/10.35508/cmj.v9i1.4942
Kurniawati, A. (2020). Pengaruh Jenis Pelarut Pada Proses Ekstraksi Bunga Mawar Dengan Metode Maserasi Sebagai Aroma Parfum. Journal of Creativity Student, 2(2), 74–83. https://doi.org/10.15294/jcs.v2i2.14587
Lumbantobing, H., Sartini, S., & Rahmiati, R. (2022). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) dan Ekstrak Kunyit Putih (Curcuma zedoaria) Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus epidermidis. Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), 4(1), 18–26. https://doi.org/10.31289/jibioma.v1i1.1226
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tassya Yanurifsa Ameilia, Hasriyani, Bintari Tri Sukoharjanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







