Studi Komposisi Maseral Batubara Desa Massenreng Pulu Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan

Authors

  • Tri Andriyani HS Kandora Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia
  • Adelia Ratu Permata Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.983

Keywords:

Batubara, Maseral, Petrografi, Vitrinit, Pirit.

Abstract

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi maseral batubara dari tiga lapisan berbeda (atas, tengah, bawah) di Desa Massenreng Pulu, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Studi ini penting untuk mengidentifikasi jenis batubara serta potensi kualitas dan penggunaannya berdasarkan komposisi maseral. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode analisis petrografi dengan mikroskop sinar langsung (transmitted light microscope) pada sayatan poles batubara dari tiga lapisan. Sampel diambil menggunakan metode channel ply. Data primer berupa komposisi maseral, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan peta geologi daerah. Hasil : Hasil menunjukkan bahwa maseral vitrinit mendominasi dengan komposisi 33,4%–74%, terdiri dari detrovitrinit, telovitrinit, dan gelovitrinit. Inertinit menempati posisi kedua dengan 3%–13,5%, terdiri dari semifusinit, sclerotinit, dan inertodetrinit. Liptinit adalah maseral dengan proporsi terkecil (3,6%–6,1%) dengan komponen utama sporinit, resinit, dan suberinit. Mineral penyerta yang ditemukan adalah lempung (2,3%–9%) dan pirit (7,4%–51%). Kesimpulan : Batubara di lokasi penelitian didominasi oleh vitrinit, menunjukkan bahwa lingkungan pembentukannya basah dan anaerob. Keberadaan pirit dalam jumlah tinggi mengindikasikan potensi sulfur yang perlu diperhatikan. Data komposisi maseral ini penting untuk menentukan kualitas batubara serta strategi pemanfaatannya.

References

Anggayana, K., & Widayat, A. H. (2007). Interpretasi fasies/lLingkungan pengendapan batubara dan variasi sulfur untuk strategi eksplorasi. Jurnal Geoaplika, 2(1), 35–52.

Anshariah, Imran, A. M., Irfan, U. R., Nawir, A., & Budiman, A. A. (2018). Characterization and reconstruction of deposit facies of Mallawa coal formation of South Sulawesi based on proximate and petrografphy analysis. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science, 175(1).

Bustin, R. M., Cameron, A. R., Grieve, D. A., & Kalkreuth, W. D. (1983). Coal petrology: Its principles, methods, and applications. Geological Association of Canada.

Diessel, C. F. K. (1992). Coal-bearing depositional systems. Springer-Verlag.

Fitrawati, A. Marhum. (2012). Rekonstruksi lingkungan pengendapan berdasarkan analisis maseral pada batubara daerah Massenreng Pulu. Jurnal Geologi Pertambangan.

Rusmidi. (2017). Pengelolaan migas dan batubara yang kompetitif guna meningkatkan kesejahteraan rakyat. Penerbit Andi.

Sukandarrumidi. (2006). Batubara dan pemanfaatannya: Pengantar teknologi batubara menuju lingkungan bersih. Gadjah Mada University Press.

Sukandarrumidi. (2017). Batubara dan gambut. Gadjah Mada University Press.

Sukandarrumidi, Kotta, H. Z., & Mintolo, D. (2015). Energi terbarukan: Konsep dasar menuju kemandirian energi. Gadjah Mada University Press.

Zulkifli, A. (2014). Pengolahan tambang berkelanjutan. Graha Ilmu.

Downloads

Published

14-06-2025

How to Cite

Kandora, T. A. H., & Permata, A. R. (2025). Studi Komposisi Maseral Batubara Desa Massenreng Pulu Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 6760–6769. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.983

Issue

Section

Articles