Karakterisasi Kimia Tanah Penutup Tambang Tembaga Untuk Penilaian Risiko Lingkungan di Tonra, Sulawesi Selatan

Authors

  • Jenita Tandiarrang Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia
  • Shintia Dewi Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.982

Keywords:

Air Asam Tambang, logam berat, XRF, uji kinetik, pH tanah

Abstract

Pengambilan sampel tanah dilakukan di lima titik menggunakan metode channel sampling. Analisis kandungan logam berat dilakukan dengan menggunakan uji X-Ray Fluorescence (XRF), sementara pengamatan terhadap parameter kualitas tanah (pH, ORP, EC, dan TDS) dilakukan melalui uji kinetik selama ±30 hari. Data tambahan diperoleh melalui studi pustaka dan analisis peta geologi regional. Hasil : Hasil uji XRF menunjukkan dominasi senyawa Al₂O₃ (aluminium oksida), SiO₂ (silikon dioksida), dan Fe₂O₃ (ferri oksida) dengan konsentrasi tinggi. Tidak ditemukan kandungan senyawa sulfida yang berpotensi menghasilkan AAT. Uji kinetik menunjukkan bahwa nilai pH berada dalam kisaran netral (6,29–7,03), dan seluruh parameter lainnya berada dalam ambang batas aman sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 82 Tahun 2001. Kesimpulan : Tanah penutup di area eks tambang tembaga Tonra tidak menunjukkan indikasi pembentukan AAT. Hal ini dibuktikan oleh tidak ditemukannya mineral sulfida dan hasil uji kinetik yang menunjukkan kondisi kimia tanah yang stabil dan netral. Temuan ini menjadi dasar penting untuk pengelolaan lingkungan pasca tambang dan memberikan rekomendasi untuk penelitian lanjutan yang lebih mendalam melalui uji mineralogi dan uji statik.

References

Djuhariningrum, T. (2009). The comparison validation level of multi element and addition methods of Cu in Standard Reference Material (SRM) by AAS. Eksplorium, 30.

Ferdian, I. (2020, December). Analisis keberhasilan penanganan air asam tambang berdasarkan parameter pH, TSS, Fe dan Mn pada KPL AL 01 PT Bukit Asam, Tbk. Seminar Nasional Lahan Suboptimal, (1), 1080–1090.

Gunawan, F., Gautama, R. S., et al. (2015). Penelitian dan pengembangan sistem pengelolaan air asam tambang di Lati Mine Operation. Seminar Air Asam Tambang ke-5, Bandung.

Hamdani, & Senjaya. (2011). Geokimia batuan penutup (overburden) batubara untuk memprediksi potensi air asam tambang di Pit 1 IUP PWR, Kabupaten Berau. Fakultas Teknik Geologi, Universitas Padjadjaran.

Kasmiani, K., Widodo, S. W. S., & Bakri, H. B. H. (2018). Analisis potensi air asam tambang pada batuan pengapit batubara di Salopuru. Jurnal Geomine, 6(3), 138–143.

Raivel, R., & Firman, F. (2020). Karakteristik endapan nikel laterit di bawah molasa Sulawesi daerah Tinanggea. Jurnal Geomining, 1(1), 25–37.

Said, M. S., Nurhawaisyah, S. R., Juradi, M. I., Asmiani, N., & Kusuma, G. J. (2020). Analisis kandungan fly ash sebagai alternatif bahan penetral dalam penanggulangan air asam tambang. Jurnal Geomine, 7(3), 170.

Sukamto. (1982). Geologi Regional Lembar Sulawesi Selatan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Umum, K. (2005). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Jakarta.

Wibowo, R. D., & Hidayat, M. (2019). Karakteristik mineral sulfida sebagai pembentuk air asam

Downloads

Published

14-06-2025

How to Cite

Tandiarrang, J., & Dewi, S. (2025). Karakterisasi Kimia Tanah Penutup Tambang Tembaga Untuk Penilaian Risiko Lingkungan di Tonra, Sulawesi Selatan. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 6746–6759. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.982

Issue

Section

Articles