Analisis Sebaran dan Estimasi Tonase Nikel Laterit Berbasis IDW(Inverse Distance Weighted) Di PT. Tiran Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.974Keywords:
Nikel laterit, Estimasi Sumber Daya, IDW, Surpac, TonaseAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan menghitung jumlah sumber daya bijih nikel laterit sebelum dilaksanakannya aktivitas penambangan di area kerja PT. Tiran Indonesia yang berada di Sulawesi Tenggara. Estimasi dilakukan menggunakan metode Inverse Distance Weighted (IDW), yang dikenal efektif dalam memetakan variasi spasial kadar dan tonase bijih berdasarkan data titik bor eksplorasi. Metode Penelitian : Penelitian ini memanfaatkan data primer dan sekunder. Data primer mencakup identitas titik bor (hole ID), koordinat collar (easting, northing, elevasi), serta hasil analisis kadar nikel (Ni). Data sekunder berupa peta lokasi penelitian dan kedalaman bor. Seluruh data diolah dengan software Surpac versi 6.5.1 menggunakan pendekatan model blok tiga dimensi serta cut-off grade (COG) sebesar 1,5%. Estimasi dilakukan dengan metode IDW yang memberikan bobot lebih besar pada data yang berjarak lebih dekat. Hasil : Berdasarkan 45 titik bor dan 805 data kadar, diperoleh estimasi sumber daya bijih nikel laterit sebesar 2.936.000 ton. Rata-rata kadar nikel yang diperoleh sebesar 1,98%, dengan ketebalan lapisan bijih berkisar antara 2 hingga 23 meter. Hasil ini menunjukkan distribusi endapan nikel laterit yang cukup merata di zona saprolit, yang layak untuk dieksploitasi. Kesimpulan : Metode IDW terbukti menjadi pendekatan estimasi sumber daya yang efektif dalam mengolah data eksplorasi titik bor. Hasil estimasi menunjukkan jumlah tonase yang signifikan dan dapat dijadikan acuan dalam rencana kegiatan penambangan.
References
Butt, C. R. M., & Zeegers, H. (1992). Weathering and weathering profiles. Elsevier.
Elias, M., & Santos, F. (1981). Profil umum penyebaran zona laterit. Jakarta: Departemen Pertambangan dan Energi.
Kalatidha. (2015, September 14). Proses laterisasi nikel. Retrieved from https://www.geosains.com/proses-laterisasi-nikel
KCMI. (2011). Kode pelaporan hasil eksplorasi, sumberdaya mineral dan cadangan bijih Indonesia. Jakarta: IAGI-Perhapi.
Latif, A. A. (2008). Studi perbandingan metode nearest neighbourhood point (NNP), inverse distance weighted (IDW), dan kriging pada perhitungan cadangan nikel laterit (Unpublished undergraduate thesis). Institut Teknologi Bandung.
National Center for Geographic Information and Analysis. (2007). Interpolation: Inverse distance weighting. NCGIA.
Pramono, G. H. (2008). Akurasi metode IDW dan kriging untuk interpolasi sebaran. Jurnal Geologi Pertambangan, 19(2), 45–52.
Sutisna, D. T. (2006). Perencanaan eksplorasi cebakan nikel laterit di daerah Wayamli, Halmahera Timur (Unpublished report). Lembaga Geologi.
Waheed, A. (2006). Unsur-unsur dalam profil laterit dengan konsentrat. Bandung: Pusat Penelitian Geologi.
Widayat, A. H. (2005). Modul responsi TE323: Metode perhitungan cadangan. Bandung: ITB.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 B Arman Makkarakka, Wilhelmus William Betteng

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







