Bentuk Harga Diri pada Remaja Pasca Kematian Ayah
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.953Keywords:
Bentuk, Harga Diri, RemajaAbstract
Remaja merupakan masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai usia 12 tahun dan berakhir pada usia 20 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran harga diri pada remaja pasca kematian ayah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini merupakan dua remaja yang berstatus mahasiswa yang berdomisili di Kota Pekanbaru yang digunakan berdasarkan prosedur purposive sampling. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjsukkan bahwa kedua informan memiliki harga diri yang positif maupun negative berdasarkan aspek-aspek harga diri. Adapun aspek harga diri dari kedua informan dapat dilihat dari aspek keberartian yang mana informan menjadi pribadi pesimis. Pada aspek kebajikan informan menjadi pribadi yang sulit mengekspresikan perasaan nya kepada orang lain, dan informan menjadi sulit mengendalikan diri. Pada aspek kekuasan informan merupakan pribadi yang pandai dalam bergaul. Pada aspek keberartian kedua informan memiliki penilaian bahwa ketika menghadapi masalah diselesaikan dengan cara menyendiri, dan informan mencari ketenangan dengan mengkonsumsi obat terlarang. Pada aspek kemampuan informan ada yang merasa bahwa kesuksesan merupakan target utama dalam kehidupannya, dan informan kedua merasa bahwa sulit untuk menentukan masa depannya sendiri karena tidak diberikan kebebasan
References
Anwar, Elshafa Salsabil, and Haerani Nur. “Attachment Dan Grief Pada Remaja Yang Kehilangan Orang Tua.” Jurnal Psikologi Talenta Mahasiswa 3, no. 1 (2023).
Calsum, Astri Yani, and Eny Purwandari. “Dukungan Sosial Dan Resiliensi Pada Remaja Pasca Kematian Orang Tua: Sebuah Kajian Literatur.” JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA 9, no. 2 (2024): 139. https://doi.org/10.36722/sh.v9i2.3111.
Farisah, Intan, and Sulistia Ningrum. “Dinamika Kedukaan Pasca Kematian Ayah Atau Ibu Bagi Mahasiswa Psikologi Islam IAIN Pontianak.” Jurnal Pendidikan, Kebudayaan Dan Keislaman 2, no. 3 (2023): 146–52. https://doi.org/10.24260/jpkk.v3i2.1672.
Hasanah, U, and R P Ariska. “Harga Diri Pada Remaja Pasca Kematian Ayah Di Kabupaten Aceh Barat.” Journal of Healthcare … 8, no. 2 (2022). https://jurnal.uui.ac.id/index.php/JHTM/article/view/3639%0Ahttps://jurnal.uui.ac.id/index.php/JHTM/article/viewFile/3639/1815.
Juliyanti, Annisa, and Elrisfa Magistarina. “Hubungan Antara Father Involvement Dengan Regulasi Emosi Pada Remaja Madya Di Kota Padang.” Ahkam 3, no. 1 (2024): 319–32. https://doi.org/10.58578/ahkam.v3i1.2692.
Majidah, Aufa. “Resiliensi Remaja Pasca Kematian Orang Tua Di Desa Sokaraja Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara.” Skripsi, 2023, 75–76.
Riani, Sri Diah. Dampak Fatherless Terhadap Kondisi Psikologis Remaja Di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu, 2023.
Sari, Putri Puspita, and Mohammad Mahpur. “Apresiasi Kehidupan Pada Remaja Yang Kehilangan Orangtua Akibat Kematian.” Egalita Jurnal Kesetaraan Dan Keadilan Gender 17, no. 2 (2022): 1–17. https://doi.org/10.18860/egalita.v17i2.15618.
Sutanto, Sandra Handayani, and Christiany Suwartono. “Peran Keterlibatan Ayah Dan Kesepian Terhadap Kepuasan Hidup Remaja.” Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah 13, no. 1 (2021): 48–59. https://doi.org/10.15294/intuisi.v13i1.28619.
Yasin, Yusril, and Raden Rachmy Diana. “Psikologis Remaja Kehilangan Orang Tua Dan Mahabbah Jalaludin Rumi” 8, no. 2 (2024): 188–96. https://doi.org/10.26539/teraputik.823021.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Wan Mariah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







