Peran Pemerintah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lokal Di Kampung Topeng Malangan
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.937Keywords:
Collaborative Governance, Pariwisata, Inovasi Sosial, Kelompok Masyarakat, Pemberdayaan PerempuanAbstract
Kota Malang dikenal dengan beragam destinasi wisata, baik wisata alam maupun budaya. Salah satu wisata budaya yang menarik adalah Kampung Topeng Malangan, yang terletak di Dusun Baran, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang. Kampung ini memiliki sejarah unik melalui program Desaku Menanti, yang diresmikan oleh Pemerintah Kota Malang pada tahun 2016. Seiring waktu, Kampung Topeng Malangan menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan eksistensinya sebagai destinasi wisata budaya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di Kampung Topeng Malangan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teori pemberdayaan oleh Robert Chambers, penelitian ini mengungkapkan bahwa pemerintah memainkan tiga peran utama: fasilitator, regulator, dan motivator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, lembaga kesejahteraan sosial, dan masyarakat menjadi kunci dalam membentuk kemandirian ekonomi dan sosial warga. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan pelatihan, pola pikir warga, dan ketidakmerataan hasil program, Kampung Topeng Malangan tetap menunjukkan potensi sebagai model pemberdayaan berbasis budaya yang berkelanjutan. Diperlukan strategi jangka panjang, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta partisipasi lintas sektor agar program dapat terus berlanjut dan memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.
References
Aqidah, W. (2022). TRANSISI KEHIDUPAN EKONOMI MASYARAKAT WISATA KAMPUNG TOPENG, TLOGOWARU, MALANG. Iqtishodiyah: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam, 8(1), 2548–5911. https://doi.org/10.36835/iqtishodiyah.v7i2.664
Harsana, M., & Triwidayati, M. (2020). POTENSI MAKANAN TRADISIONAL SEBAGAI DAYA TARIK WISATA KULINER DI D.I. YOGYAKARTA.
Kireeva, Y. A. (2020). The Current State of Tourism in Russia. http://natal.uern.br/periodicos/index.php/RTEP/index
Pratiwi, M. A., Giriwati, N. S. S., Yusran, Y. A., & Santosa, H. (2022). Strategi Pengembangan Kampung Topeng Malang sebagai Kampung Wisata Budaya. Review of Urbanism and Architectural Studies, 20(2), 85–96. https://doi.org/10.21776/ub.ruas.2022.020.02.8
Rijali, A. (2018). Analisis Data Kualitatif. Jurnal Alhadharah, 17(33), 81-95.
Sastrayuda, G. S. (2010). Konsep Pengembangan Kawasan Agro Wisata.
Subadyo, A. T. (2018). PENGEMBANGAN DUSUN BARAN, TLOGOWARU, KEDUNGKANDANG SEBAGAI KAMPUNG WISATA TOPENG DI KOTA MALANG. In Jurnal ABDIMAS Unmer Malang (Vol. 3).
Syah, F. (2020). Pariwisata Sebagai Faktor Pendukung Kesejahteraan Masyarakat. In Jurnal Bisnis Event (Vol. 2, Issue 3).
Yani, A. (2021). Kampung Topeng Malang Tetap Berbenah Meski Sepi Karena Korona.
Gubernur Khofifah Apresiasi Insan Budaya dan Pariwisata Jatim Tahun 2025. Diakses pada 22 Mei 2025 dari https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/gubernur-khofifah-apresiasi-insan-budaya-dan-pariwisata-jatim-tahun-2025
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Alvy Syakilah Salsabilah, Marshanda Nya Putri Imanda, Celia Revalina, Dita Putri Dwi Natarina, Haerun Nisak, Prisca Kiki Wulandari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







