Peran Edukasi Keluarga Berencana terhadap Pemilihan Metode Kontrasepsi yang Rasional di Puskesmas Pagelaran
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.9276Keywords:
edukasi kesehatan;keluarga berencana;kontrasepsi;pengetahuan masyarakatAbstract
Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Namun, masih banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan terbatas mengenai jenis dan pemilihan metode kontrasepsi yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemilihan metode kontrasepsi yang rasional melalui edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pendekatan multimedia interaktif yang meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, pemutaran video, serta penggunaan media leaflet dan infografis. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2025 di Puskesmas Pagelaran dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang terdiri dari pasangan usia subur dan ibu-ibu di wilayah kerja puskesmas. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 5,8 pada pre-test menjadi 8,9 pada post-test dengan peningkatan sebesar 53,4%. Selain itu, jumlah peserta dengan pengetahuan baik meningkat dari 15% menjadi 85%, sementara kategori pengetahuan kurang menurun dari 30% menjadi 0%. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mengenai keluarga berencana efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemilihan metode kontrasepsi yang rasional. Dengan demikian, kegiatan edukasi KB perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung keberhasilan program keluarga berencana dan meningkatkan kesehatan reproduksi masyarakat.
References
Anggraini. 2021. Prinsip Kesehatan Reproduksi. Jakarta : PT. Gramedia Ibu pasca bersalintaka Utama.
BKKBN, 2021, Pedoman Pelayanan Kontrasepsi dan Keluarga Berencana, Kementrian Kesehatan RI.
Badan Pusat Statistik. 2020. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2020. Laporan Nasional 2020, pp.1–384.
Fitriana. 2020. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. 4 ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Kemenkum. HAM. 2020. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2020 tentang Keluarga Berencana Kesehatan Dan Informasi Kesehatan Pada Ibu Nifas, Jakarta: Kemenkes RI.
Manuaba. 2020. Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Pustaka Rihama.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2020 Tentang
Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, Dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, Serta Pelayanan Kesehatan Seksual
Rahayu. 2020. Masa Nifas Kontrasepsi Terkini dan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Gosyen Publishing.
Sangadji. 2023. Asuhan Kebidanan Pada Akseptor KB MKJP. Jakarta. Jurnal Kesehatan
Sitorus. 2020. Buku Ajar Keluarga Berencana. Yogyakarta: Pustaka Ilmu
Widyarni. 2019. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pre-hipertensi pada Akseptor KB Suntik. Indonesian Journal of Midwifery (IJM) http://jurnal.unw.ac.id/index.php/ijm
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rika Agustina, Hellen Febriyanti, Nelsa Alentika, Eva Luthfia, Golis Rahma Wati, Yuningsih Yuningsih, Nazzla Annisa Sattia, Ria Okta Antika, Anisa Nabilla Suri, Maesah Maesah, Okta Shelvia, Defi Fitri Mulyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







