Efektivitas Pendampingan Bidan Berbasis Telemidwifery Terhadap Kepatuhan Kunjungan Antenatal pada Ibu Hamil Risiko Tinggi di Wilayah Rural
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.9177Keywords:
telemidwifery; antenatal care; kehamilan risiko tinggi; rural; pengabdian kepada masyarakatAbstract
Latar belakang: Ibu hamil risiko tinggi di wilayah rural menghadapi hambatan dalam mempertahankan kepatuhan kunjungan antenatal, seperti jarak ke fasilitas kesehatan, keterbatasan transportasi, dan keterlambatan mengenali keluhan yang memerlukan evaluasi tenaga kesehatan. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menganalisis efektivitas pendampingan bidan berbasis telemidwifery terhadap kepatuhan kunjungan antenatal pada ibu hamil risiko tinggi di wilayah rural. Metode: Kegiatan menggunakan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Sasaran kegiatan adalah 38 ibu hamil risiko tinggi trimester II dan III di wilayah rural Kabupaten Bekasi. Intervensi dilakukan selama 8 minggu melalui orientasi awal, grup WhatsApp edukatif, reminder jadwal antenatal, telekonsultasi mingguan, pemantauan gejala bahaya, dan keterlibatan anggota keluarga sebagai pendamping. Hasil: Terjadi peningkatan skor pengetahuan dari 57,8±11,9 menjadi 82,6±8,4, peningkatan skor kepatuhan antenatal dari 54,2±13,1 menjadi 84,5±9,2, dan peningkatan proporsi kunjungan tepat waktu dari 47,4% menjadi 84,2%. Sebanyak 9 peserta teridentifikasi memiliki keluhan yang membutuhkan evaluasi lanjutan, dan seluruhnya berhasil dihubungkan dengan bidan atau fasilitas kesehatan. Kesimpulan: Pendampingan bidan berbasis telemidwifery efektif meningkatkan kepatuhan kunjungan antenatal pada ibu hamil risiko tinggi di wilayah rural dan layak dikembangkan sebagai model penguatan pelayanan maternal komunitas.
References
World Health Organization. WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. Geneva: WHO; 2016.
World Health Organization. New guidelines on antenatal care for a positive pregnancy experience. Geneva: WHO; 2016.
Kementerian Kesehatan RI. Pedoman pelayanan antenatal, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.
Kementerian Kesehatan RI. Pentingnya pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan atau puskesmas. Jakarta: Kemenkes RI; 2018.
Kementerian Kesehatan RI. Petunjuk teknis tata laksana ibu hamil bermasalah gizi. Jakarta: Kemenkes RI; 2025.
Gordon RDA, Siems C, Opondo C, et al. Rural maternal health interventions: a scoping review and implications for best practices. 2025.
Moulaei K, Sattarzadeh N, Hameed I, et al. Telemidwifery: a scoping review on applications, advantages and obstacles. Midwifery. 2025;148:104477.
Kurnaz D, Şenoğlu A, Karaçam Z. The impact of antenatal telehealth services on maternal and neonatal outcomes: a systematic review and meta-analysis. Midwifery. 2024;134:104017.
Thirugnanasundralingam K, Lindquist A, Walker SP, et al. Effect of telehealth-integrated antenatal care on pregnancy outcomes in Australia: an interrupted time-series analysis. Lancet Reg Health West Pac. 2023;37:100813.
Bonifasius B, Kayika IPG, Madjid OA, Adjie JMS, Rumopa HIM. Effectiveness of the telemedicine approach on maternal health practices among pregnant women in rural areas. Indones J Obstet Gynecol. 2024;12(3):179-85.
American College of Obstetricians and Gynecologists. Implementing telehealth in practice. Washington DC: ACOG; 2020.
Hawkins SS, et al. Telehealth in the prenatal and postpartum periods. Obstet Gynecol Clin North Am. 2023;50(3):617-31.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Eka Azwinda

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





