Hubungan Asupan Zat Besi Dan Kalsium Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Welahan 1 Jepara

Authors

  • Najelina Tita Atika Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Esti Widiasih Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Afiana Rohmani Universitas Muhammadiyah Semarang
  • Risky Ika Riani Universitas Muhammadiyah Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.9114

Keywords:

Asupan Zat Besi, Asupan Kalsium, Kadar Hemoglobin Ibu Hamil, Iron Intake, Calcium Intake, Hemoglobin Levels in Pregnant Women

Abstract

Low hemoglobin levels in anemia can be influenced by several factors including iron intake and calcium intake. Cases of anemia in pregnant women in the working area of ​​Welahan 1 Jepara Community Health Center are still quite high at 20.11%. The purpose of this study was to determine the relationship between iron and calcium intake and hemoglobin levels of pregnant women in the working area of ​​Welahan 1 Community Health Center. Method: This study is an analytical observational study with a cross-sectional approach with a sample of 50 respondents in the third trimester of pregnant women in the working area of ​​Welahan 1 Jepara Community Health Center with purposive sampling (non-probability). Data on iron and calcium intake were obtained using the SQ-FFQ questionnaire instrument which was analyzed using Nutrisurvey-Software and hemoglobin levels were obtained using an Hb meter. Statistical analysis was carried out using Product Moment (Person) analysis. Results: The results of the Product Moment (Person) statistical test of the relationship between iron intake and hemoglobin levels were Sig = 0.000 while between calcium intake and hemoglobin levels were Sig = 0.000. This study concluded that there was a significant relationship between iron intake and hemoglobin levels (p=0.000) and between calcium intake and hemoglobin levels (p=0.000) among pregnant women in the Welahan 1 Community Health Center in Jepara.

References

Adyani, K. (2020). Diet kalsium pada ibu hamil. Embrio: Jurnal Kebidanan, 12(1), 31–42.

Bakhtiar, R., Muladi, Y., Tamaya, A., Utari, A., Yuliana, R., & Ariyanti, W. (2021). Hubungan

pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil anemia dalam mengkonsumsi tablet tambah darah

di wilayah kerja Puskesmas Lempake Kota Samarinda. Jurnal Kedokteran Mulawarman, 8(3),

Bauw, N. R., & K, A. C. (2017). Hubungan asupan mikronutrien dengan jenis anemia pada ibu hamil.

Diponegoro Medical Journal (Jurnal Kedokteran Diponegoro), 6(2), 993–1000.

Dewi, H. P., & Mardiana, M. (2021). Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu

hamil di wilayah kerja Puskesmas Nusawungu II Cilacap. Journal of Nutrition College, 10(4),

–296.

Fitri, N. (2017). Studi validasi semi-quantitatif FFQ dengan food recall 24 jam pada asupan zat gizi

mikro remaja di SMA Islam Athirah Makassar. Skripsi Universitas Hasanuddin.

Frayne, J., & Pinchon, D. (2019). Anaemia in pregnancy. Australian Journal of General Practice, 48(3),

–129.

Hapi Apriasih, S. (2014). Gambaran faktor risiko anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas

Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya tahun 2012. Jurnal Bidkesmas, 2, 20–29.

Hermawati, A. H., Puspitasari, E., & Milasari, D. Y. (2021). Review: Perbedaan kadar hemoglobin

menggunakan hematologi analyzer dan spektrofotometer pada ibu hamil. Borneo Journal of

Medical Laboratory Technology, 3(2), 206–212.

Hikma Padaunga, A., & Mukarramah, S. (2020). Hubungan angka kecukupan zat besi dan vitamin C

dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Media Ilmu Kesehatan, 8(2), 147–154.

Jepara DKK. (2022). Data ibu hamil anemia 2019–2022.

Jepara DKK. (2022). Angka stunting Kabupaten Jepara. Diakses dari

https://persada.jepara.go.id/Data/Kesehatan/stunting

Kamaruddin, M., Hasrawati, Usmia, S., Jusni, Misnawaty, & Handayani, I. (2019). Korelasi antara

status gizi dan kadar hemoglobin pada kejadian anemia ibu hamil trimester III. Med

Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, 1(3), 82–88.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Profil kesehatan Indonesia 2013. Jakarta:

Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia

Nomor 51 Tahun 2016. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Angka kecukupan gizi masyarakat Indonesia:

Permenkes Nomor 28 Tahun 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Lantu, A. F., Tendean, H. M. M., & Suparman, E. (2016). Kadar hemoglobin (Hb) ibu hamil di

Puskesmas Bahu Manado. e-CliniC, 4(1), 516–519.

Lin, L., Wei, Y., Zhu, W., Wang, C., Su, R., Feng, H., et al. (2018). Prevalence, risk factors and

associated adverse pregnancy outcomes of anaemia in Chinese pregnant women: A

multicentre retrospective study. BMC Pregnancy and Childbirth, 18(1), 1–8.

Mariana, D., Wulandari, D., & Padila. (2018). Hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada

ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas. Jurnal Keperawatan Silampari, 1(9), 1689–1699.

Pratiwi, R., & Widari, D. (2018). Hubungan konsumsi sumber pangan enhancer dan inhibitor zat besi

dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Amerta Nutrition, 2(3), 283.

Purnasari, G., Briawan, D., & Dwiriani, C. M. (2017). Asupan kalsium da n tingkat kecukupan kalsium

pada ibu hamil di Kabupaten Jember. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 12(4), 261–268.

Rahayu, D. T. (2019). Obesitas dengan harga diri pada remaja putri kelas X SMK YP 17 Pare Kediri.

Jurnal Gizi KH, 2(1), 1–7.

Rahayu, D. T. (2021). Anemia in pregnancy with stunting in Gayam Village District Gurah Kediri.

Jurnal Kebidanan, 7(1).

Rieny, E. G., Nugraheni, S. A., & Kartini, A. (2021). Peran kalsium dan vitamin C dalam absorpsi zat

besi dan kaitannya dengan kadar hemoglobin ibu hamil: Sebuah tinjauan sistematis. Media

Kesehatan Masyarakat Indonesia, 20(6), 423–432.

Riswanda, J. (2017). Hubungan asupan zat besi dan inhibitornya sebagai prediktor kadar hemoglobin

ibu hamil di Kabupaten Muara Enim. Jurnal Biota, 3(2), 83.

Samiatul Milah, A. (2018). Gambaran pengetahuan ibu hamil tentang asupan nutrisi di Desa Pawindan

Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Media Informasi, 14(2), 95–109.

Smith, C., Teng, F., Branch, E., Chu, S., & Joseph, K. S. (2019). Maternal and perinatal morbidity and

mortality associated with anemia in pregnancy. Obstetrics & Gynecology, 134(6), 1234–1244.

Tarigan, N., Sitompul, L., & Zahra, S. (2021). Asupan energi, protein, zat besi, asam folat dan status

anemia ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Petumbukan. Wahana Inovasi: Jurnal Penelitian

dan Pengabdian Masyarakat, 10(1), 118–127.

WHO. (2021). Global anaemia estimates in women of reproductive age, by pregnancy status, and in children aged 6–

months. Retrieved from

https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/anaemia_in_women_and_children

Wulandari, A. F., Sutrisminah, E., & Susiloningtyas, I. (2021). Literature review: Dampak anemia

defisiensi besi pada ibu hamil. Jurnal Ilmiah PANNMED, 16(3), 692–698.

Downloads

Published

19-03-2026

How to Cite

Atika, N. T. ., Widiasih, E. ., Rohmani, A. ., & Riani, R. I. . (2026). Hubungan Asupan Zat Besi Dan Kalsium Terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Welahan 1 Jepara. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 18389–18396. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.9114

Issue

Section

Articles