Analisis Kemenangan Kotak Kosong Pada Pemilihan Kepala Daerah Kota Pangkalpinang Tahun 2024 Dalam Perspektif Teori Demokrasi
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.9087Keywords:
Kotak Kosong, Pilkada Pangkalpinang, Robert A. Dahl, Kedaulatan Rakyat, Calon TunggalAbstract
Fenomena calon tunggal dalam Pilkada Kota Pangkalpinang tahun 2024 yang didukung oleh koalisi raksasa enam belas partai politik mencerminkan krisis kompetisi demokrasi dan gejala kemunduran demokrasi (democratic backsliding). Urgensi penelitian ini terletak pada kemenangan historis kotak kosong sebagai instrumen perlawanan masyarakat terhadap strategi "borong partai" yang bersifat oligarkis dan mematikan fungsi kaderisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemenangan kotak kosong melalui prisma teori poliarhi Robert A. Dahl guna membedah sejauh mana kedaulatan rakyat terwujud melalui indikator partisipasi efektif dan pemahaman jernih pemilih dalam menghadapi dominasi elit. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di Kota Pangkalpinang. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan komisioner KPU, Bawaslu, serta relawan "Rumah Aspirasi Kotak Kosong", yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kotak kosong berhasil meraih kemenangan signifikan sebesar 57,98% suara. Kemenangan ini merupakan manifestasi dari mobilisasi kesadaran kolektif dan literasi politik masyarakat yang matang, bukan sekadar protes emosional. Gerakan swadaya masyarakat terbukti mampu memenuhi kriteria partisipasi efektif Dahl dalam mengoreksi hegemoni elit partai. Fenomena ini memberikan penegasan bahwa kedaulatan rakyat tetap menjadi kontrol terakhir terhadap agenda politik ketika saluran formal partai politik gagal menyerap aspirasi publik secara substantif.
References
Ambardi, K. (2009). Mengungkap Kartel Partai Politik di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JSP), 12(3), 255-278. DOI: 10.22146/jsp.10978.
Arianto, B. (2021). Menakar Politik Kekerabatan dalam Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah 2020. Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan, 7, 1, 81–98. https://doi.org/10.37058/jipp.v7i1.2844.
Arikunto, S. (1998). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Aspinall, E., & Mietzner, M. (2019). Southeast Asia's Troubling Democratic Trajectory: The Case of Indonesia. South East Asia Research, 27(3), 185-204. DOI: 10.1080/0967828X.2019.1667111.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Fourth Edition. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Dahl, R. A. (1989). Democracy and Its Critics. New Haven: Yale University Press.
Das, N. (2025). Engineered non-contestation: Deterring electoral contestation using violence in local elections. Journal of Peace Research, 62, 5, 1548-1564. https://doi.org/10.1177/00223433251353645.
Gaffar, A. (2005). Politik Indonesia: Transisi Menuju Demokrasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Heywood, A. (2019). Politics. Red Globe Press, 5, 1, 1-528.
Huda, N. (2018). Penataan Demokrasi dan Pemilu di Indonesia Pasca Reformasi. Jurnal Ius Quia Iustum, Volume 25, No 1, Halaman 1-20. DOI: 10.20885/iustum.vol25.iss1.art1.
Huntington, S. P. (1991). The Third Wave: Democratization in the Late Twentieth Century. Norman: University of Oklahoma Press.
Katz, R. S., & Mair, P. (1995). Changing Models of Party Organization and Party Democracy: The Emergence of the Cartel Party. Party Politics, 1(1), 5-28. DOI: 10.1177/1354068895001001001.
Kouba, K., & Lysek, J. (2023). The return of silent elections: democracy, uncontested elections and citizen participation in Czechia. Democratization, 30, 8, 1527-1551. https://doi.org/10.1080/13510347.2023.2246148.
KPU RI. (2020). Pedoman Teknis Pendaftaran, Penelitian dan Penetapan Pasangan Calon dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Jakarta: Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia.
Kurniawan, H., Handoko, P., & Susilo, W. I. (2025). Pilkada: Dampak Kotak Kosong Bagi Demokrasi Indonesia. Sosio Yustisia: Jurnal Hukum dan Perubahan Sosial, 5, 1, 57-80. https://doi.org/10.15642/sosyus.v5i1.805.
Mietzner, M. (2015). Dysfunction by Design: Political Parties and Centralization in Democratic Indonesia. Cornell University Press, Ithaca, Volume 1, No 1, Halaman 25-45. DOI: 10.7591/9780801454134.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Third Edition. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Mulyadi, D., Claudia, C., Ratu, N., & Januwati, P. (2024). Fenomena Kotak Kosong dalam Pilkada Tahun 2024. Jurnal Hukum Ius Publicum, 5, 2, 233-263. https://doi.org/10.55551/jip.v5i2.185.
Natasya, I. A., Sakir, S., & Abhipraya, F. A. (2021). Kotak Kosong dalam Perspektif Hak Memilih dan Dipilih pada Pilkada Kabupaten Kebumen 2020. GOVERNMENT: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 14, 2, 78-86. https://doi.org/10.31947/jgov.v14i2.13885.
Nordström, R. (2024). The effects of uncontested elections on legislative speechmaking: An analysis of legislative performance in Japan's prefectural assemblies. Electoral Studies, 87, 1, 102732. https://doi.org/10.1016/j.electstud.2023.102732.
Panjaitan, M., & Hulu, S. B. (2021). Analisis Proses Dan Faktor Penyebab Lahirnya Pasangan Calon Tunggal Versus Kotak Kosong Pada Pilkada Serentak Tahun 2020. Jurnal Ilmu Sosial Dan Politik, 1, 2, 116–130. https://doi.org/10.51622/jispol.v1i2.411.
Pratama, A. B., & Mutiarasari, D. (2021). Evaluasi Demokrasi Prosedural: Fenomena Calon Tunggal dalam Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia. Jurnal Tata Kelola dan Akuntabilitas Publik, 7(2), 112-128. DOI: 10.35912/jtap.v7i2.890.
Rahman, R. A., & Satriawan, I. (2022). Calon Tunggal Pilkada: Krisis Kepemimpinan Dan Ancaman Bagi Demokrasi. Jurnal Konstitusi, 19, 1, 47-72. https://doi.org/10.31078/jk1913.
Sari, P. W., & Achsa, G. A. (2025). Kotak Kosong Pilkada Bangka: Implikasi Kriminologis Terhadap Stabilitas Sosial. Jurnal Masyarakat Indonesia, 4, 3, 4720-4728.
Sartori, G. (1987). The Theory of Democracy Revisited. Chatham House Publishers, New Jersey.
Sholikah, L. I., Bagus, M., Habiburrohman, M., & Thobary, A. (2024). Legitimasi Pemilihan Kepala Daerah Calon Tunggal Melawan Kotak Kosong Perspektif Teori Deliberative Democracy. Sosio Yustisia: Jurnal Hukum dan Perubahan Sosial, 4, 2, 217-234. https://doi.org/10.15642/sosyus.v4i2.762.
Sidiq, U. (2019). Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan. Ponorogo: CV. Nata Karya.
Subekti, V. S., et al. (2023). The protest voting behaviour among local voters in the 2020 Surakarta mayoral election. Journal of Contemporary Sociological Issues, 3, 1, 58-75.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sumardi, O. J. (2024). Gerakan politik kotak kosong sebagai oposisi dinasti politik mulyadi jayabaya pada pilkada iti octavia jayabaya-ade sumardi. Masyarakat Indonesia, 50, 1, 61-80. https://doi.org/10.55981/jmi.2024.8688.
Surbakti, R. (2010). Memahami Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Syamsuddin, S. (2020). Fenomena Calon Tunggal dan Tantangan Demokrasi Lokal di Indonesia. Jurnal Politik Profetik, Volume 8, No 1, Halaman 45-62. DOI: 10.24252/profetik.v8i1a4.
Yantomi, A. (2022). Kajian Yuridis Kemenangan Kotak Kosong Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Di Indonesia. Jurnal Kepastian Hukum dan Keadilan, 3, 1, 14-25. https://doi.org/10.32502/khdk.v3i1.4524.
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods. Sixth Edition. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muslim Muslim, Ainur Ropik, Erik Darmawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







