Hubungan Literasi Gejala Serangan Jantung Dengan Perilaku Mencari Bantuan Medis Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau

Authors

  • Ilham Saputra Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Rizka Febtrina Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.9039

Keywords:

literasi kesehatan, serangan jantung, perilaku mencari bantuan medis

Abstract

Serangan jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan medis segera, namun keterlambatan pasien dalam mencari bantuan medis masih sering terjadi akibat rendahnya literasi terhadap gejala serangan jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi gejala serangan jantung dengan perilaku mencari bantuan medis di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross- sectional pada 26 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 261 pasien serangan jantung. Kriteria inklusi meliputi pasien terdiagnosis STEMI/NSTEMI, dapat mengikuti wawancara, dan kondisi stabil. Instrumen penelitian berupa kuesioner Heart Disease Fact Questionnaire (HDFQ)-Modified dan Response to Symptoms Questionnaire (RSQ) & Patient Delay Assessment Tool. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 77% responden memiliki literasi gejala kategori sedang hingga baik, dan 80,8% memiliki perilaku mencari bantuan medis kategori cukup hingga baik. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p=0,000 (p<0,05), menunjukkan hubungan signifikan antara literasi gejala serangan jantung dengan perilaku mencari bantuan medis. Semakin tinggi literasi gejala serangan jantung, semakin baik perilaku mencari bantuan medis. Disarankan kepada rumah sakit untuk meningkatkan program edukasi kesehatan berkelanjutan dan kepada masyarakat untuk aktif meningkatkan literasi kesehatan terutama kelompok berisiko tinggi.

References

Abreu, G. (2019). Strategi farmako-invasif dan telekonsultasi dalam manajemen STEMI. Oxford University Press.

Aisyah, S., Tampubolon, L., & Ginting, A. (2022). Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit jantung koroner berbasis rumah sakit. Medika Usada, 3(1), 21–30.

Alwi, A., Sudoyo, A. W., Setiyohadi, B., Simadibrata, M., & Setiati, S. (2024).

Faktor risiko aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Interna Publishing.

Amrullah, S., Rosjidi, C. H., & Dhesa, D. B. (2022). Faktor risiko penyakit infark miokard akut di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Karya Kesehatan, 2(2), 45–53.

Apicare Online. (2025). Awareness among the general public about the risk factors of heart attack and stroke, and the actions to be taken. Apicare - An International Journal Of Anesthesia, Pain, Intensive Care & Emergency Medicine.

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi ke-15). Astuti, A. D. (2025). Laporan penyakit kardiovaskular global dan nasional. Badan

Penerbit Kesehatan Indonesia.

Astuti, A., & Puspitasari, D. (2021). Literasi masyarakat terhadap gejala serangan jantung di Indonesia. Deepublish.

Balai Penerbit FKUI. Braunwald, E. (2022). Textbook of cardiovascular medicine.

Elsevier. Deepublish.

Dewi, P. E. N., Sunantiwat, M., Thavorncharoensap, M., Youngkong, S., Nathisuwan, S., & Rahajeng, B. (2024). Treatment seeking experiences of ACS patients in Yogyakarta, Indonesia during COVID-19 pandemic: A qualitative study. PLoS ONE, 19(4), e0302320.

Dewi, R., Putra, A., & Sari, M. (2024). Hubungan literasi kesehatan dengan perilaku mencari bantuan medis pada pasien penyakit jantung koroner. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(2), 78–86.

Dini, M. W., Sutriningsih, A., & Yumiati, L. B. (2022). Pengetahuan dan sikap pasien dalam mencegah kekambuhan dari serangan jantung di ruang poli jantung. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 6(2), 163–171.

Djarwanto, H. (2016). Metodologi penelitian kesehatan (Edisi ke-2). Salemba Medika.

Fadhlillah, S. (2023). Edukasi mengenai tanda dan gejala serangan jantung pada keluarga pasien di rumah sakit swasta Kota Medan. ARDHI: Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(1), 21–30.

Fan, Y., Yang, Y., Yin, X., Tang, X., & Zhang, J. (2021). Effect of health literacy on decision delay in patients with acute myocardial infarction. Journal of Cardiovascular Nursing, 36(6), 553–560.

Harahap, A., Siregar, M. A., & Lubis, M. (2025). Tingkat pengetahuan masyarakat tentang gejala serangan jantung di Desa Marindal I, Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Kesehatan Komunitas Sumatera, 8(1), 30–38.

Heryana, A. (2020). Buku ajar metodologi penelitian pada kesehatan masyarakat

(Edisi revisi). ResearchGate.

Heryana, A. (2024). Konsep dasar penyusunan hipotesis dan kajian teori dalam penelitian. ResearchGate. Jurnal Keperawatan Klinik dan Komunitas, 4(2), 45–52.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pencegahan dan pengendalian penyakit jantung koroner. Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023: Prevalensi penyakit tidak menular. Kemenkes RI.

Kusuma, R. (2020). Manifestasi klinis penyakit jantung koroner. EGC.

Lubis, M., Siregar, F., & Harahap, A. (2023). Dampak penyuluhan kesehatan terhadap peningkatan literasi masyarakat mengenai gejala serangan jantung di Kecamatan Medan Maimun. Jurnal Abdimas Kesehatan, 5(3), 50–57.

Martini, M., Suryani, E., & Wijaya, A. (2024). Buku ajar keperawatan gawat darurat. Mahakarya Citra Utama.

Marwono, M. (2023). Literasi kesehatan pada pasien penyakit jantung koroner di

Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 1143– 1152.

Marwono, M., Asrina, A. A., & Yusriani, Y. (2023). Literasi kesehatan pada pasien penyakit jantung koroner (PJK) di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Journal of Muslim Community Health, 4(2), 193-206.

Mayo Clinic. (2024). Classification of acute myocardial infarction (AMI). Oxford University Press.

Moser, D. K., & Kimble, L. P. (2020). Patient delay in seeking medical care for symptoms of acute myocardial infarction. Journal of Cardiovascular Nursing.

Nasution, R., Siregar, F., & Lubis, H. (2023). Tingkat literasi kesehatan masyarakat terhadap gejala serangan jantung di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Sumatera Utara, 12(1), 15– 22.

Nurhamsyah, A., Suryani, D., & Prasetyo, A. (2025). Inisiasi pencegahan hipertensi berbasis teori health belief model di kalangan remaja. Jurnal Ilmiah Universitas Padjadjaran, 6(1), 45–54.

Nymark, C., Mattiasson, A. C., Henriksson, P., Kiessling, A., & Falk, K. (2017). Patients' appraisal of acute myocardial infarction: Development and psychometric testing of a questionnaire. European Journal of Cardiovascular Nursing, 16(6), 522–530.

Ojha, S., Kumar, R., & Sharma, P. (2023). Acute myocardial infarction: Pathophysiology, clinical features, and management. Penerbit Medika Nusantara.

Pashar, I., Rahmi, Y. O., & Islamiyah, T. (2025). Edukasi kesehatan mengenai penyakit jantung koroner bagi warga Desa Simpang Empat Sungai Baru Kabupaten Tanah Laut. Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan, 8(1), 174– 184.

Perhimpunan Kardiologi Indonesia. (2022). Pedoman tata laksana penyakit jantung koroner. PERKI.

Perhimpunan Kardiologi Indonesia. (2024). Pedoman tata laksana sindrom koroner akut. PERKI.

Rasyid, A. (2019). Iskemia miokard dan gejala tidak khas pada serangan jantung.

Repo Unsrat. (2020). Infark miokard akut: Kajian klinis dan epidemiologi.

Repository Universitas Sam Ratulangi. Rineka Cipta.

Riyanti, D., Wibowo, T., & Siregar, M. (2023). Prehospital delay pada pasien STEMI di Indonesia. Universitas Indonesia Press.

Rofi'ah, I. A. (2025). Representatif perilaku mencari kesehatan dan tingkat pengetahuan gejala sindroma koroner akut di instalasi gawat darurat. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 45–52.

Rosjidi, C. H. (2020). Kesalahan perawatan di rumah dan dampak keterlambatan ke rumah sakit pada pasien penyakit jantung koroner. Jurnal Keperawatan, 11(1), 1–11.

Eddy, R. (2021). Populasi, sampel, variabel dalam penelitian kedokteran. Jawa Tengah: PT Nasya Expanding Management.

Salari, A., Budi, C., & Putri, D. (2023). Populasi dan sampel dalam penelitian kesehatan: Panduan praktis untuk peneliti. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 12(3), 234–242.

Santosa, A., & Baharuddin, N. (2020). Stres oksidatif dan kerusakan endotel pada aterosklerosis. KEUWIH: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, 1(2), 95–100.

Saputri, L., & Dewi, N. (2025). Prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia berdasarkan Riskesdas. Universitas Airlangga Press.

Sari, D. P., & Nugroho, A. (2021). Instrumen penelitian dalam bidang kesehatan. Sharma, S. K., Kumar, V., & Natarajan, R. (2024). Public awareness of atypical heart attack symptoms in Chennai, India. International Journal ofmCardiology and Health Sciences, 18(3), 112–120.

Siregar, M. A., Harahap, A., & Nasution, R. (2024). Efektivitas program edukasi kesehatan dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai gejala serangan jantung di Puskesmas Medan Kota. Jurnal Edukasi Kesehatan Indonesia, 10(2), 45–52.

Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-26).

Sukmawati, I. (2021). Gambaran gejala dan manifestasi klinis infark miokard akut. Suparmi, S. (2022). Konsep dasar dan definisi penyakit jantung koroner. Tarawan, V. M., Lesmana, R., Gunawan, H., & Gunadi, J. W. (2020). Gambaran pengetahuan pencegahan penyakit jantung koroner pada warga Dusun III

Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 112–118.

Universitas Mataram. (2019). Modul sindrom koroner akut dan penatalaksanaannya. Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.

Wagner, J., Lacey, K., Chyun, D., & Abbott, G. (2005). Development of a questionnaire to measure heart disease risk knowledge in people with diabetes: The Heart Disease Fact Questionnaire. Patient Education and Counseling, 58(1), 82–87.

Widodo, S. (2020). Buku ajar metode penelitian. Binawan University Press. World Health Organization. (2020). Cardiovascular diseases (CVDs) report. World

World Health Organization. (2023). Global status report on noncommunicable diseases 2023. World Health Organization.

Yusra Pintaningrum, N., Rahmawati, A., & Sari, M. (2023). Pemeriksaan penunjang diagnosis serangan jantung. Universitas Mataram.

Zhou, M., Liu, J., Hao, Y., Liu, J., & Huo, Y. (2022). Prehospital delay and its associated factors in patients with acute myocardial infarction. American Journal of Emergency Medicine, 40(1), 123–130.

Zia, R., Ahmed, S., & Khan, M. (2024). Acute myocardial infarction: Pathophysiology and clinical management. Journal of Cardiovascular Nursing, 18(3), 211–220.

Downloads

Published

15-03-2026

How to Cite

Saputra, I., & Febtrina, R. . (2026). Hubungan Literasi Gejala Serangan Jantung Dengan Perilaku Mencari Bantuan Medis Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 17701–17707. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.9039

Issue

Section

Articles