ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN SISTEM URINARIA DAN SISTEM PERNAPASAN AKIBAT ACUTE KIDNEY INJURY DISERTASI TUBERCULOSIS PARU AKTIF DENGAN INTERVENSI POSISI ORTHOPNEA DALAM PEMENUHAN OKSIGENASI

Authors

  • Sya’bani K Institut Kesehatan Rajawali
  • Rustandi B Institut Kesehatan Rajawali

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8950

Keywords:

Acute Kidney Injury, tuberkulosis paru, posisi orthopnea, oksigenasi, keperawatan kritis.

Abstract

Latar Belakang: Acute Kidney Injury (AKI) merupakan sindrom klinis akibat penurunan fungsi ginjal secara mendadak yang berkontribusi terhadap tingginya morbiditas dan mortalitas, terutama pada pasien kritis. Secara global, diperkirakan terdapat 13–15 juta kasus AKI setiap tahun dengan lebih dari 1,7 juta kematian terkait. Insidensi AKI pada pasien rawat inap berkisar 10–15% dan meningkat hingga 30–50% pada pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU). Di Indonesia, studi di rumah sakit rujukan melaporkan sekitar 41,2% pasien ICU mengalami AKI dengan angka mortalitas lebih dari 70%. Di sisi lain, tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan utama, dan Indonesia termasuk dalam tiga besar negara dengan beban TB tertinggi di dunia. Kombinasi AKI dan TB paru aktif dapat memperburuk gangguan oksigenasi akibat retensi cairan, ketidakseimbangan asam basa, serta kerusakan parenkim paru.

Tujuan: Menganalisis efektivitas intervensi posisi orthopnea dalam pemenuhan kebutuhan oksigenasi pada pasien dengan AKI disertai TB paru aktif di ruang ICU.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi rekam medis, dan studi literatur. Intervensi posisi orthopnea diberikan selama tiga hari dengan pemantauan saturasi oksigen dan respons respirasi.

Hasil: Implementasi posisi orthopnea menunjukkan peningkatan saturasi oksigen, penurunan dispnea, berkurangnya penggunaan otot bantu napas, serta peningkatan kenyamanan pasien.

Kesimpulan: Posisi orthopnea efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam meningkatkan oksigenasi pada pasien dengan AKI disertai TB paru aktif. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari praktik keperawatan kritis berbasis eviden di ICU.

References

Akbar, R. R., Arifin, M. T., & Rochana, N. (2020). Efek posisi orthopneic terhadap fungsi pernapasan: Systematic review. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 13(2), 59–68.

Anggraini, I., & Hutabarat, B. (2024). Tuberkulosis paru: Faktor penyebab & penanggulangannya. Media Nusa Creative.

Batubara, D., & Kasihani, K. (2022). Pengaruh penerapan posisi orthopnea terhadap penurunan dispnea pada pasien dengan gangguan pernapasan.

Jurnal Keperawatan Klinis, 6(1), 45–52.

Batubara, K., & Kasihani, K. (2022). Penerapan posisi orthopneic untuk mengatasi ketidakefektifan pola napas pada pasien dengan asma bronkial.

Journal Health of Education, 3(2), 171–180.

Empraninta, H. E., Supardi, S., & Mahdalena, P. S. (2023). Pengaruh penggunaan posisi orthopnea terhadap penurunan sesak napas pada pasien tuberkulosis paru.

Jurnal Prima Medika Sains, 5(1), 57–61.

Haidar, H. S., Kartika, D. E., Saputra, B., Sandra, S., & Utami, A. (2025). Pengaruh posisi orthopneic terhadap penurunan frekuensi pernapasan pada pasien tuberkulosis paru.

Jurnal Keperawatan Tropis Papua, 8(2), 107–112.

Hanantari, N., Wulandari, N. K., & Kanita, M. W. (2025). The effect of orthopneic position on respiratory function in patients with chronic respiratory disorders.

Jurnal Keperawatan Mersi, 14(2), 138–146.

Haskas, Y., & Sriwahyuni. (2024). Tuberkulosis. Eureka Media Aksara.

Hidayat, H. (2020). Angka kejadian, lama rawat, dan mortalitas pasien acute kidney injury di ICU RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.

Jurnal Anestesi Perioperatif, 8(2), 85–92.

Hidayat, M., Suryadi, M. S., & Asmawi, I. (2025). Management of ineffective breathing patterns in pulmonary tuberculosis patients using orthopnea positioning: A case report.

Indonesian Health Science Journal, 5(1), 8–13.

Kavacare. (2024). Posisi orthopneic: Definisi, manfaat, dan langkah.

https://www.kavacare.id/posisi-orthopneic-definisi-manfaat-langkah/

Kellum, J. A., Romagnani, P., Ashuntantang, G., et al. (2021). Acute kidney injury. Nature Reviews Disease Primers, 7(1), 52.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Situasi gangguan ginjal akut di Indonesia. Kemenkes RI.

Milwati, S., Indarti, E. T., Putro, D. U. H., Leniwita, H., Subandiyo, Siagian, Y., Maula, D. R., Widiyanto, J., Putri, N. S., & Susilawati. (2024).

Buku ajar keperawatan medikal bedah (1st ed.). PT Nuansa Fajar Cemerlang.

Musda, D., Fitriani, C. F. R. W., & Sudadi. (2023). Faktor risiko terjadinya acute kidney injury pada pasien ICU.

Jurnal Komplikasi Anestesi, 10(1), 45–53.

Muttaqin, A. (2012). Buku ajar asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem pernapasan. Salemba Medika.

Nuhdzul Umaroh, T., Rambe, D., Sipahutar, A., & Halawa, A. (2025). Pengaruh posisi orthopnea terhadap penurunan dispnea pada pasien tuberkulosis paru.

Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA, 9(1), 1–8.

Nursalam. (2017). Metode penelitian ilmu keperawatan pendekatan praktis (4th ed.). Salemba Medika.

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2015). Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep, proses, dan praktik (Edisi 4, Vol. 2). EGC.

Pralambang, S. D., & Setiawan, S. (2021). Faktor risiko kejadian tuberkulosis di Indonesia. Bikfokes, 2(1).

https://scholarhub.ui.ac.id/cgi/viewcontent.cgi?article=1023&context=bikfokes

Rahmawati, D. N., Husain, F., & Wulandari, F. (2024). Penerapan posisi orthopnea terhadap penurunan sesak napas pada pasien TB paru di ruang observasi IGD.

Jurnal Kolaboratif Sains, 7(8), 1023–1029.

Rofi’i, M., Warsito, B. E., Santoso, A., & Ulliya, S. (2018). Diagnosa keperawatan yang sering ditegakkan perawat pada pasien tuberkulosis paru di rumah sakit.

Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan, 1(2).

Sadikin, B. G. (2025). Buku panduan tenaga medis dan tenaga kesehatan: Tuberkulosis. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Soeatmadji, D. W., et al. (2019). Buku ajar patofisiologi (Vol. 1, 6th Indonesian ed.). Elsevier (Singapore) Pte Ltd.

Syapitri, H., Barus, D. J., Sijabat, F., & Aramita, N. (2023). Efektivitas posisi orthopnea terhadap penurunan sesak napas pada pasien tuberkulosis paru.

Jurnal Keperawatan Priority, 6(1), 50–57.

Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2016). Standar diagnosis keperawatan Indonesia (SDKI) (Edisi 1). Persatuan Perawat Indonesia.

Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar intervensi keperawatan Indonesia (SIKI) (Edisi 1). Persatuan Perawat Indonesia.

Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2018). Standar luaran keperawatan Indonesia (SLKI) (Edisi 1). Persatuan Perawat Indonesia.

World Health Organization. (2023). Acute kidney injury: Global burden and clinical impact. WHO.

World Health Organization. (2024). Global tuberculosis report 2024. WHO.

Yasmara, D., et al. (2018). Rencana asuhan keperawatan medikal-bedah: Diagnosis SDKI 2018, intervensi SIKI, hasil SLKI. EGC.

Yunus, P., Damansyah, H., & Mahmud, A. R. (2025). Efektivitas posisi orthopneic dan semi-Fowler terhadap saturasi oksigen pada pasien dengan gangguan pernapasan.

Jurnal Nurse, 6(1), 169–176.

Downloads

Published

11-03-2026

How to Cite

K, S., & B, R. . (2026). ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN SISTEM URINARIA DAN SISTEM PERNAPASAN AKIBAT ACUTE KIDNEY INJURY DISERTASI TUBERCULOSIS PARU AKTIF DENGAN INTERVENSI POSISI ORTHOPNEA DALAM PEMENUHAN OKSIGENASI. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 16973–16981. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8950

Issue

Section

Articles