Penerapan Intervensi Deep Breathing Exercise dalam Memperbaiki Pola Napas Tidak Efektif pada Pasien Tuberkulosis Paru di Ruang ICU.

Authors

  • Selviana Nur Hadiani Institut Kesehatan Rajawali
  • Budi Rustandi Institut Kesehatan Rajawali
  • Lisbet Octovia Manalu Institut Kesehatan Rajawali
  • M. Sandi Haryanto Institut Kesehatan Rajawali

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8945

Keywords:

Deep Breating exercise, ICU, Pola Nafas Tidak Efektif, Tuberkolosis Paru.

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dan dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan berat. Pasien TB paru yang dirawat di ruang ICU sering mengalami pola napas tidak efektif akibat peningkatan produksi sekret, inflamasi paru, dan penurunan ekspansi paru (WHO, 2023). Kondisi ini memerlukan asuhan keperawatan komprehensif yang dipadukan dengan intervensi nonfarmakologis. Salah satu intervensi yang dapat diterapkan adalah Deep Breathing Exercise (DBE), yaitu latihan pernapasan dalam yang bertujuan meningkatkan ventilasi alveolar dan oksigenasi (Kozier et al., 2018). Pada pasien TB paru di ICU ditemukan sesak napas, takipnea, penggunaan otot bantu pernapasan, serta penurunan saturasi oksigen. Berdasarkan temuan tersebut, ditegakkan diagnosis keperawatan pola napas tidak efektif sehingga intervensi difokuskan pada pemantauan status respirasi, pemberian terapi oksigen, serta penerapan DBE. Asuhan keperawatan dilakukan secara sistematis melalui pengkajian komprehensif, penetapan diagnosis sesuai SDKI, implementasi intervensi berdasarkan SIKI, dan evaluasi mengacu pada SLKI. Evaluasi menunjukkan penurunan frekuensi napas, berkurangnya penggunaan otot bantu pernapasan, peningkatan saturasi oksigen, serta penurunan keluhan sesak setelah DBE dilakukan secara rutin. Hasil ini menunjukkan bahwa DBE efektif sebagai intervensi pendukung dalam memperbaiki pola napas pada pasien TB paru di ruang ICU.

References

Amiar, A., & Setiyono, S. (2020). Hubungan kepatuhan pengobatan dengan keberhasilan terapi pada pasien tuberkulosis paru. Jurnal Keperawatan, 12(2), 85–92.

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik kesehatan Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik.

Black, J. M., & Hawks, J. H. (2014). Medical-surgical nursing: Clinical management for positive outcomes. Elsevier Saunders.

Dermawan, D. (2022). Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem pernapasan. Trans Info Media.

Ekaputri, R., Handayani, L., & Putra, A. (2024). Asuhan keperawatan pada pasien tuberkulosis paru dengan masalah bersihan jalan napas. Jurnal Keperawatan Klinis, 11(1), 55–62.

Gustina, R., & Silaen, M. (2025). Latihan pernapasan diafragma terhadap derajat dispnea pada pasien TB paru MDR. Jurnal Keperawatan Respiratori, 6(1), 21–29.

Kemala, R. (2021). Penyakit tuberkulosis paru dan penatalaksanaannya. Deepublish.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana tuberkulosis. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2021. Kementerian Kesehatan RI.

Kozier, B., Erb, G., Berman, A., & Snyder, S. (2018). Fundamentals of nursing: Concepts, process, and practice (10th ed.). Pearson Education.

Lewis, S. L., Bucher, L., Heitkemper, M. M., & Harding, M. M. (2020). Medical-Surgical Nursing: Assessment and Management of Clinical Problems. Elsevier.

Nirmalasari, N., Sari, R. P., & Lestari, D. (2020). Efektivitas deep breathing exercise dalam menurunkan dispnea pada pasien gangguan pernapasan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 23(1), 45–52.

Olfah, Y. (2015). Dokumentasi keperawatan berbasis standar. Nuha Medika.

Patty, R., Manurung, T., & Simanjuntak, R. (2024). Pengaruh latihan pernapasan dalam terhadap ventilasi alveoli pada pasien gangguan respirasi. Jurnal Ilmu Keperawatan, 12(1), 33–40.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2017). Standar diagnosis keperawatan Indonesia (SDKI). DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2018). Standar intervensi keperawatan Indonesia (SIKI). DPP PPNI.

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2010). Fundamentals of nursing (7th ed.). Mosby Elsevier.

Purwanto, B. (2015). Konsep dasar keperawatan medikal bedah. Nuha Medika.

Rahmat, H., Nurhayati, S., & Widodo, A. (2024). Latihan pernapasan diafragma terhadap frekuensi napas pada pasien tuberkulosis paru. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 8(2), 101–108.

Rahmawati, I., Wulandari, T., & Prasetyo, E. (2023). Pengaruh deep breathing exercise terhadap tingkat kecemasan pasien tuberkulosis paru. Jurnal Keperawatan Holistik, 5(3), 150–157.

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2018). Brunner & Suddarth’s Textbook of Medical-Surgical Nursing. Lippincott Williams & Wilkins.

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2019). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing (14th ed.). Lippincott Williams & Wilkins.

Sodikin, A., Hidayat, R., & Saputra, D. (2022). Efektivitas latihan pernapasan dalam terhadap fungsi pernapasan pasien TB paru. Jurnal Keperawatan Profesional, 4(2), 66–74.

Suharto, A. (2021). Terapi nonfarmakologis pada gangguan pernapasan. Graha Ilmu.

Syafira, D. (2020). Penyakit menular dan pencegahannya. Deepublish.

World Health Organization. (2022). Global tuberculosis report 2022. World Health Organization.

World Health Organization. (2023). Global Tuberculosis Report. Geneva: WHO.

Yokogawa, T., Sato, M., & Tanaka, H. (2019). Effects of deep breathing exercise on lung expansion and gas exchange. Journal of Respiratory Care, 64(4), 450–456.

Downloads

Published

11-03-2026

How to Cite

Hadiani, S. N., Rustandi, B. ., Manalu, L. O. ., & Haryanto, M. S. . (2026). Penerapan Intervensi Deep Breathing Exercise dalam Memperbaiki Pola Napas Tidak Efektif pada Pasien Tuberkulosis Paru di Ruang ICU. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 16955–16959. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8945

Issue

Section

Articles