Gambaran Pemanfaatan SIMPUS pada Tenaga Kefarmasian di Puskesmas Kabupaten Sukoharjo

Authors

  • Lutfia Salsabila Khumaira Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Kharisma Jayak Pratama Universitas Duta Bangsa Surakarta
  • Hidayah Apriliawan Universitas Duta Bangsa Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8941

Keywords:

SIMPUS, Dukungan Manajemen, Efisiensi Pelayanan Kefarmasian, SIMPUS, Management Support, Pharmaceutical Service Efficiency

Abstract

The use of the Community Health Center Management Information System (SIMPUS) in pharmaceutical services is part of an effort to improve the quality of healthcare services through an integrated digital system. Management support, including policies, infrastructure, and training for pharmacists, plays a crucial role in optimizing SIMPUS use. Pharmaceutical service efficiency is expected to increase through faster, more accurate, and structured recording and reporting. This study aims to describe SIMPUS utilization, management support, and pharmaceutical service efficiency and to analyze the relationship between these three aspects and the characteristics of respondents at Community Health Centers in Sukoharjo Regency. This study used a quantitative descriptive cross-sectional approach. The sample size was 36 pharmacists using a total sampling technique. The instrument was a Likert-scale questionnaire with 1–4 scores that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed descriptively and bivariately using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results of this study indicate that SIMPUS utilization (77.8%), management support (75%), and pharmaceutical service efficiency (72%) were in the sufficient category. In the aspect of SIMPUS utilization, there was no significant relationship with age (0.761), education (0.560), length of service (0.338), and training (0.150), but there was a significant relationship with gender (0.007). In the aspect of management support, there was a significant relationship with education (0.026) and training (0.002), while age (0.722), gender (0.221), and length of service (0.740) were not significant. In the aspect of pharmaceutical service efficiency, there was a significant relationship with gender (0.045), while age (0.446), education (0.596), length of service (0.196), and training (0.218) were not significant. Based on this study, it was concluded that SIMPUS utilization, management support, and pharmaceutical service efficiency were in the sufficient category, with a significant relationship between SIMPUS utilization and gender (p=0.007<0.05), pharmaceutical service efficiency and education (p=0.026<0.05), and pharmaceutical service efficiency and training (p=0.002<0.05).

References

Achmad, H. F., Mazidatus S., Nabiilah, A., & Fitriana, N. (2023). Analisis faktor keberhasilan Sistem

Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) di Indonesia: Systematic literature review. Jurnal

Ilmiah Sistem Informasi dan Ilmu Komputer (JUISIK ), 3(2), 153–166.

Adirahmini, A., Saputra, F., & Dewiyani, F. (2025). Pendayagunaan teknologi informasi aplikasi

ePuskesmas sebagai sistem informasi puskesmas di Kota Tangerang. Jurnal Ilmu Kesehatan

Masyarakat, 14(1), 19–29.

Amin, M., Irawati, N., & Siagian, Y. (2022). Peningkatan efisiensi layanan puskesmas melalui penerapan

sistem informasi terpadu. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mitra Kreasi Cendekia (MKC). 2(1), 84-92

Anggraini, D., Hidayat, R., & Wahyudi, A. (2024). Pengaruh usia, pendidikan dan pelatihan terhadap

penerimaan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS). Jurnal Sistem Informasi Kesehat a n

Indonesia, 9(1), 15–26.

Anthony, E,K., & Lismardani. (2025) Faktor Faktor yang Memengaruhi Kompetensi Sumber Daya

Manusia Dalam Pengelolaan Sistem Informasi Kesehatan di Puskesmas X. Jurnal Of Innovative and

Creativity, 5(2)

Faisal, L. (2025). Analisis sistematis literatur tentang optimalisasi sistem informasi kesehatan untuk

meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan di puskesmas. Simtek: Jurnal Sistem Informasi dan

Teknik Komputer, 10(1), 63–69.

Feli, F., Pratiwi, L., & Rizkifani, S. (2022). Analisis Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Program Studi Farmasi

Terhadap Swamedikasi Obat Bebas dan Bebas Terbatas. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 4(2),

–286.

Firmansyah, A., Hidayat, T., & Lestari, D. (2023). Tinjauan pemanfaatan sistem informasi manajemen

puskesmas dalam pelayanan rawat jalan. Edu RMIK Journal, 3(1).

Fitriani, Hutabarat, S. H., & Awwaliyah, R. (2025). Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Puskesmas

(SIMPUS) dalam pencatat an di Puskesmas wilayah Kota Palu. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(1), 708– 714.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 21. Semarang. Badan

Penerbit Universitas Diponegoro. 66-67

HOT-Fit di Kabupaten Sleman. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 11(1), 1–9.

Ilyas, I., Soraya, Z., & Akib, M. (2024). Pengaruh kompetensi, pengalaman kerja, dan sistem informasi

terhadap inovasi pelayanan pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota

Makassar. YUME: Journal of Management, 5(1), 45–58.

Indriani,S.,& Tika,S,D. (2025) Evaluasi penerapan sistem informasi manajemen puskesmas

menggunakan model DeLone & McLean. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 12(2).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik

Indonesia Nomor 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.

Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik

Indonesia Nomor 31 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Puskesmas. Jakarta: Kemenkes

RI. Kumbadewi, L. S., Suwendra, I. W., & Susila, G. P. A. J. (2021). Pengaruh umur,

pengalaman kerja,upah, teknologi dan lingkungan kerja terhadap perilaku caring perawat. E-Jou r n al

Universitas

Lubis, I., Cindy Aldona, & Meidasarisiregar. (2024). Analisis gambaran persepsi tenaga kesehatan

terhadap pelatihan dan pengembangan profesional di Puskesmas Simalingkar. Jurnal Manajemen

Informasi Kesehatan, 9(1), 102–111.

Meilianti, S., Smith, F., Kristianto, F., Himawan, R., Ernawati, D. K., Naya, R., & Bates, I. (2022). A national

analysis of the pharmacy workforce in Indonesia. Journal Human Resources for Health, 20(1), 1–12.

Noor, M. S., Heryawan, L., & Sanjaya, G. Y. (2026). Analisis maturitas kesehatan digital pada klinik di

Kabupaten Ponorogo. J‑REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, 7(2), 95–106.

Nurmawati, I., & Arofah, K. (2021). Analisis aspek dukungan organisasi dan manajemen terhadap

terjadinya duplikasi nomor rekam medis Puskesmas. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 9(1), 14–20.

Pendidikan Ganesha, 9, 8.

Putri, P. S., Novalima, T., Muthmainnah, F., Wahyuni, E. I., & Ardiansyah, H. (2025). Optimalisasi sistem

informasi manajemen puskesmas (SIMPUS) dalam mendukung pengambilan keputusan

manajerial di UPTD Puskesmas Tanjungpandan. JUKI: Jurnal Komputer dan Informatika, 7(1).

Rahayu, M. M., & Ricky, A. V. (2025). Evaluasi pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas

(SIMPUS) di Puskesmas Sumowono Kabupaten Semarang. Jurnal Ners, 9(3), 4222–4227.

Rokim, A., Putra, D. H., Rumana, N. A., & Indawati, L. (2024). Evaluasi Sistem Informasi Manajemen

Puskesmas (SIMPUS) dengan metode HOT-Fit di Puskesmas Kecamatan Cakung. Jurnal

Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 12(1), 20–30.

Setyorini, R., Suyono, J., Rosyid, A., Arizona, A., & Elisabeth, D. R. (2025). Pe ngaruh komitmen

organisasi, dukungan manajemen puncak, dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai

Dinas Kesehatan Surabaya bidang sumber daya kesehatan. Jurnal Kompetensi Ilmu Sosial, 3(2), 147–16 3.

Sevtiyani, R., & Putriningrum, R. (2023). Evaluasi sistem informasi puskesmas berdasarkan

model

Suary, S. I., & Yunengsih, Y. (2024). Gambaran penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas

(SIMPUS) di UPTD Puskesmas Lawang Gintung Kota Bogor. Jurnal Media Informatika, 6(1),

–266.

Sugiyono. (2014). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.. Sugiyono. (2017).

Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. (2019).

Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Surury, I. (2020). Buku Praktikum Statistical Program for Social Science. Program Studi Kesehatan

Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas 49 Muhammadiyah Jakarta.

Suryandari, E. S. D. H. (2023). Evaluasi penerimaan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas

menggunakan Technology Acceptance Model. Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, 12(1), 81– 89.

Susilawati, & Fitria, I. J. (2025). Peran Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) dalam

meningkatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Ciparay. JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan

Akuntansi), 11(3), 1412–1419.

Suyitno, E. (2024). Faktor-faktor peningkat intensi menggunakan sistem informasi. Journal of Hospital

Management, 7(1).

Utami, N. S., & Lestari, R. (2021). Pengembangan kuesioner kepatuhan pasien dengan skala Likert

favorable dan unfavorable. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(1), 12–22.

Utomo, D. S. N., Hariyati, S., & Setiyowati. (2021). Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Puskesmas

(SIMPUS) (Studi kasus: Puskesmas induk di wilayah Kabupaten Sukoharjo). Jurnal TIKomSiN,

(1).

Wardani, A. K., Rifai, A., & Pitoyo, A. Z. (2025). Faktor yang berhubungan dengan penerimaan sistem

pendaftaran online rumah sakit. J‑REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, 6(2), 45– 56.

Waruwu, M., Pu`at, S. N., Utami, P. R., Yanti, E., & Rusydiana, M. (2025). Metode Penelitian

Kuantitatif: Konsep, Jenis, Tahapan dan Kelebihan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 10(1), 917– 932.

Downloads

Published

19-03-2026

How to Cite

Khumaira, L. S. ., Pratama, K. J. ., & Apriliawan, H. . (2026). Gambaran Pemanfaatan SIMPUS pada Tenaga Kefarmasian di Puskesmas Kabupaten Sukoharjo. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 18344–18359. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8941

Issue

Section

Articles