Strategi Komunikasi Penyintas Lupus Dalam Penggunaan Obat Pada Persatuan Lupus Sumatera Selatan
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8907Keywords:
Strategi Komunikasi, Penyintas Lupus, Penggunaan Obat, Komunikasi KesehatanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi penyintas lupus dalam penggunaan obat pada Persatuan Lupus Sumatera Selatan (PLSS). Lupus (Systemic Lupus Erythematosus/SLE) adalah penyakit autoimun kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan yang konsisten terhadap terapi. Masalah umum yang terjadi adalah rendahnya konsistensi penggunaan obat karena faktor psikologis, sosial, dan literasi kesehatan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lima penyintas lupus aktif di PLSS sebagai subjek. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang digunakan bersifat interpersonal dan berbasis kelompok, dengan pendekatan persuasif dan empatik, serta berdasarkan pengalaman pribadi. Dukungan sosial komunitas memainkan peran penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan. Faktor penghambat meliputi kondisi psikologis yang berfluktuasi dan perbedaan tingkat literasi kesehatan. Studi ini menyimpulkan bahwa komunikasi berbasis komunitas efektif dalam membangun kesadaran dan komitmen terhadap terapi pada penyintas lupus.
References
Adiputra, B. R. (2023). Dinamika resiliensi pada orang dengan lupus (ODAPUS). Jurnal Empati.
Cardoba Foundation. (2021). Komunikasi kesehatan Marisza Cardoba Foundation dalam mendukung penyintas autoimun. AMIKOM Purwokerto.
Johnson, A., & Lee, S. (2022). Effective health communication strategies in chronic disease management. Journal of Health Communication, 27(4), 345–360. https://doi.org/10.1080/10810730.2022.2041234
Lilweri, H. (2025). Strategi komunikasi persuasif dalam kampanye anti rokok. Jurnal Riset Komunikasi, 7(1), 12–20.
Martinez, R., Gomez, P., & Torres, L. (2023). Barriers to health communication in autoimmune disease communities: A qualitative study. Patient Education and Counseling, 106(1), 100–108. https://doi.org/10.1016/j.pec.2022.09.012
Ramadhani, F., Ismail, M., & Susanti, Y. (2025). Strategi komunikasi pada pasien paliatif: Literature review. Jurnal Kesehatan Bethesda, 12(1), 15–22.
Safitri, V. (2020). Metode penelitian kualitatif. Elibrary Unikom.
Setyo Nugroho, A. (2024). Strategi komunikasi pencegahan stunting oleh Puskesmas Palaran. Jurnal Kesehatan Masyarakat Palangkaraya, 9(3), 45–56.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tanzilia, M. F., Tambunan, B. A., & Dewi, D. N. S. S. (2021). Tinjauan pustaka: Patogenesis dan diagnosis sistemik lupus eritematosus. Syifa’ Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 11(2), 139. https://doi.org/10.32502/sm.v11i2.2788
Waridha, M. R. (2023). Strategi komunikasi kesehatan Rumah Sakit Islam Malahayati dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Covid-19. Jurnal Komunikasi Kesehatan, 8(2), 34–42.
Wardana, R. (2025). Strategi komunikasi terapeutik untuk meningkatkan interaksi lansia dengan gangguan kognitif. Jurnal Keperawatan dan Terapi, 15(2), 11–23.
Wulandari, A. (2023). Kampanye kesehatan Yayasan Lupus Indonesia di media sosial Instagram (Skripsi, Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Islam “45” Bekasi). http://repository.unismabekasi.ac.id/3876/2/BAB%20I.pdf
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Silvia Nadiratasya, Sumaina Duku, Lena Marianti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







