Gambaran Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Rsup Haji Adam Malik Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8882Keywords:
Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, WHOQOLAbstract
Gagal ginjal kronik merupakan kondisi kerusakan fungsi ginjal secara permanen yang berlangsung lebih dari tiga bulan dan membutuhkan terapi pengganti ginjal berupa hemodialisis. Secara global, WHO mencatat lebih dari 500 juta kasus gagal ginjal kronik, dengan sekitar 1,5 juta penderita menjalani hemodialisis rutin. Di Indonesia, sebanyak 30,7 juta orang menderita gagal ginjal kronik namun hanya sekitar 25.000 yang menerima pengobatan memadai. Hemodialisis dijalani seumur hidup dengan frekuensi dua hingga tiga kali per minggu sehingga berdampak besar terhadap kualitas hidup pasien mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Di RSUP Haji Adam Malik Medan tercatat 340 pasien menjalani hemodialisis pada tahun 2024, namun gambaran kualitas hidup pasien tersebut belum terdokumentasi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2024 sebagai dasar pengembangan intervensi keperawatan yang tepat sasaran. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 340 pasien hemodialisis periode Januari hingga Juni 2024, dengan sampel 77 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan rumus Slovin toleransi kesalahan 10%. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner WHOQOL terdiri dari 26 pertanyaan mencakup empat domain fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan dengan kategorisasi skor kurang (0–25), cukup (26–50), baik (51–75), dan sangat baik (76–100). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif univariat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki kualitas hidup baik sebesar 64,9%, sangat baik 32,5%, dan cukup 2,6%. Domain lingkungan mencapai hasil tertinggi dengan seluruh responden berkategori sangat baik (100%), domain sosial didominasi kategori sangat baik (49,4%), domain fisik mayoritas baik (79,2%), sedangkan domain psikologis menjadi domain paling rentan dengan proporsi kategori cukup tertinggi (31,2%). Kesimpulan penelitian menunjukkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis berada pada kategori baik, ditopang kuatnya dukungan sosial keluarga dan kenyamanan lingkungan pelayanan rumah sakit, namun domain psikologis dan fisik masih memerlukan intervensi keperawatan lebih intensif dan terstruktur guna mengoptimalkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.
References
Anggraini, D. and Fadila, R. (2022) 'Proyeksi Kasus Gagal Ginjal Kronik di Wilayah Asia Tenggara, Mediterania, Timur Tengah, dan Afrika Tahun 2025', Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Epidemiologi, 8(2), pp. 34–42.
Arfiana, A. and Wirawati, M.K. (2023) 'Prevalensi Gagal Ginjal Kronik di Amerika Serikat dan Negara Berkembang: Kajian Epidemiologi Komparatif', Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 14(1), pp. 112–120.
Dhea Natashia and Hidayat, R. (2020) 'Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis: Tinjauan Domain Lingkungan dan Dukungan Keluarga', Jurnal Keperawatan Indonesia, 23(3), pp. 178–186.
Esnawan, R. et al. (2022) 'Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis ditinjau dari Perubahan Psikososial dan Fisiologis', Jurnal Kesehatan dan Keperawatan, 9(1), pp. 55–63.
Fitria, L. and Blandina, A. (2023) 'Prevalensi Penyakit Ginjal Kronik di Indonesia Berdasarkan Data Riskesdas: Distribusi Usia dan Jenis Kelamin', Jurnal Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat Indonesia, 10(2), pp. 88–97.
Hasanuddin (2022) 'Angka Kematian dan Kelangsungan Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Berdasarkan Kelompok Usia dan Jenis Kelamin', Jurnal Medis dan Klinis, 5(3), pp. 30–38.
Iswara, A. and Muflihatin, S.K. (2021) 'Ketidakpatuhan Terapi Hemodialisis dan Dampaknya terhadap Kondisi Fisik, Mental, dan Sosial Pasien Gagal Ginjal Kronik', Jurnal Keperawatan Terapan, 7(2), pp. 101–110.
Jusron Iriawan et al. (2024) 'Permasalahan Kompleks pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Jangka Panjang dan Pengaruhnya terhadap Dimensi Kualitas Hidup', Jurnal Nefrologi Indonesia, 12(1), pp. 14–23.
Kandou, G.D., Tanos, V. and Masi, G. (2024) 'Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis: Kajian Domain Psikologis, Gangguan Citra Tubuh, dan Aspek Sosial di Rumah Sakit Rujukan', Jurnal Kesehatan Masyarakat Sulawesi, 6(1), pp. 40–48.
Kemenkes RI (2021) Pedoman Nasional Etika Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta: Komite Nasional Etik Penelitian Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lolowang, M., Lumi, X. and Rattoe, V. (2020) 'Gambaran Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Berdasarkan Domain Fisik, Psikologis, dan Sosial', Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 12(2), pp. 67–76.
Musniati, N. (2023) 'Pengaruh Lingkungan Tempat Tinggal dan Dukungan Sosial terhadap Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis', Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 15(1), pp. 22–31.
Nursalam (2020) Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis. Edisi 5. Jakarta: Salemba Medika.
Pujiani and Masruroh (2018) 'Psikoedukasi Keluarga sebagai Komponen Terapi Psikososial dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis', Jurnal Psikiatri dan Keperawatan Jiwa, 4(1), pp. 45–53.
Rahman, A. (2022) 'Pengaruh Gaya Hidup dan Faktor Metabolik pada Laki-Laki terhadap Percepatan Kerusakan Fungsi Ginjal dan Kondisi Fisik Pasien Hemodialisis', Jurnal Kesehatan dan Gizi Klinik, 9(2), pp. 77–85.
Ramadani, F. and Suminar, D.R. (2024) 'Rasa Aman dan Nyaman Pasien Hemodialisis Ditinjau dari Faktor Lingkungan, Dukungan Keluarga, dan Tenaga Kesehatan', Jurnal Keperawatan Komunitas, 11(1), pp. 58–66.
Rustendi, C., Murtiningsih and Inayah (2017) 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis: Usia, Jenis Kelamin, Stadium Penyakit, Frekuensi Terapi, dan Dukungan Sosial', Jurnal Keperawatan Padjajaran, 5(3), pp. 210–219.
Sari, D. and Soleman, A. (2024) 'Gangguan Nyeri, Kelelahan, Mobilitas, serta Kualitas Tidur dan Istirahat pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis', Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah, 17(1), pp. 33–41.
Sembiring, E. et al. (2024) 'Hemodialisis sebagai Terapi Pengganti Ginjal Jangka Panjang: Indikasi, Prosedur, dan Dampak terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik', Jurnal Keperawatan dan Kedokteran Sumatera, 9(2), pp. 101–111.
Siregar, R. and Tambunan, E. (2023) 'Dukungan Sosial Keluarga Inti dan Pasangan Hidup sebagai Faktor Protektif Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis', Jurnal Keperawatan Sumatera Utara, 8(1), pp. 15–24.
Wakhid, A., Linda Wijayanti, D. and Liyanovitasari (2018) 'Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis: Rentang Waktu, Kepatuhan, IDWG, Output Urine, dan Nilai Hemoglobin', Jurnal Keperawatan Soedirman, 13(2), pp. 88–96.
WHO (2018) Global Report on Chronic Kidney Disease: Epidemiology, Prevention, and Management. Geneva: World Health Organization.
Yusrita Syafitri (2022) 'Gambaran Pasien Gagal Ginjal Kronik di Sumatera Utara: Prevalensi, Diagnosis, dan Cakupan Hemodialisis Berdasarkan Data Riskesdas', Jurnal Kesehatan Sumatera Utara, 6(1), pp. 44–52.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 agentar P . Pane, Agustaria Ginting, Katarina Desyria

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







