PEMETAAN DAN ANALISIS HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PREEKLAMSIA DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2022-2024

Authors

  • Cintaina Azzahra Eka Areshwatie Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8861

Keywords:

Berat Lahir, Jawa Timur, Peta, Preeklampsia, BBLR

Abstract

Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan penyebab utama mortalitas neonatal global, dengan preeklamsia sebagai faktor risiko utama melalui restriksi nutrisi plasenta. Penelitian ini menganalisis hubungan riwayat preeklamsia dengan kejadian BBLR di 38 kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur periode 2022-2024. Menggunakan rancangan deskriptif korelasional, data sekunder dari Profil Kesehatan Jawa Timur dianalisis dengan QGIS 3.34.3 untuk pemetaan spasial dan R Studio untuk uji normalitas Shapiro-Wilk serta korelasi Spearman. Sampling total populasi mencakup seluruh kabupaten. Hasil menunjukkan tren fluktuatif puncak 2023 (preeklampsia: 16.905 kasus; BBLR: 23.562 kasus), persebaran tidak merata dengan hotspot di Jember, Surabaya, dan Bojonegoro, serta korelasi positif kuat (ρ=0,849-0,866, p<0,05). Simpulan menyatakan preeklamsia secara signifikan memprediksi BBLR, menekankan skrining antenatal terarah di wilayah beban tinggi.

 

References

Afriani, S., & Sutarno, M. (2025). HUBUNGAN ANEMIA DAN PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN BBLR DI PUSKESMAS PEMBANTU KALIBARU CILINCING JAKARTA UTARA. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 5(6), 2528–2536.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (7th ed.). SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781071817903

Dinkesprov Jatim. (2025). Profil kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Emzir. (2021). Metodologi penelitian pendidikan: Kuantitatif dan kualitatif. Pustaka Pelajar.

Fitriyah. (2019). Hubungan preeklamsia dengan BBLR di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia.

Hikmah, N. R., Suroso, T. A., & Affandi, T. T. (2025). Hubungan paritas dan preeklamspsia terhadap kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit Permata Cirebon. Galenical: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh, 4(6), 102–108.

Kemenkes. (2025). Profil kesehatan Indonesia tahun 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Luthfiyah, Z. (2025). Distribusi kasus BBLR berdasarkan cakupan kunjungan neonatal lengkap di Provinsi Jawa Timur tahun 2021-. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2), 5928–5938.

Notoatmodjo, S. (2023). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Oktarina, M., Herdiani, T. N., Rahmawati, I., & Susanti, R. (2021). Hubungan preeklamsia dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), 139–145.

Prasetyo, R. W., & Adisasmita, A. C. (2025). Hubungan komplikasi kehamilan dengan kejadian BBLR di Jawa Timur: Analisa data SKI 2023. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9, 2779–2786.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Zuvarcan, D. A., Putra, D. A., & Martuti, S. (2024). Correlation between preeclampsia and infant low birth weight at Dr. Moewardi Hospital, Surakarta, Central Java, Indonesia. Journal of Maternal and Child Health, 9(1), 28–37. https://doi.org/10.26911/thejmch.2024.09.01.03

Downloads

Published

03-03-2026

How to Cite

Eka Areshwatie, C. A. . (2026). PEMETAAN DAN ANALISIS HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PREEKLAMSIA DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2022-2024. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 6(1), 15128–15134. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8861

Issue

Section

Articles