Etika Publik dalam Fenomena Cancel Culture pada Media Sosial TikTok: Analisis Komentar Netizen terhadap Abidzar Al-Ghifari

Authors

  • Amanda Sagita Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Fifi Hasmawati Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Sri Hertimi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8858

Keywords:

Etika Komunikasi Publik, Cancel Culture, Media Sosial, Komentar Netizen, Literasi Digital

Abstract

Fenomena cancel culture di media sosial menunjukkan perubahan pola komunikasi publik yang semakin terbuka namun berpotensi menurunkan standar etika komunikasi. Kasus respons netizen terhadap Abidzar Al-Ghifari di platform TikTok menjadi salah satu contoh bagaimana opini publik dapat berkembang menjadi tekanan sosial kolektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis etika komunikasi publik dalam komentar netizen pada fenomena tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap 100 komentar yang dipilih secara purposive dari akun @zloomyx. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana (2014), yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Indikator etika komunikasi publik yang digunakan mencakup aspek sopan santun, efektif dan efisien, serta saling menghargai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% komentar memenuhi ketiga indikator etika komunikasi publik, sedangkan 60% lainnya tidak memenuhi. Aspek saling menghargai menjadi indikator dengan tingkat pelanggaran tertinggi, diikuti aspek sopan santun, sementara aspek efektif dan efisien memiliki tingkat pemenuhan paling tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun pesan disampaikan secara jelas dan relevan, sebagian besar komunikasi netizen masih didominasi ekspresi emosional dan serangan personal. Dengan demikian, praktik cancel culture berpotensi menggeser fungsi kritik publik menjadi bentuk kekerasan verbal digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi etika komunikasi digital agar ruang publik daring tetap konstruktif dan menghargai martabat individu.

References

Aristotle. (2007). On rhetoric: A theory of civic discourse (2nd ed.). Oxford University Press.

Creswell, J. W. (2016). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Sage Publications.

Hamidah, N., Putri, A., & Rahmawati, D. (2024). Fenomena cancel culture di media sosial dan implikasinya terhadap etika komunikasi digital. Jurnal Komunikasi Digital, 6(1), 45–58.

Lavesia, S. C., & Kurdaningsih, D. M. (2025). Resepsi penonton terhadap statement Abidzar Al Ghifari pada pemeran utama film A Business Proposal. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4).

Lister, M., Dovey, J., Giddings, S., Grant, I., & Kelly, K. (2009). New media: A critical introduction (2nd ed.). Routledge.

Lévy, P. (2001). Cyberculture. University of Minnesota Press.

Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, & Johnny Saldaña. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Parmadie, A. S., & Parmadie, B. D. (2023). Entertainment media and the crisis of communication ethics in ambiguous phenomena (case study of public figure feud). Journal of Aesthetics, Design, and Art Management, 3(1).

Putri, A. A., Romadhonie, S. A., Salwa, N., & Riswanmudi, A. R. (2025). Persepsi pengguna X terhadap cancel culture yang dialami Abidzar Al Ghifari. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial Politik, 3(1), 72–80.

Sutikna, A., & Ayu, P. (2025). Paradoks akuntabilitas digital dalam praktik cancel culture di media sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi Kontemporer, 9(2), 112–126.

Wood, J. T. (2013). Interpersonal communication: Everyday encounters (7th ed.). Cengage Learning.

Downloads

Published

10-03-2026

How to Cite

Sagita, A., Hasmawati, F. ., & Hertimi, S. . (2026). Etika Publik dalam Fenomena Cancel Culture pada Media Sosial TikTok: Analisis Komentar Netizen terhadap Abidzar Al-Ghifari. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 16886–16890. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8858

Issue

Section

Articles