PESAN DAKWAH TENTANG MENJAGA KESEHATAN DALAM KANAL YOUTUBE @DR. ZAIDUL AKBAR OFFICIAL PADA TEMA IFTHAR MAKAN, OLAHRAGA, DAN TIDUR DALAM ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8847Keywords:
Dakwah kesehatan, Dakwah digital, Strategi Komunikasi, Analisis Framing, Maqasid Al-SyariahAbstract
Perkembangan media digital telah mengkonstruksi praktik dakwah islam, termasuk dalam penyampaian pesan kesehatan berbasis nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pesan dakwah kesehatan serta strategi komunikasi yang digunkan dalam video kajian Ifthar: Makan, Olaraga dan Tidur dalam islam pada kanal YouTube @Dr. Zaidul Akbar Official. Peneitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi dokumen dan t,eknik analisis isi yang dipadukan dengan teori framing. Hasil penelitian menunjukan bahwah pesan dakwah kesehatan dikonstruksi secara holistik melalui integrase dimensi aqidah (kesehatan sebagai amanah), syariah (implementasi pola hidup sehat sesuai sunnah), dan akhlak (tanggung jawab moral terhadap tubuh). Strategi komunikais yang digunakan bersifat integratof, persuasive, dan edukatif dengan menggabungkan dalil normative dan argumentasi ilmiah kesehatan modern. Framing kesehatan sebagai bagian dari maqasid al-syari’ah khususnya hifz al-nafs memperkuat legitimasi religius pesan tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah kesehatan digital tidak hanya berfungsi sebagai penyebaran nilai normatoif, tetapi juga sebagai instrument transformasi prilaku hidup sehat masyarakat Muslim. komunikasi yang digunakan bersifat integratif, persuasif, dan edukatif dengan menggabungkan dalil normatif dan argumentasi ilmiah kesehatan modern. Framing kesehatan sebagai bagian dari maqasid al-syari’ah, khususnya hifz al-nafs, memperkuat legitimasi religius pesan tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah kesehatan digital tidak hanya berfungsi sebagai penyebaran nilai normatif, tetapi juga sebagai instrumen transformasi perilaku hidup sehat masyarakat Muslim.
References
(Format APA 7th Edition)
Al-Qaradawi, Y. (1992). Fiqh al-da’wah. Cairo: Maktabah Wahbah.
Al-Syatibi, A. I. (2004). Al-muwafaqat fi usul al-shari’ah. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Berelson, B. (1952). Content analysis in communication research. Free Press.
Entman, R. M. (1993). Framing: Toward clarification of a fractured paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1993.tb01304.x
Hartoputri, A., & Sudrajat, R. H. (2023). Pesan kesehatan dalam dakwah digital melalui Instagram @zaidulakbar. Jurnal Komunikasi Islam, 13(2), 145–160.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah. (2003). Al-tibb al-nabawi. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Krippendorff, K. (2004). Content analysis: An introduction to its methodology (2nd ed.). Sage Publications.
McLuhan, M. (1964). Understanding media: The extensions of man. McGraw-Hill.
Nasrullah, R. (2017). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Nurhasanah, N., Ravico, R., & Firtanosa, F. (2023). Studi deskriptif pesan dakwah tentang kesehatan pada konten kreator YouTube Dr. Zaidul Akbar. Jurnal Dakwah Digital, 5(1), 22–37.
Shihab, M. Q. (2007). Membumikan Al-Qur’an. Mizan.
World Health Organization. (1947). Constitution of the World Health Organization. WHO.
Zamzam, M. A. F., & Rahmawati, F. N. (2025). Strategi komunikasi pesan kesehatan Islami dalam mendorong perilaku hidup sehat. Jurnal Komunikasi dan Dakwah, 9(1), 55–72.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhamad Erwan Soleh, Mohd Aji Isnaini, Muzaiyanah Muzaiyanah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







