Analisis Politik Kewargaan Pada Komunitas Transpuan Warna Sriwijaya Di Kota Palembang

Authors

  • Fathimah Syirin Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Ryllian Chandra Eka Viana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Ibrahim Mifthafariz Mirza Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8829

Keywords:

citizenship politics; transpuan; citizenship rights; Palembang

Abstract

This study examines the practices of citizenship politics among the Warna Sriwijaya transpuan community in Palembang City within conditions of social and structural constraints. Although transpuan are administratively recognized as citizens, they continue to face social stigma, discrimination, and the absence of legal recognition of gender identity. This study aims to analyze forms of citizenship political practices, the fulfillment of rights, and the political participation of the transpuan community at the local level. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis is conducted using Kristian Stokke’s framework of citizenship politics, combined with Nancy Fraser’s concept of social justice. The findings indicate that the Warna Sriwijaya transpuan community has exercised citizenship politics through voting rights, political engagement, and interactions with local government. Access to administrative and health services is relatively available; however, the right to decent work remains limited due to an employment system that is not yet inclusive. Overall, the fulfillment of transpuan citizenship rights remains partial.

References

Almond, G. A., & Powell, G. B., Jr. (1966). Comparative politics: A developmental approach. Boston, MA: Little, Brown and Company

Ardiansyah, A., Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage.

ICJR (Institute for Criminal Justice Reform). (2020). Laporan Situasi Hak-Hak Transpuan di Indonesia. Jakarta: ICJR.

Komnas Perempuan. (2021). Catatan Tahunan (CATAHU) 2021: Kekerasan terhadap Perempuan di Ranah Privat, Publik, dan Negara. Jakarta: Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Diakses dari https://komnasperempuan.go.id/download-file/816

Putri, H. J., & Murhayati, S. (2025). Metode Pengumpulan Data Kualitatif. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2),

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

The Jakarta Post. (2024, 18 Maret). Long-sought IDs give trans Indonesians the right to vote. The Jakarta Post.

Warna Sriwijaya. (2023). Laporan Tahunan dan Program Advokasi Komunitas Transpuan di Palembang. Tidak diterbitkan. Arsip Internal Komunitas

Hiariej, E & Stokke, K (2018) Politik Kewargaan di Indonesia, Penerbit Yayasan Obor, Indonesia.

Fraeser, N. (1995) From Redistribution To Recognition?Dilemmas For Justice In a Post Socialist Age, New Left Review, 212, 68-93

The Jakarta Post. (2024, 18 Maret). Long-sought IDs give trans Indonesians the right to vote. The Jakarta Post.

Aliansi Jurnalis Independen. (2023, November 15). Jelang tahun politik, pemberitaan media online diskriminatif terhadap LGBT. AJI.or.id.

Anam, K. (2021). Hak Politik Kelompok Rentan dalam Pemilu di Indonesia. Jakarta: Komnas HAM

Maulina, A., Rahmah, A., & Pangesti, A. D. (2023). Problematika LGBT dalam Perspektif Pancasila dan Masyarakat. Indigenous Knowledge, 2(2)

Ardiansyah, A., Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9.

Balqis, F. E. (2021). Hak sipil dan politik kaum marginal (upaya kelompok transpuan di kota Pangkalpinang dalam memperjuangkan hak sipil dan politiknya) [Skripsi sarjana, Universitas Bangka Belitung].

Budiman, A. (2016). Representasi Kelompok LGBT dalam Politik: Studi Kasus di Indonesia. Jurnal Politik, 2(2), 123–140

Schmitt-Beck, R. (2023). Political Talk and the Triad of Democratic Citizenship. Deliberative Democracy Journal.

Setiawan, D. (2020). Partisipasi Politik Kelompok Marjinal dalam Pemilu: Studi pada Komunitas Waria di Kota X. Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan, 5(1), 45–58.

Setyawan, J., & Muhiddin, S. (2023). Antara penolakan dan penerimaan: Eksplorasi sikap dan persepsi orang muda terhadap LGBT+ di Indonesia / Rejection or Acceptance: Exploration of Youth Attitude and Perception toward LGBT+ in Indonesia. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 9(1), 101-122.

Siregar, F. (2019). Marginalisasi Gender dalam Demokrasi Indonesia. Jurnal Politik Profetik, 2(2), 32–45.

Downloads

Published

08-03-2026

How to Cite

Syirin, F., Viana, R. C. E. ., & Mirza, I. M. . (2026). Analisis Politik Kewargaan Pada Komunitas Transpuan Warna Sriwijaya Di Kota Palembang. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 15646–15656. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8829

Issue

Section

Articles