Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Swamedikasi Dismenore Pada Mahasiswi Politeknik Bisnis Digital Indonesia

Authors

  • Ahmad Subagiyo Politeknik Tiara Bunda
  • Ermeida Nelli Politeknik Tiara Bunda

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8790

Keywords:

Pengetahuan, Sikap, Swamedikasi, Dismenore, Mahasiswi

Abstract

Latar Belakang: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap swamedikasi dismenore pada mahasiswi di Politeknik Bisnis Digital Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 64 mahasiswi, dan seluruh responden diikutsertakan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,85). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (42,2%) dan sikap yang positif terhadap swamedikasi dismenore (60,9%). Selain itu, mayoritas responden pernah mengalami dismenore (81,3%), dengan intensitas nyeri sedang sebagai keluhan yang paling sering dilaporkan. Obat yang paling sering digunakan dalam swamedikasi adalah asam mefenamat, ibuprofen, dan parasetamol. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap terhadap swamedikasi dismenore (p = 0,005; p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan yang lebih tinggi berhubungan dengan sikap yang lebih positif terhadap praktik swamedikasi dismenore pada mahasiswi. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan dan promosi penggunaan obat yang rasional untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong praktik swamedikasi yang aman dan tepat di kalangan mahasiswi.

References

Astuti, R. P., Putri, E. M. I., Rahmawati, R., & Untari, N. (2023). Impact of dysmenorrhea management health education on adolescent girls’ knowledge and attitude about dysmenorrhea management. Jurnal EduHealth, 15(2). https://doi.org/10.54209/jurnaleduhealth.v15i02.4658

Latifah, L., Darajati, N. M., & Kartikasari, A. (2024). Adolescents’ knowledge, attitudes, and non-pharmacological practice of treating dysmenorrhea. Jurnal Obstetri dan Kebidanan. https://doi.org/10.20884/1.job.2024.6.2.13156

Haswan, D., Pujiastuti, A., & Pratiwi, N. D. (2024). Sikap dan perilaku swamedikasi dismenore primer pada mahasiswi farmasi. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 7(1). https://doi.org/10.35473/ijpnp.v7i01.3041

Sembiring, E. B., Siburian, F. L. Y., Suci, T., & Ginting, A. N. B. (2025). Factors associated with self-medication practices of primary dysmenorrhea among students. Buletin Kedokteran dan Kesehatan Prima, 4(1).

Safitri, S., & Hayati, F. (2023). Swamedikasi dismenorea primer pada remaja putri. Prosiding Seminar Kesehatan Nasional.

Mulyani, D., Sandytia, F., & Hilmarni. (2023). The overview of self-medication knowledge levels of dysmenorrhea drugs among students. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius, 2(1).

Mulyani, D., Haryani, C., & Elwan, S. F. (2024). Gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi penggunaan obat dismenorea pada siswi. SITAWA: Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional, 4(1).

Dermawan, Z., Sertiatjahjati, S., & Mugi, M. (2024). Tingkat pengetahuan dan perilaku dalam memilih obat pada remaja putri dalam swamedikasi dismenore. Compromise Journal Community Professional Service Journal, 3(1).

Ulfa, R., Putri, D. K., Yanti, E., & Rosanti, A. S. (2025). The effect of education on knowledge of self-medication for dysmenorrhea in students. Jurnal Kesehatan, Sains, dan Teknologi (JAKASAKTI).

Kurniawan, M. O., Irmansyah, F., & Goenawan, A. (2025). Overview of knowledge regarding dysmenorrhea and its management among female medical students. Jurnal MedScientiae, 4(3).

Armour, M., Parry, K., Manohar, N., Holmes, K., Ferfolja, T., Curry, C., MacMillan, F., & Smith, C. A. (2020). The prevalence and academic impact of dysmenorrhea in university students. BMJ Open, 10(2).

Iacovides, S., Avidon, I., & Baker, F. C. (2020). What we know about primary dysmenorrhea today: A critical review. Human Reproduction Update, 26(1), 1–15.

Burnett, M., & Lemyre, M. (2021). Primary dysmenorrhea consensus guideline. Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada, 43(3), 322–334.

Ju, H., Jones, M., & Mishra, G. (2020). The prevalence and risk factors of dysmenorrhea. Epidemiologic Reviews, 42(1), 1–13.

Armour, M., Ee, C., Naidoo, D., Ayati, Z., & Chalmers, K. J. (2021). Exercise for dysmenorrhea: A systematic review and meta-analysis. BMC Women’s Health, 21(1).

Parker, M. A., Sneddon, A. E., & Arbon, P. (2021). The menstrual disorder of teenagers: Dysmenorrhea in adolescents. Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology.

Omidvar, S., Begum, K., & Hussain, S. (2022). Menstrual problems and self-medication among university students. International Journal of Adolescent Medicine and Health.

Alorfi, N. M. (2023). Pharmacological methods of pain management for dysmenorrhea. Journal of Pain Research.

Yadlapalli, A., Lella, M., Manchu, T., Vemu, S., Tirumalasetty, D., & Motakatla, U. R. (2024). Knowledge, attitude, and self-medication practices among medical students in dysmenorrhea. National Journal of Physiology, Pharmacy and Pharmacology, 14(8), 1716–1722.

Samal, J., Thomas, M. B., & Singh, H. (2024). Self-medication practices for dysmenorrhea among students: A systematic review. Discover Social Science and Health.

Downloads

Published

29-01-2026

How to Cite

Subagiyo, A., & Ermeida Nelli. (2026). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Swamedikasi Dismenore Pada Mahasiswi Politeknik Bisnis Digital Indonesia. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 15739–15748. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8790

Issue

Section

Articles