Peran Kelompok Wanita Tani (Kwt) Dalam Wisata Tanaka Waterfall Dengan Perspektif Teori Collaborative Governance

Authors

  • Sivera Priyadita Universitas Brawijaya
  • Siti Ulul Az’Mia Universitas Brawijaya
  • Naela Cyril Zerlinda Universitas Brawijaya
  • Adinda Resinta Dwi Fitria Universitas Brawijaya
  • Wahyu Rama Saldiansyah Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.877

Keywords:

Collaborative Governance, Pariwisata, Inovasi Sosial, Kelompok Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi model Collaborative Governance dalam pengelolaan Wisata Tanaka Waterfall di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Fokus utama penelitian adalah menganalisis inovasi yang dilakukan oleh komunitas perempuan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam memperkuat tata kelola wisata berbasis kolaborasi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, penelitian ini melibatkan lima informan kunci dari berbagai latar belakang dalam ekosistem wisata Tanaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kolaboratif yang terbentuk berawal dari kondisi saling membutuhkan antara pemerintah desa dan masyarakat lokal, ditunjang dengan tingginya tingkat kepercayaan sosial yang menjadi modal utama kolaborasi. Struktur kelembagaan berkembang dari praktik informal menuju tata kelola yang lebih terorganisir dengan terbentuknya "pengurus 12" sebagai forum koordinasi dan pengakuan formal terhadap KWT melalui Surat Keputusan desa. Kepemimpinan fasilitatif yang muncul berperan menjembatani berbagai kepentingan dan membangun dialog dua arah yang deliberatif. Dampak dari kolaborasi ini bersifat multidimensional, mencakup peningkatan pendapatan wisata yang signifikan dari Rp 90 juta (2020) menjadi Rp1,4 miliar (2023), diversifikasi lapangan kerja, dan pemberdayaan perempuan dalam ranah ekonomi lokal. Model pengelolaan Tanaka Waterfall ini menawarkan praktik baik (best practice) dalam membangun tata kelola pariwisata yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berbasis pada kekuatan masyarakat lokal.

References

Afandi, R. H., & Rustantono, H. (2024). PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT WISATA UMBULAN TANAKA KABUPATEN MALANG. In JIPSOS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Ilmu Sosial (Vol. 2, Issue 1).

Berliandaldo, M., Chodiq, A., & Fryantoni, D. (2021). Kolaborasi dan Sinergitas Antar Stakeholder dalam Pembangunan Berkelanjutan Sektor Pariwisata Di Kebun Raya Cibinong.

Fajarwati Wijaya, L., & Suranto, J. (2020). Inovasi Pelayanan Publik Program E-Retribusi Di Dinas Perdagangan Kota Surakarta.

Falda Wisnu Ardiansyah, H. P., & Budi Puspo Priyadi. (2023). ANALISIS COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PEMNGEMBANGAN PARIWISATA PANTAI DEWA RUCI JATIMALANG KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN PURWOREJO.

Fatman, J. H., Nurlinah, N., & Syamsu, S. (2023). Pelayanan Publik Berbasis Collaborative Governance Di Pelabuhan Andi Mattalata Kabupaten Barru. Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik, 9(1), 120–134. https://doi.org/10.26618/kjap.v9i1.10515

Fitra Baiti Rahman, A., & Zitri, I. (2023). COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERKEMBANGAN PARIWISATA DI KAWASAN SENGGIGI KABUPATEN LOMBOK BARAT Collaborative Governance in Tourism Development in The Senggigi Area, West Lombok Regency. Nusantara Hasana Journal, 3(2), Page.

Ida Ayu Dewi Indrayani, Ni Putu Anik Prabawati, & I Putu Dharmanu Yudartha. (2024). Collaborative Governance Berbasis Pentahelix dalam Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan (Studi Kasus: Desa Wisata Taro, Kecamatan TegallalanG, Kabupaten Gianyar). 2.

Molla, Y., Supriatna, T., & Kurniawati Affiliation, L. (2021). COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN KAMPUNG WISATA PRAIIJING DI DESA TEBARA KECAMATAN KOTA WAIKABUBAK KABUPATEN SUMBA BARAT. 2(02).

Muhammad Noor, Falih Suaedi, & Antun Mardiyanta. (2022). COLLABORATIVE GOVERNANCE Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktik.

Mulyani, S., Dewi Pramodia Ahsani, R., & Negri Wijaya, D. (2021). Collaborative Governance on Ecotourism: Towards Sustainable Tourism Development. Jurnal Borneo Administrator, 17(3), 319–334. https://doi.org/10.24258/jba.jba.v17i3.958

Nugroho, I., & Hilman, Y. A. (2020). SINERGITAS PROGRAM “FANTASTIC! PONOROGO” DALAM RANGKA PEMBANGUNAN PARIWISATA. Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja, 10(1), 220–229. https://doi.org/10.33701/jiwbp.v10i1.893

Nurdiansyah, D. A., & Wicaksono, I. (2024). Collaborative Governance of Tourism Development in Sidomulyo Village, Jember Regency. Journal of Geosciences and Environmental Studies, 1(1), 14. https://doi.org/10.53697/ijgaes.v1i1.3231

Satriyo, S., Pambudi, I., Suryono, A., & Setyowati, E. (2020). Collaborative Governance Towards Development of Eco-Based Tourism Village in Kalipucang Village, Pasuruan Regency. 23(2).

Sinaga, I. C. (2021). Collaborative Governance in Tourism Development in Indonesia: Study of South Sumatera Province. Journal of Public Administration and Governance, 11(3), 16. https://doi.org/10.5296/jpag.v11i3.18747

Umiyati, S., Wahyuni, S., & Ratnawati, S. (2023). Collaborative Governance Model in Integrated Management of the Bromo Tengger Semeru Tourism Area through Local Wisdom Approach.

Yasintha, P. N. (2020). Collaborative Governance Dalam Kebijakan.

Downloads

Published

10-06-2025

How to Cite

Priyadita, S., Az’Mia, S. U. ., Zerlinda, N. C. ., Fitria, A. R. D. ., & Saldiansyah, W. R. . (2025). Peran Kelompok Wanita Tani (Kwt) Dalam Wisata Tanaka Waterfall Dengan Perspektif Teori Collaborative Governance. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 6057–6070. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.877

Issue

Section

Articles