Kolaborasi Tetrahelix dalam Mitigasi Bencana di Kecamatan Bumiaji Kota Batu
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.872Keywords:
Tetrahelix, Mitigasi Bencana, Collaborative Governance, Governance, GovernmentAbstract
Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam. Kecamatan Bumiaji di Kota Batu, Jawa Timur, menjadi salah satu wilayah yang rawan terhadap bencana bencana alam karena kondisi geografisnya yang berada di lereng pegunungan dengan curah hujan yang tinggi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran dan kolaborasi antar-aktor dalam model tetrahelix pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan media dalam upaya mitigasi bencana bencana alam di Kecamatan Bumiaji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipatif, wawancara mendalam dengan informan kunci yang dipilih secara purposive, serta analisis dokumen baik formal maupun informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh unsur tetrahelix telah menunjukkan keterlibatan dalam kegiatan mitigasi bencana, namun pelaksanaannya masih bersifat parsial dan belum terintegrasi secara optimal. Pemerintah masih menjadi aktor dominan, sementara peran komunitas dan media belum sepenuhnya dimaksimalkan. Akademisi dan sektor swasta mulai berkontribusi melalui penelitian dan program tanggung jawab sosial (CSR), namun kolaborasi lintas sektor belum berjalan secara berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pelibatan aktif seluruh aktor dalam mewujudkan sistem mitigasi bencana yang adaptif dan berkelanjutan di tingkat lokal.
References
BNPB. (2017). Data Bencana Nasional . Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Catalyst Indonesia. (2022). Definisi Kolaborasi. Diakses tgl 9 April 2025.
Buchari, RA (2020). Manajemen mitigasi bencana dengan kelembagaan masyarakat di daerah rawan bencana Kabupaten Garut Indonesia. Sawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pembangunan Sosial, Desa Dan Masyarakat , 1 (1), 1-7.
Fauzielly, L. (2018). Sosialisasi mitigasi bencana bencana alam di daerah Hambalang, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat , 7 (1), 11-13.
Lindmark, A., Sturesson, E., & Nilsson-Roos, M. (2009). Difficulties of collaboration for
innovation - A study in the Öresund region. 1– 236 http:/lup.lub.lu.se/studentpapers/record/1437850
Pisano, Verganti. (2008). Which kind of collaboration is right for you? https://hbr.org/2008/12/which-kindofcollabroation-is-right-for-you
Shivam Vivekananda, G., Yaqutun Nafis, A., Sabitha, A., Aji Saputra, M., Agustian Putra, I., Taufikurrahman, T., & Kusmiarto, K. (2025). Kolaborasi dan Sinergitas Multipihak dalam Pengamanan Aset Bendungan Pandan Duri di Kabupaten Lombok Timur Indonesia. Widya Bhumi, 5(1), 54–72. https://doi.org/10.31292/wb.v5i1.238
Carayannis, E. G., & Campbell, D. F. J. (2009). “‘Mode 3’ and ‘Quadruple Helix’: Toward a
st century fractal innovation ecosystem.” International Journal of Technology Management, 46(3/4), 201–234. https://doi.org/10.1504/IJTM.2009.023374
Sopacua, Y., & Salakay, S. (2020). Sosialisasi Mitigasi Bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Ambon. Communicare: Jurnal Ilmu Komunikasi , 7 (1), 1-17.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Susanto, A.B. (2006). Disaster Management di Negeri Rawan Bencana. Jakarta: Aksara Grafika Pratama.
Warto, Agus T, Sunit. & Nugroho P, Pantyo. (2002). Pengkajian Manajemen
Penanggulangan Korban Bencana pada Masyarakat di Daerah Rawan Bencana dalam Era Otonomi Daerah.Yogyakarta: Departemen Sosial RI.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Syaharani Wibowo, Bela Balina, Daffa Luthfadi Putra, Shinta Ayu Vernanda, Regitha Ameydia Putri, Prisca Kiki Wulandari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







