Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Balita Malnutrisi Di Puskesmas Lohia Kabupaten Muna
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8673Keywords:
Balita, Malnutrisi, Pemberian Makanan Tambahan, Pertumbuhan, PerkembanganAbstract
Malnutrisi pada balita merupakan masalah kesehatan yang berdampak pada gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan salah satu intervensi pemerintah untuk memperbaiki status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian makanan tambahan terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita malnutrisi di Puskesmas Lohia Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 30 balita usia 12–59 bulan dengan status gizi kurang dan gizi buruk yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian makanan tambahan berbasis energi dan protein selama 90 hari. Data pertumbuhan diukur melalui berat badan dan status gizi, sedangkan perkembangan dinilai menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Rata-rata berat badan meningkat dari 9,8 kg menjadi 11,0 kg setelah intervensi (p < 0,001). Sebanyak 65% balita mengalami perbaikan status gizi dari gizi kurang menjadi gizi baik. Selain itu, 70% balita yang sebelumnya mengalami keterlambatan perkembangan menunjukkan perkembangan sesuai usia setelah 90 hari intervensi. Pemberian makanan tambahan efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan balita malnutrisi di Puskesmas Lohia Kabupaten Muna. Program PMT perlu terus dilaksanakan dengan pemantauan dan edukasi yang berkelanjutan.
References
Bhutta, Z. A., Das, J. K., Rizvi, A., Gaffey, M. F., Walker, N., Horton, S., Webb, P., Lartey, A., & Black, R. E. (2020). Evidence-based interventions for improvement of maternal and child nutrition: What can be done and at what cost? The Lancet, 382(9890), 452–477. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)60996-4
Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., Bhutta, Z. A., Christian, P., de Onis, M., Ezzati, M., Grantham-McGregor, S., Katz, J., Martorell, R., & Uauy, R. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)60937-X
Dahlan, M. S. (2014). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan (Edisi 6). Salemba Medika.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang anak. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Petunjuk teknis pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal untuk balita dan ibu hamil. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2023. Kementerian Kesehatan RI.
Polit, D. F., & Beck, C. T. (2018). Nursing research: Generating and assessing evidence for nursing practice (10th ed.). Wolters Kluwer.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
UNICEF. (2021). The state of the world’s children 2021. UNICEF.
World Health Organization. (2008). Training course on child growth assessment. WHO Press.
World Health Organization. (2022). WHO child growth standards. WHO Press.
World Health Organization. (2023). Global nutrition report 2023. WHO Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fitri Diana Astuti, Wahyu Ilahi, Maya Sari, Intan Kumala Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







