Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Perawat Di Rumah Sakit Advent Medan Tahun 2024

Authors

  • Sri Martini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth
  • Friska Ginting Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth
  • Eli Simanjuntak Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8638

Keywords:

Aktivitas Fisik, Nyeri Punggung Bawah, Perawat

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan manifestasi klinis muskuloskeletal yang paling signifikan di kalangan perawat rumah sakit akibat tingginya intensitas aktivitas fisik selama bertugas, seperti mengangkat pasien, mendorong peralatan medis, dan berdiri dalam waktu lama tanpa penerapan prinsip ergonomis yang memadai. Data Global Burden of Disease mencatat 1,71 miliar orang hidup dengan gangguan muskuloskeletal secara global, sementara prevalensi nyeri punggung bawah pada perawat di Indonesia tercatat sebesar 57% pada tahun 2019. Survei awal di Rumah Sakit Advent Medan menemukan bahwa tiga dari sepuluh perawat melaporkan keluhan nyeri punggung bawah dalam kategori ringan hingga berat, mengindikasikan bahwa kondisi ini merupakan permasalahan nyata yang memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan keluhan nyeri punggung bawah pada perawat di Rumah Sakit Advent Medan Tahun 2024 guna memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan intervensi pencegahan yang tepat dan berbasis bukti. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 161 perawat dengan sampel sebanyak 61 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan rumus Slovin dengan toleransi kesalahan 10%. Instrumen penelitian menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) untuk mengukur aktivitas fisik dengan kategorisasi ringan, sedang, dan berat, serta The Pain and Distress Scale Zung untuk mengukur nyeri punggung bawah dengan kategorisasi ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank pada tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas perawat memiliki aktivitas fisik berat sebesar 50,8% dan sedang 49,2%. Keluhan nyeri punggung bawah didominasi kategori ringan 39,3%, sedang 36,3%, berat 23,0%, dan sangat berat 1,6%. Uji Spearman Rank menghasilkan nilai p = 0,484 dengan koefisien korelasi 0,091, yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan keluhan nyeri punggung bawah. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa nyeri punggung bawah pada perawat lebih dipengaruhi oleh faktor multidimensional seperti usia, masa kerja, postur tubuh tidak ergonomis, dan durasi shift kerja dibandingkan semata-mata oleh tingkat aktivitas fisik, sehingga diperlukan pendekatan pencegahan holistik yang mencakup pelatihan ergonomi dan promosi kesehatan berkelanjutan.

References

Adriati Dwina, R., Setiawan, A., & Nugroho, T. (2023). Hubungan beban kerja fisik dengan keluhan nyeri punggung bawah pada perawat. Jurnal Kesehatan Kerja dan Lingkungan, 8(2), 112–120.

Aditya, R., & Kasih, P. N. (2023). Pengaruh usia dan masa kerja terhadap kejadian nyeri punggung bawah pada tenaga keperawatan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 26(1), 45–53.

Cieza, A., Causey, K., Kamenov, K., Hanson, S. W., Chatterji, S., & Vos, T. (2020). Global estimates of the need for rehabilitation based on the Global Burden of Disease study 2019: A systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2019. The Lancet, 396(10267), 2006–2017. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)32340-0

Fadillah, N., Rahmat, I., & Susanti, D. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan nyeri punggung bawah pada perawat rumah sakit. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 78–86.

Faza, M., Kurniawan, B., & Widjasena, B. (2021). Hubungan antara aktivitas fisik dengan nyeri punggung bawah pada perawat di rumah sakit. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(4), 502–510.

Kartika, L., Prasetyo, A., & Rahayu, S. (2023). Degenerasi tulang belakang pada perawat berusia di atas 35 tahun dan hubungannya dengan nyeri punggung bawah. Indonesian Journal of Occupational Health, 12(1), 33–42.

Katuuk, M., & Karundeng, M. (2019). Gambaran keluhan nyeri punggung bawah pada perawat di ruang rawat inap. Jurnal Keperawatan, 7(1), 56–63.

Mario, A., Dewi, S., & Pratama, R. (2019). Aktivitas fisik berat perawat dan risiko cedera muskuloskeletal. Jurnal Ergonomi Indonesia, 5(2), 88–97.

Nurjannah, I., Arifin, S., & Handayani, L. (2022). Lama kerja dan hubungannya dengan kelelahan otot skeletal pada perawat. Jurnal Ilmu Keperawatan, 10(2), 145–153.

Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (5th ed.). Salemba Medika.

Polit, D. F., & Beck, C. T. (2012). Nursing research: Generating and assessing evidence for nursing practice (9th ed.). Lippincott Williams & Wilkins.

Praxis, H. (2022). Ergonomi dan risiko gangguan muskuloskeletal pada tenaga keperawatan. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja, 4(1), 21–29.

Purnomo, A., Widiyanto, B., & Santoso, H. (2020). Posisi tubuh tidak ergonomis dan kejadian nyeri punggung bawah pada perawat. Jurnal Kesehatan Kerja, 7(3), 198–207.

Rachmawati, D., Sari, N. P., & Lestari, P. (2021). Dampak nyeri punggung bawah terhadap efektivitas kerja perawat. Jurnal Manajemen Keperawatan, 9(1), 34–42.

Rachman, F., Hidayat, A., & Supriyadi. (2024). Masa kerja lebih dari 10 tahun dan hubungannya dengan kecenderungan nyeri punggung bawah pada perawat. Jurnal Keperawatan Profesional, 12(1), 67–75.

Rohayani, L., Putri, A., & Zakaria, M. (2020). Rutinitas harian perawat dan tekanan pada sistem muskuloskeletal lumbal. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(2), 77–85.

Setiawan, B., & Widiyanto, A. (2022). Efektivitas latihan William flexion terhadap penurunan nyeri punggung bawah pada perawat. Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi, 6(1), 15–24.

Sitohang, R., & Sinurat, M. (2021). Peningkatan prevalensi nyeri punggung bawah pada usia muda di Kota Medan selama pandemi COVID-19. Jurnal Kesehatan Masyarakat Sumatera Utara, 4(2), 112–120.

Sri Astuti, W., Nugroho, T., & Hermawan, D. (2022). Prevalensi nyeri punggung bawah pada perawat unit gawat darurat Rumah Sakit Fatmawati Jakarta. Jurnal Keperawatan Indonesia, 25(2), 98–106.

Suyoso, P. (2019). Dampak nyeri punggung bawah pada keselamatan kerja dan produktivitas perawat rumah sakit. Jurnal Keselamatan Kerja Indonesia, 3(1), 44–52.

Tri K, R., Sulistyorini, L., & Anwar, M. C. (2022). Aktivitas fisik perawat dan faktor risiko nyeri punggung bawah di rumah sakit. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 14(2), 134–143.

Wahyuningsih, S., Pratiwi, R., & Mulyani, E. (2021). Intervensi ergonomi dan penggunaan alat bantu kerja dalam pencegahan gangguan muskuloskeletal pada perawat. Jurnal Ergonomi dan K3, 6(2), 55–64.

Yazid, M., & Situmorang, N. (2021). Aktivitas fisik berat dan gangguan muskuloskeletal pada perawat: Tinjauan sistematis. Jurnal Kesehatan Kerja dan Rehabilitasi, 5(1), 30–39.

Yulisti, A., Pertiwi, D., & Sari, R. (2024). Beban kerja, masa kerja, dan indeks massa tubuh sebagai faktor risiko nyeri punggung bawah pada perawat. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 15(1), 88–97.

Zung, W. J. K. (1993). The Pain and Distress Scale: A self-rating scale for pain measurement. Archives of Internal Medicine, 53(4), 219–226.

Downloads

Published

21-02-2026

How to Cite

Martini, S., Ginting, F. ., & Simanjuntak, E. . (2026). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Perawat Di Rumah Sakit Advent Medan Tahun 2024. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 13030–13037. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8638

Issue

Section

Articles