Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kabupaten Tapanuli Utara
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8633Keywords:
kekerasan dalam rumah tangga, penegakan hukum, perlindungan korban, hukum empiris, Tapanuli UtaraAbstract
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan permasalahan hukum dan sosial yang masih sering terjadi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tapanuli Utara. Penegakan hukum terhadap tindak pidana KDRT tidak hanya berkaitan dengan penerapan regulasi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, serta ketersediaan fasilitas perlindungan korban. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penegakan hukum terhadap tindak pidana KDRT di Kabupaten Tapanuli Utara serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan hukum empiris dengan metode kualitatif melalui wawancara, observasi, serta studi dokumentasi terhadap aparat penegak hukum dan lembaga terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif penegakan hukum telah berjalan sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, namun efektivitasnya masih menghadapi kendala budaya hukum masyarakat, keterbatasan sarana perlindungan korban, serta rendahnya tingkat pelaporan kasus. Faktor budaya patriarki, ketergantungan ekonomi korban, dan kecenderungan penyelesaian kekeluargaan menjadi hambatan utama dalam proses hukum. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi kelembagaan, peningkatan literasi hukum masyarakat, serta penyediaan layanan perlindungan korban yang lebih komprehensif untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum KDRT.
References
Bonomi, A. E., Anderson, M. L., Rivara, F. P., & Thompson, R. S. (2016). Health outcomes in women with physical and sexual intimate partner violence exposure. Journal of Women’s Health, 25(9), 879–885.
Devries, K. M., Mak, J. Y. T., García-Moreno, C., Petzold, M., Child, J. C., Falder, G., & Watts, C. H. (2013). The global prevalence of intimate partner violence against women. Science, 340(6140), 1527–1528.
Ellsberg, M., & Heise, L. (2017). Researching Violence Against Women: A Practical Guide for Researchers and Activists. WHO & PATH.
Friedman, L. M. (2011). The Legal System: A Social Science Perspective. Russell Sage Foundation.
Garcia-Moreno, C., Hegarty, K., d’Oliveira, A., Koziol-McLain, J., Colombini, M., & Feder, G. (2015). The health-systems response to violence against women. The Lancet, 385(9977), 1567–1579.
Goodmark, L. (2018). Decriminalizing Domestic Violence: A Balanced Policy Approach to Intimate Partner Violence. University of California Press.
Gracia, E., & Merlo, J. (2016). Intimate partner violence against women and the Nordic paradox. Social Science & Medicine, 157, 27–30.
Heise, L., & Kotsadam, A. (2015). Cross-national and multilevel correlates of partner violence. The Lancet Global Health, 3(6), e332–e340.
Htun, M., & Weldon, S. L. (2018). The civic origins of progressive policy change: Combating violence against women in global perspective. American Political Science Review, 112(3), 548–569.
Johnson, M. P. (2017). A Typology of Domestic Violence. Northeastern University Press.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). (2022). Data SIMFONI PPA Tahun 2022. Jakarta.
Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). (2023). Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan. Jakarta.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage.
Muladi. (2005). Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Hukum Pidana. Refika Aditama.
Merry, S. E. (2016). The Seductions of Quantification: Measuring Human Rights, Gender Violence, and Sex Trafficking. University of Chicago Press.
Myhill, A. (2017). Measuring domestic violence: Context is everything. Journal of Gender-Based Violence, 1(1), 33–44.
OECD. (2019). Social Institutions and Gender Index (SIGI) Global Report. OECD Publishing.
Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Standar Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan dan Kerja Sama Pemulihan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga.
Powell, A., & Henry, N. (2018). Sexual Violence in a Digital Age. Palgrave Macmillan.
Risman, B. J. (2018). Gender as a social structure. Gender & Society, 32(1), 3–26.
Soekanto, S. (2014). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. RajaGrafindo Persada.
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology. Journal of Business Research, 104, 333–339.
UN Women. (2022). Ending Violence Against Women: Global Strategies. United Nations.
UNODC. (2022). Global Study on Homicide: Gender-Related Killings of Women and Girls. United Nations Office on Drugs and Crime.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.
Walklate, S. (2018). Victimology: The Victim and the Criminal Justice Process. Routledge.
World Bank. (2019). Women, Business and the Law 2019. World Bank.
World Health Organization. (2021). Violence Against Women Prevalence Estimates. WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rini T Simangunsonh, Motlan Gultom

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





