Gambaran Activity Daily Living (Adl) Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8631Keywords:
Activity Daily Living, Gagal Ginjal Kronik, HemodialisaAbstract
Gagal ginjal kronik merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal secara progresif yang mengakibatkan akumulasi sisa metabolisme berupa uremia dan gangguan keseimbangan cairan elektrolit permanen, sehingga memerlukan terapi hemodialisa jangka panjang. Penelitian sebelumnya menunjukkan mayoritas pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa mengalami gangguan activity daily living berkisar 50,6%–68,7%, dipengaruhi oleh faktor usia lanjut, durasi hemodialisa, komorbiditas diabetes melitus dan hipertensi, serta dampak fisiologis dan psikologis prosedur dialisis. Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tercatat 65 pasien aktif menjalani hemodialisa pada periode Januari hingga Juli 2024, namun belum tersedia data spesifik mengenai gambaran kemandirian activity daily living pasien tersebut. Keterbatasan ADL yang tidak tertangani secara komprehensif dapat memperburuk kualitas hidup, meningkatkan ketergantungan total, memicu depresi, isolasi sosial, serta berkontribusi terhadap peningkatan risiko mortalitas pada populasi pasien hemodialisa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran activity daily living pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2024, guna memberikan informasi berbasis bukti bagi pengembangan intervensi keperawatan yang tepat dan holistik.
Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 65 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Indeks Katz terdiri dari 17 pertanyaan mencakup enam item aktivitas dasar yaitu mandi, berpakaian, BAB/BAK, berpindah tempat, pengambilan keputusan, dan makan, dengan kategorisasi mandiri total (skor 12–17), dibantu (skor 6–11), dan bergantung (skor 0–5). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif univariat.
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori ADL dibantu sebesar 44,6% (29 orang), mandiri total 36,9% (24 orang), dan bergantung 18,5% (12 orang). Karakteristik demografi menunjukkan dominasi kelompok usia 56–65 tahun (35,4%), berjenis kelamin laki-laki (61,5%), berprofesi wiraswasta (40,0%), dan telah menjalani hemodialisa lebih dari 24 bulan (36,9%).
Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kemandirian activity daily living pasien gagal ginjal kronik perlu ditingkatkan melalui program fisioterapi terstruktur, edukasi perawatan diri, dukungan psikososial, serta penguatan peran keluarga guna mengoptimalkan kemandirian fungsional dan kualitas hidup pasien hemodialisa secara berkelanjutan.
References
Achmad, et al. (2023). Hubungan usia dan fungsi tubuh terhadap penurunan aktivitas harian pasien gagal ginjal kronik. Jurnal Keperawatan Indonesia, 12(2), 45–53.
Aditama, R., & Kusumajaya, D. (2023). Kualitas hidup dan kesehatan fisik pasien gagal ginjal kronik usia lansia yang menjalani hemodialisa. Jurnal Ilmu Kesehatan Nusantara, 8(1), 78–86.
Adolph, R. (2024). Hubungan durasi hemodialisa dengan tingkat aktivitas fisik dan kapasitas fungsional pasien gagal ginjal kronik. Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas, 5(1), 22–30.
Aini, et al. (2024). Pengaruh peningkatan usia terhadap penurunan fungsi ginjal dan laju filtrasi glomerulus pada pasien hemodialisa. Jurnal Nefrologi Indonesia, 6(2), 101–109.
Amaliyah, N., et al. (2019). Gangguan fungsional aktivitas sehari-hari pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Jurnal Keperawatan Soedirman, 14(3), 55–63.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Fitri, et al. (2023). Karakteristik demografis dan komorbiditas pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 9(1), 33–41.
Fitria, L., & Blandina, A. (2023). Faktor-faktor risiko kejadian gagal ginjal kronik pada pasien hemodialisa. Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah, 6(1), 14–23.
Gulo, A. B., et al. (2023). Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit pada pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisa. Jurnal Keperawatan Sumatera Utara, 4(2), 67–75.
Indonesia Renal Registry. (2018). Laporan Tahunan Indonesia Renal Registry 2018. Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI).
International Society of Nephrology. (2023). Global Kidney Health Atlas: A Report by the International Society of Nephrology. ISN Press.
Jannah, M., et al. (2024). Dampak hemodialisis terhadap kemampuan bekerja dan aktivitas harian pasien gagal ginjal kronik. Jurnal Keperawatan Profesional, 11(1), 88–97.
Kertapati, Y., & Palembang, R. (2020). Peran fisioterapi dalam meningkatkan kemandirian aktivitas sehari-hari pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi, 4(2), 40–49.
Marni, et al. (2023). Proyeksi kebutuhan dialisis global dan dampaknya terhadap sistem pelayanan kesehatan. Jurnal Kesehatan Global, 5(1), 12–20.
Masturoh, I., & Anggita T, N. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Pusdik SDM Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Nursalam. (2020). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis (Edisi 5). Salemba Medika.
Pakpahan, et al. (2024). Kecemasan dan dampak psikologis pada pasien gagal ginjal kronik dengan durasi hemodialisa jangka panjang. Jurnal Psikologi Kesehatan, 7(1), 55–64.
Pratiwi, A. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi ketergantungan aktivitas dasar sehari-hari pada pasien gagal ginjal kronik. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 15(1), 101–110.
Putri, R., & Afan, M. (2022). Gambaran status pekerjaan dan kemandirian aktivitas harian pasien hemodialisa. Jurnal Keperawatan Komunitas, 10(2), 44–52.
Rekam Medis Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. (2024). Data Pasien Hemodialisa Periode Januari–Juli 2024. RSE Medan.
Rizkilillah, A., et al. (2023). Karakteristik pasien hemodialisa dan hubungannya dengan gangguan aktivitas sehari-hari. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 18(2), 77–85.
Sagala, S. P. (2020). Gambaran pemenuhan aktivitas sehari-hari pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 8(1), 29–37.
Saroni, et al. (2023). Komplikasi hemodialisa jangka panjang dan dampaknya terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Jurnal Nefrologi dan Dialisis Indonesia, 7(2), 90–98.
Sembiring, et al. (2024). Prevalensi gagal ginjal kronik di Provinsi Sumatera Utara dan distribusi pasien hemodialisa. Jurnal Kesehatan Sumatera Utara, 3(1), 18–26.
Sepadha Putra Sagala. (2020). Dampak psikososial pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa terhadap pemenuhan aktivitas sehari-hari. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 3(2), 115–123.
Setiawati, et al. (2024). Hubungan status pekerjaan dengan kondisi kesehatan dan energi pasien hemodialisa. Jurnal Kesehatan dan Rehabilitasi, 6(1), 33–41.
Winarti, N. (2018). Uji Validitas Instrumen Indeks Katz dalam Pengukuran Aktivitas Sehari-hari Pasien Hemodialisa. STIKes Elisabeth Medan.
World Health Organization. (2020). Global Report on Chronic Kidney Disease and Renal Replacement Therapy. WHO Press.
Yolanda, S., Amalia, R., & Ahyana, A. (2023). Angka kejadian gagal ginjal kronik di kawasan Eropa dan Afrika berdasarkan data International Society of Nephrology. Jurnal Kesehatan Internasional, 4(1), 25–33.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Friska Sembiring, Helinida Saragih, Angel Cicilia Ginting

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







