Menjaga Maslahah Keluarga di Media Sosial: Tinjauan Maqashid Syariah terhadap Dampak Budaya Flexing
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8583Keywords:
Flexing, Maqashid Syariah, Ketahanan Keluarga, Media Sosial, KesederhanaanAbstract
Siapa sangka bahwa kebiasaan mengunggah foto liburan mewah atau memamerkan barang branded di media sosial bisa berdampak serius pada ketahanan keluarga? Inilah yang mendorong penelitian ini untuk menelaah fenomena flexing dari kacamata Maqashid Syariah. Melalui pendekatan kepustakaan (library research) yang bersifat kualitatif-normatif dengan analisis isi, kajian ini menemukan bahwa perilaku pamer kekayaan di ruang digital secara nyata mengancam tiga pilar kemaslahatan keluarga: perlindungan jiwa (hifzh al-nafs), perlindungan harta (hifzh al-mal), dan perlindungan keturunan (hifzh al-nasl). Tekanan untuk selalu tampil sempurna di layar ponsel terbukti menggiring keluarga pada pemborosan (israf), kecemasan sosial, dan pengikisan nilai-nilai kesederhanaan yang menjadi fondasi rumah tangga yang sakinah. Artikel ini berargumen bahwa solusinya bukan menjauhi teknologi, melainkan menerapkan prinsip pencegahan kerusakan (sadd al-dzari'ah) dan moderasi (tawassut) sebagai kompas etis keluarga Muslim dalam bernavigasi di dunia digital.
Kata Kunci: Flexing, Maqashid Syariah, Ketahanan Keluarga, Media Sosial, Kesederhanaan
References
Ajidin, Zilal Afwa, dan Nafkhatul Wahidah. “Fenomena Flexing di Media Sosial dan Kaitannya dengan Israf.” Islamic Business and Finance (IBF) 4, no. 1 (April 2023): 153–164. DOI: https://doi.org/10.24014/ibf.v4i1.21951. PDF: https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/IBF/article/view/21951
Al-Syatibi, Ibrahim ibn Musa. Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syariah. Beirut: Dar al-Ma'rifah, t.t.
Andriani, Irnadia, dan Ihsan Mz. “Konsep Qana’ah dalam Mewujudkan Keluarga Harmonis Perspektif Alquran.” NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam 3, no. 1 (2019): 64–73. DOI: https://doi.org/10.23971/njppi.v3i1.1291. PDF: https://e-journal.iain-palangkaraya.ac.id/index.php/nalar/article/view/1291
Auda, Jasser. Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: International Institute of Islamic Thought (IIIT), 2008.
Lubis, Rafli Maulana, dan Hasan Sazali. “Analysis of the Flexing Phenomenon on Social Media from an Islamic Perspective.” KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi 17, no. 1 (2023): 89–101. DOI: https://doi.org/10.24090/komunika.v17i1.7888. PDF: https://ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/komunika/article/view/7888
Maarif, S. "Reaktualisasi Maqashid Syariah dalam Menghadapi Era Disrupsi Digital." Jurnal Hukum Islam (JHI) 18, no. 1 (2020): 23–40.
Mairizal, T., dan Siti Marwah. “Makna Syukur Dalam Perspektif Mufassir Al-Qusyairi.” ISTIFHAM: Journal of Islamic Studies 1, no. 3 (2023): 209–218. DOI: https://doi.org/10.71039/istifham.v1i3.33. PDF: https://jurnal.seutiahukamaa.org/index.php/istifham/article/view/33
Mardiah, Anisatul. “Fenomena Flexing: Pamer di Media Sosial dalam Perspektif Etika Islam.” Proceeding International Conference on Tradition and Religious Studies 1, no. 1 (Oktober 2022): 309–319.
Mubarok, Jaih. Metodologi Ijtihad Hukum Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002.
Mustamin, Yuliana. “Fenomena Flaxing Dalam Perspektif Ekonomi Islam.” Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam 16, no. 2 (2022): 412–427. DOI: https://doi.org/10.21154/kodifikasia.v16i2.4899. PDF: https://ejournal.iainponorogo.ac.id/index.php/kodifikasia/article/view/4899
Nasrullah, Rulli. Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2017.
Nurhayat, Ety, dan R. D. Noorrizki. “Flexing: Perilaku Pamer Kekayaan di Media Sosial dan Kaitannya dengan Self-Esteem.” Flourishing Journal 2, no. 5 (2022): 368–374. DOI: https://doi.org/10.17977/um070v2i52022p368-374. PDF: https://journal3.um.ac.id/index.php/psi/article/view/2883
Nurmadina. “Fenomena Flexing di Media Sosial Perspektif Al-Qur’an.” Skripsi, STAIN Majene, 2023. Tersedia di: http://repositori.stainmajene.ac.id
Nurmadina. “Fenomena Flexing di Media Sosial Perspektif Al-Qur’an.” Skripsi, STAIN Majene, 2023. Tersedia di: http://repositori.stainmajene.ac.id
Pratama, B., dan D. P. Sari. "Privacy Paradox on Social Media: A Study of Family Content Creators." Journal of Digital Media & Communication 5, no. 2 (2022): 112–125.
Salamah, Ika Hilmiatus, Muhammad Fadhil Wathani, Syahreza Badarul Ulum, dan Mokh Sya’roni. “Personal Branding ala Generasi Digital: Kajian Tafsir Maqashid Terhadap Trend Flexing.” Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 4, no. 2 (2025): 230–240. DOI: https://doi.org/10.58363/alfahmu.v4i2.447. PDF: https://jurnal.stiq.assyifa.ac.id/alfahmu/article/view/447
Shihab, M. Quraish. Wasathiyyah: Wawasan Islam tentang Moderasi Beragama. Jakarta: Lentera Hati, 2019.
Shihab, M. Quraish. Wawasan Al-Qur'an tentang Etika Berkomunikasi. Jakarta: Lentera Hati, 2012.
Shihab, M. Quraish. Wawasan Al-Qur'an: Tafsir Maudhu'i atas Berbagai Persoalan Umat. Jakarta: Lentera Hati, 2007.
Sultan, Nurul Lutfiah. “Fenomena Flexing di Media Sosial dalam Perspektif Maqāṣid Syarīʿah.” Tesis Magister, Program Studi Dirasah Islamiyah Konsentrasi Syariah dan Hukum Islam, Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, 2025. Tersedia di: https://repositori.uin-alauddin.ac.id
Sundari, D. "Pengaruh Flexing di Sosial Media dalam Perspektif Islam." Mudharib: Jurnal Ekonomi Islam (2023): 1–12.
Umar, M. "Konsep Hifz al-Nasl dalam Perlindungan Anak di Dunia Maya." Jurnal Hukum Keluarga 7, no. 2 (2019): 301–315.
Wulandari, R. "Flexing and Mental Health: A Systematic Review from Islamic Perspective." International Journal of Islamic Psychology 4, no. 1 (2022): 12–28.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Althaf Muhammad Farras Zafri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







