Hubungan Usia dan Paritas dengan Kejadian Perdarahan Postpartum di RSIA Ananda Makassar Tahun 2021

Authors

  • Nurul Hazanah Hamzah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar,
  • Ulfah Rimayanti Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Najamuddin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Rini Fitriani Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Azizul Hakim Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8575

Keywords:

Usia ibu, Paritas, Perdarahan postpartum, Faktor risiko

Abstract

Salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan postpartum. Usia ibu dan paritas merupakan dua variabel ibu yang diketahui menambah risiko perdarahan postpartum. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi korelasi antara frekuensi perdarahan postpartum di RSIA Ananda Makassar dengan usia dan paritas ibu yang melahirkan di sana. Dengan menggunakan desain case-control, studi ini menggunakan metode kuantitatif. Dari 196 ibu pascapersalinan yang berpartisipasi dalam penelitian, 98 mengalami perdarahan postpartum dan 98 tidak. Informasi diambil dari riwayat medis 2021 pasien persalinan RSIA Ananda Makassar. Kejadian perdarahan postpartum merupakan variabel dependen, sedangkan usia ibu dan paritas merupakan faktor independen. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square baik dalam analisis bivariat maupun univariat. Perdarahan postpartum terbukti berhubungan secara nyata dengan usia ibu (p < 0,05) dalam temuan penelitian. Selain itu, terdapat hubungan signifikan diantara paritas dan perdarahan postpartum (p < 0,05). Hasil studi ini memperlihatkan kemungkinan terjadinya perdarahan postpartum meningkat seiring bertambahnya usia dan paritas ibu. Mengurangi risiko perdarahan postpartum memerlukan tindakan pencegahan, seperti merencanakan kehamilan pada usia reproduksi yang sehat dan mengatur jumlah serta jarak antar kehamilan dengan tepat.

 

References

Cunningham, F. G., Leveno, K. J., Bloom, S. L., Spong, C. Y., & Dashe, J. S. (2018). Williams Obstetrics (25th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Manuaba, I. B. G. (2012). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana. Jakarta: EGC.

Mochtar, R. (2011). Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC.

Prawirohardjo, S. (2016). Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Saifuddin, A. B. (2014). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Sulistyawati, A. (2015). Asuhan Kebidanan pada Masa Persalinan. Jakarta: Salemba Medika.

Varney, H. (2010). Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC.

World Health Organization. (2012). WHO Recommendations for the Prevention and Treatment of Postpartum Haemorrhage. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2015). Trends in Maternal Mortality 1990–2015. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2018). WHO Recommendations: Uterotonics for the Prevention of Postpartum Haemorrhage. Geneva: World Health Organization.

Downloads

Published

23-02-2026

How to Cite

Nurul Hazanah Hamzah, Ulfah Rimayanti, Najamuddin, Rini Fitriani, & Azizul Hakim. (2026). Hubungan Usia dan Paritas dengan Kejadian Perdarahan Postpartum di RSIA Ananda Makassar Tahun 2021. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 13298–13306. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8575

Issue

Section

Articles