PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL DAN ETIKA BERMEDIA SOSIAL
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8535Keywords:
Digital literacy, media ethics, Islamic Religious Education, university students, social mediaAbstract
Perkembangan teknologi digital telah membawa tantangan baru bagi generasi muda, terutama dalam menghadapi krisis etika di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk literasi digital dan etika bermedia sosial di kalangan mahasiswa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan terhadap mahasiswa Semester dua Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI memiliki kontribusi penting dalam menumbuhkan sikap kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam penggunaan media digital. Melalui integrasi nilai-nilai Islam, PAI mendorong mahasiswa menjadi pengguna media sosial yang bijak, beretika, dan berakhlak mulia. Temuan ini diperoleh melalui analisis data model Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan metode.
References
Afandi, M., & Ramadhan, H. (2022). Dakwah digital dan perubahan paradigma keberagamaan Generasi Z. Jurnal Ilmu Komunikasi Islam, 5(1), 12–23.
Al-Qur'an. (2020). Surah Al-Hujurat Ayat 12. In The Holy Qur’an.
Ameen, N. (2019). Digital literacy and its impact on education: Implications for knowledge and information accessibility. Journal of Information Science, 45(3), 326–338.
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi Revisi). Rineka Cipta.
Bawden, D., & Robinson, L. (2020). The dark side of digital literacy: Exploring the role of information ethics. Journal of Documentation, 76(4), 755–770.
Hassan, S., & Iqbal, H. (2020). Radicalization and its impact: The role of media literacy in countering radical ideas. Journal of Educational Research, 42(2), 235–249.
Hidayat, D., & Mulyana, D. (2021). Media sosial dan krisis etika remaja: Studi fenomenologis di kalangan pelajar. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 11(2), 98–110.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.
Mujtaba, G., Khan, H., & Nasir, A. (2021). Using social media for educational purposes: A guide for teachers and students in the Islamic context. Journal of Educational Technology and Social Media, 18(3), 117–131.
Nurjanah, I., & Syahputra, M. (2023). Literasi digital Islami: Integrasi nilai akhlak dalam penggunaan media sosial. Jurnal Dakwah dan Komunikasi Digital, 7(1), 33–45.
Prensky, M. (2020). Teaching digital natives: Partnering for real learning. Corwin Press.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
UNESCO. (2021). Digital literacy in education: A global perspective. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.
Van der Laan, A. (2021). The importance of digital literacy in today's education system. International Journal of Educational Technology, 19(2), 185–198.
We Are Social, & Kepios. (2024). Digital 2024: Indonesia. We Are Social. https://wearesocial.com/indonesia/
Yin, R. K. (2017). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Zahra, N. A. (2020). Literasi digital dalam perspektif pendidikan Islam. Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 8(2), 88–97.
Zhang, Y. (2021). The role of critical thinking in digital literacy: A study of media literacy education. Media Studies Journal, 43(1), 12–29.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rasyidin Rasyidin, Mutia Fitri, Khairul Azmi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







