“Dari Langit Turun Ke Hati” : Perbedaan Pendapat Ulama Tentang Mekanisme Turunnya Wahyu

Authors

  • Nurhidayat Nurhidayat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Achmad Abubakar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Hamka Ilyas Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.853

Keywords:

Wahyu, Al-Qur’an, Tanzil, Inzal, Lauh al-Mahfuz, Ulumul Qur’an, Bait al-‘Izzah

Abstract

Proses turunnya Al-Qur’an merupakan salah satu topik penting dalam kajian Ulumul Qur’an yang telah menjadi bahan perdebatan di kalangan ulama sejak masa klasik hingga kontemporer. Terdapat beragam pendapat mengenai bagaimana wahyu diturunkan dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Mayoritas ulama berpendapat bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam dua tahap: dari Lauh al-Mahfuz ke Bait al-‘Izzah di langit dunia, kemudian secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Namun, sebagian ulama menolak tahap pertama ini dan menyatakan bahwa wahyu langsung diturunkan kepada Nabi. Selain itu, pendekatan spiritual dan filosofis juga muncul dari kalangan sufi dan pemikir modern yang melihat wahyu sebagai fenomena ruhani yang berproses dalam jiwa Nabi. Artikel ini bertujuan menguraikan ragam pandangan tersebut, menganalisis dalil-dalil yang digunakan, serta mengeksplorasi implikasi epistemologis dari masing-masing pendekatan. Studi ini menunjukkan bahwa perbedaan pendapat ini mencerminkan kekayaan tradisi intelektual Islam dalam memahami wahyu, baik dari sisi tekstual, spiritual, maupun historis.

References

Abduh, M., & Ridha, R. (n.d.). Tafsir al-Manar. Dar al-Manar.

Al-Ghazali, A. H. M. (1990). Jawahir al-Qur'an. Beirut: Dar al-Ma’rifah.

Al-Razi, F. (n.d.). Tafsir al-Kabir. Beirut: Dar Ihya’ al-Turath al-‘Arabi.

As-Suyuthi, J. (2008). Al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an (Vol. 1–2). Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Az-Zarkasyi, B. (n.d.). Al-Burhan fi ‘Ulum al-Qur’an. Beirut: Dar Ihya’ al-Turath.

Fazlur Rahman. (1980). Major Themes of the Qur'an (2nd ed.). University of Chicago Press.

Ibnu Arabi. (n.d.). Futuhat al-Makkiyyah. Beirut: Dar Sadir.

Jesika Saputri, Dkk. Peran Asbabun Nuzul Dalam Menafsirkan Al-Qur’an : Kajian Terhadap Ayat-Ayat Mutasyabih. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam.

Khairan Muhammad Arif, (2022) Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Proses Turunnya Al-Qur’an ,Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam.

Muizzatul hasanah, Studi Nuzulul Qur'an Dalam Kajian Al-Qur'an, TAFAKKUR: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Qattan, M. (2006). Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an. Riyadh: Maktabah al-Ma’arif.

Shalih, S. (2000). Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an. Beirut: Dar al-‘Ilm li al-Malayin.

Zayd, N. H. A. (1993). Mafhum al-Nass: Dirasah fi ‘Ulum al-Qur’an. Beirut: Markaz al-Dirasat al-Islamiyyah.

Shihab, M. Q. (2000). Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Bandung: Mizan.

Downloads

Published

10-06-2025

How to Cite

Nurhidayat, N., Abubakar, A. ., & Ilyas, H. (2025). “Dari Langit Turun Ke Hati” : Perbedaan Pendapat Ulama Tentang Mekanisme Turunnya Wahyu. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 6080–6087. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.853

Issue

Section

Articles