Hubungan Faktor Kondisi Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Tb Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki

Authors

  • Radja Kurniawan Lubis Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • M. Zul Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Dendy Kharisna Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Gita Adelia Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8529

Keywords:

Kelembaban, Kepadatan Hunian, Pencahayaan, Suhu, TB Paru, Ventilasi

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan fisik rumah. Kondisi ventilasi, pencahayaan alami, kelembapan udara, suhu, dan kepadatan hunian berperan dalam penularan Mycobacterium tuberculosis di lingkungan tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain kasus kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB Paru yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki. Jumlah responden sebanyak 54 orang pada kelompok kasus. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengukuran langsung kondisi lingkungan fisik rumah responden menggunakan lembar checklist. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji statistik Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kondisi ventilasi rumah dengan kejadian TB Paru (p-value = 0,00), kelembapan udara dengan kejadian TB Paru (p-value = 0,00), suhu rumah dengan kejadian TB Paru (p-value = 0,00), serta kepadatan hunian dengan kejadian TB Paru (p-value = 0,00). Sementara itu, pencahayaan alami rumah tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian TB Paru (p-value = 0,21). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa sebagian besar faktor lingkungan fisik rumah, yaitu ventilasi, kelembapan udara, suhu, dan kepadatan hunian, berhubungan dengan kejadian TB Paru, sedangkan pencahayaan alami tidak berhubungan secara signifikan. Disarankan kepada pihak Puskesmas untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif terkait perbaikan kualitas lingkungan fisik rumah sebagai bagian dari pengendalian TB Paru di Masyarakat.

References

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. (2025). Data Prevalensi TB Paru. Pekanbaru. Dinkes Riau.

Fadmi, F. R., Sari, D. P., & Handayani, L. (2023). Faktor lingkungan fisik rumah yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(2), 85–94. https://doi.org/10.20473/jkl.v15i2.2023

Hasan, Z. A., Putra, R. A., & Yuliani, S. (2022). Hubungan kondisi rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(1), 12–20. https://doi.org/10.15294/kemas.v18i1.2022

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Jakarta. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Mubarak, W. I., & Chayatin, N. (2021). Ilmu Kesehatan Masyarakat: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Notoatmodjo, S. (2019). Ilmu Kesehatan Masyarakat: Prinsip-Prinsip Dasar. Jakarta: Rineka Cipta.

Nugroho, H. S. W., Widodo, A., & Lestari, Y. (2021). Kepadatan hunian dan kelembaban rumah sebagai faktor risiko tuberkulosis paru. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 5(2), 67–74. https://doi.org/10.7454/epidkes.v5i2.2021

Putra, A. R., Handayani, S., & Rahmawati, D. (2022). Suhu dan kelembaban rumah terhadap kejadian tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(3), 156–164. https://doi.org/10.14710/jkli.21.3.2022

Putri, R. A., Hartono, R. (2021). Hubungan Pencahayaan dan Suhu Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Kota Samarinda. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9(1), 45–52.

Putri, R. A., Hartono, R. (2021). Hubungan Pencahayaan dan Suhu Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Kota Samarinda. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9(1), 45–52.

Putri, R. D., Wahyuni, S. (2022). Karakteristik penderita tuberkulosis paru berdasarkan faktor demografi dan lingkungan. Jurnal Keperawatan Komunitas, 6(2), 98–105.

Rahman, A., Sari, M., & Hidayat, R. (2021). Hubungan pencahayaan alami rumah dengan kejadian TB paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 15(1), 33–40.

Rahmawati, L., & Fadhilah, N. (2022). Analisis Hubungan Faktor Fisik Rumah dengan Kejadian TB Paru di Kota Pekanbaru. Jurnal Kesehatan Komunitas, 10(3), 241–249.

Rahmawati, N., Putri, A. D., & Lestari, E. (2021). Status Imunisasi BCG dan kejadian tuberkulosis paru. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(2), 101–108. https://doi.org/10.7454/jki.v24i2.2021

World Health Organization. (2022). Global tuberculosis report 2022. World Health Organization.

World Health Organization. (2022). Housing and Health Guidelines. Geneva: WHO.

Downloads

Published

22-02-2026

How to Cite

Lubis, R. K. ., Zul, M. . ., Kharisna, D. ., & Adelia, G. . (2026). Hubungan Faktor Kondisi Lingkungan Fisik Rumah Dengan Kejadian Tb Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 13328–13339. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8529

Issue

Section

Articles