Pengaruh Pursed Lip Breathing Exercises Terhadap Saturasi Oksigen Pasien PPOK Di RSUP H Adam Malik Medan Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8487Keywords:
Saturasi Oksigen, Penyakit Paru Obstruktif Kronis, Pursed Lip BreathingAbstract
Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyakit pernapasan progresif yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara dengan gejala khas sesak napas, batuk, dan produksi dahak. Prevalensi PPOK di Indonesia mencapai 3,7% dengan kecenderungan peningkatan yang diperburuk oleh faktor risiko seperti kebiasaan merokok dan polusi udara. Data RSUP H Adam Malik Medan menunjukkan peningkatan pasien PPOK dari 283 kasus tahun 2022 menjadi 483 kasus tahun 2023, dan 202 kasus pada enam bulan pertama 2024. Pasien PPOK mengalami penurunan saturasi oksigen hingga 85% yang menyebabkan hipoksemia, gangguan pertukaran gas, hiperinflasi paru, dan penumpukan udara dalam alveolus yang mengganggu kualitas hidup. Pursed lip breathing merupakan teknik pernapasan non-farmakologis dengan menghirup udara melalui hidung dan menghembuskan melalui bibir yang dirapatkan untuk meningkatkan tekanan jalan napas dan mencegah kolaps saluran napas.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pursed lip breathing exercises terhadap saturasi oksigen pasien PPOK di RSUP H Adam Malik Medan tahun 2024.
Metode penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pre-post test design. Sampel sebanyak 10 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria pasien PPOK composmentis dan saturasi oksigen ≤95%. Intervensi pursed lip breathing diberikan sebanyak 6 kali perlakuan. Pengukuran saturasi oksigen menggunakan pulse oxymetry sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukkan saturasi oksigen meningkat signifikan dari rata-rata 92,70% (SD=1,160) sebelum intervensi menjadi 99,00% (SD=1,054) setelah intervensi dengan peningkatan rata-rata 6,30%. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p=0,004 (p<0,05) yang membuktikan adanya perbedaan signifikan. Seluruh responden (100%) yang awalnya berada pada kategori tidak normal (<95%) berhasil mencapai kategori normal (>95%) setelah pemberian intervensi.
Kesimpulan penelitian menyimpulkan pursed lip breathing exercises terbukti efektif meningkatkan saturasi oksigen pasien PPOK secara signifikan dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis yang mudah, aman, efektif untuk mengoptimalkan fungsi pernapasan dan kualitas hidup pasien PPOK.
References
Aceh, N. S., Parinduri, S. K., Munir, S. M., & Rizky, M. Y. (2023). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien penyakit paru obstruktif kronik. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat.
Aditya, R. S., & Wahyuni, E. D. (2020). Saturasi oksigen dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada pasien dengan gangguan pernapasan. Jurnal Kesehatan Respirasi.
Agreta, D., Saputra, M. R., & Kusuma, H. (2023). Efektivitas pursed lip breathing dalam meningkatkan fungsi paru pasien PPOK. Jurnal Keperawatan Respirasi Indonesia.
Aprilliana, D., & Safitri, W. (2024). Gangguan pertukaran gas pada pasien penyakit paru obstruktif kronis: Tinjauan literatur. Jurnal Ilmu Keperawatan Paru.
Bakhitah, S. (2023). Penerapan pursed lip breathing terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien PPOK. Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas.
Dettasari, R., & Verni, K. (2022). Faktor risiko penyakit paru obstruktif kronis di Indonesia: Studi epidemiologi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia.
Dewi, R. K., Santoso, A., & Wijaya, I. M. (2022). Prevalensi dan karakteristik penderita PPOK di Indonesia berdasarkan data Riskesdas 2018. Jurnal Respirologi Indonesia.
Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD). (2021). Global strategy for the diagnosis, management, and prevention of chronic obstructive pulmonary disease: 2021 report. GOLD Executive Committee.
Handayani, S., Rahayu, D. A., & Pratiwi, N. L. (2023). Pengaruh pursed lip breathing terhadap saturasi oksigen pasien penyakit paru obstruksi kronis. Jurnal Keperawatan Respiration Care.
Hasanah, U., & Khotimah, K. (2024). Epidemiologi penyakit paru obstruktif kronis: Perspektif global dan regional. Jurnal Kesehatan Global.
Herawaty, N., & Wahyuni, S. (2021). Mekanisme pursed lip breathing dalam meningkatkan oksigenasi pada pasien gangguan pernapasan kronik. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia.
Isa, M., Hudiyawati, D., & Haryanto, J. (2024). Evidence based nursing: Pengaruh latihan napas pursed lip breathing terhadap saturasi oksigen pasien PPOK. Jurnal Keperawatan Berbasis Bukti.
Islami, R. N., & Suyanto, S. (2020). Hubungan kebiasaan merokok dengan derajat keparahan PPOK di rumah sakit rujukan. Jurnal Respirasi dan Kardiovaskular.
Junaidin, M., & Sartika, W. (2022). Patofisiologi penurunan saturasi oksigen pada pasien penyakit paru obstruktif kronis. Jurnal Kedokteran Respirasi Indonesia.
Kusuma, A. J., & Surakarta, P. (2024). Pursed lip breathing sebagai terapi rehabilitasi paru pada pasien PPOK: Tinjauan sistematis. Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi.
Mahendra, I. G. A. P., & Rahmad, A. H. (2024). Komplikasi dan komorbiditas pada pasien penyakit paru obstruktif kronis: Implikasi klinis. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia.
Milasari, Y., & Triana, V. (2021). Pursed lips breathing sebagai intervensi keperawatan non invasif untuk mengurangi sesak napas. Jurnal Keperawatan Respirasi.
Nugroho, S. A., Wijayanti, L., & Susanto, A. D. (2022). Mekanisme penurunan saturasi oksigen pada penderita PPOK: Kajian patofisiologi. Jurnal Respirologi Klinik Indonesia.
Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (Edisi 5). Jakarta: Salemba Medika.
Polit, D. F., & Beck, C. T. (2012). Nursing research: Generating and assessing evidence for nursing practice (9th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins.
Prayoga, A. D., Nurhayati, I., & Ludiana, L. (2022). Patogenesis dan manifestasi klinis penyakit paru obstruktif kronis. Jurnal Kedokteran Paru Indonesia.
Rosuliana, N. E., Sutrisno, J., & Amalia, R. (2023). Standar operasional prosedur pursed lip breathing pada pasien gangguan pernapasan kronik. Jurnal Standar Asuhan Keperawatan.
Sahirad, M. (2021). Metode penelitian kesehatan: Teknik sampling dan penentuan sampel. Jakarta: Trans Info Media.
Sahrudi, M., & Ameilia, R. (2024). Proyeksi beban penyakit paru obstruktif kronis di Indonesia hingga tahun 2030. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia.
Sari, D. P., Abilowo, R. S., & Djuria, N. (2024). Penerapan pursed lip breathing pada pasien PPOK dengan gangguan pertukaran gas. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah Indonesia.
Sari, M. I., Kusuma, H., & Wijaya, A. (2024). Hipoksemia pada pasien penyakit paru obstruktif kronis: Diagnosis dan penatalaksanaan. Jurnal Kedokteran Respirasi.
Sumiarty, E., & Sulistyo, H. (2020). Interpretasi saturasi oksigen pada pasien dengan penyakit paru kronik. Jurnal Keperawatan Kritis dan Emergensi.
Tampubolon, L. M., Siahaan, M., & Situmorang, D. D. B. (2021). Manajemen sekret dan dampaknya terhadap fungsi pernapasan pasien PPOK. Jurnal Keperawatan Respirasi Kritis.
Viaguna, I. A., & Susilaningsih, E. Z. (2023). Manifestasi klinis dan komplikasi penurunan saturasi oksigen pada pasien PPOK. Jurnal Ilmu Penyakit Paru.
Wulandari, P., & Wigunantiningsih, A. (2022). Saturasi oksigen dan implikasinya terhadap fungsi jaringan tubuh. Jurnal Fisiologi Kedokteran Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dr. Lilis Novitarum, Murni Sari Dewi Simanullang, Selryn Gea

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







