Analisis Hubungan Tundaan Perjalanan Berdasarkan Tinjauan Gelombang Kejut Akibat U-Turn (Studi Kasus: Jl. Jenderal Sudirman Kota Ambon)
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8486Keywords:
Greenshield, U-Turn, Gelombang kejut, antrian, waktu pemulihanAbstract
Jl. Jenderal Sudirman menjadi salah satu titik padat di Kota Ambon, terutama selama jam sibuk. Gelombang Kejut pada Jl. Jenderal Sudirman disebabkan oleh aktivitas kendaraan yang melakukan putaran balik (U-Turn) sehingga mengakibatkan tundaan perjalanan untuk kendaraan yang melakukan perjalanan lurus bahkan membentuk antrian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar nilai pengaruh U-Turn terhadap tundaan waktu perjalanan pada ruas jalan Jenderal Sudirman menggunakan metode Gelombang Kejut. Berdasarkan hasil analisis untuk model Greenshield, hubungan antara volume, kecepatan, dan kepadatan lalu lintas saling berkorelasi pada masing-masing U-Turn dan karakteristik gelombang kejut yang terjadi pada U-Turn di depan Kantor Parawisata Provinsi Maluku ke arah kota dan luar kota serta pada U-Turn di depan SPBU Pertamina Kebun Cengkeh ke arah kota dan luar kota secara berturut-turut adalah Gelombang Kejut maju bentukan (ωDA= 20,12 km/jam; 22,32 km/jam; 22 km/jam; dan 23,26 km/jam), Gelombang Kejut mundur bentukan (ωAB= -0,412 km/jam; - 0,221 km/jam; -0,134 km/jam; dan 0,191 km/jam), Gelombang kejut maju bentukan (ωAC= 20,173 km/jam; 19,984 km/jam; 22,545 km/jam; dan 23,221 km/jam), Gelombang Kejut maju bentukan (ωDB= 0,068 km/jam; 0,007 km/jam; 0,178 km/jam; dan 0,343 km/jam), dan Gelombang Kejut mundur pemulihan (ωCB= -20,034 km/jam; -20,018 km/jam; -22,173 km/jam; dan -22,535 km/jam). Sedangkan panjang antrian dan waktu pemulihan yang terjadi di depan Kantor Parawisata Provinsi Maluku ke arah kota dan luar kota serta di depan SPBU Pertamina Kebun Cengkeh ke arah kota dan luar kota secara berturut-turut yaitu 1,17 meter dan 0,00145 detik; 0,75 meter dan 0,00023 detik; 0,82 meter dan
0,00221 detik; serta 1,47 meter dan 0,00695 detik.
References
Anon. (1965). The Birtish Journal of Psychiatry. 111(479), 9-10.
Direktorat Jendral Bina Marga. (1997). Manual Kapasitas Jalan Indonesai (MKJI). Bandung: Pusat
Penelitian dan Pengembangan Jalan.
Fatonah, D. R., Putra, S., & Ofrial, S. M. (2021, Maret). Pengaruh U-Turn Terhadap Tundaan
Perjalanan Berdasarkan Tinjauan Gelombang Kejut. JRSDD, 51-64.
Kementerian Perhubungan Indonesia. (2005). Keputusan Menteri Perhubungan No KM 49. Jakarta,
Indonesia.
Kepolisian Negara Republik Indonesia. (2022). Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Provinsi dan
Jenis Kendaraan (unit). Jakarta: Badan Pusat Statistik.
May, A. D. (1990). Traffic Flow Fundamentals. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall.
| Journal of Innovative and Creativity , 6(1) 2026
Pramudio, W., Sasongko, R., & Ratnaningsih, D. (2022). Pengaruh Putar Balik Arah (U-Turn)
Terhadap Kinerja Arus Lalu Lintas pada Ruas Jalan Soekarno Hatta Bagian Timur Kota
Malang. Online Skripsi, III(2), 114- 118.
Ramadhan, L., Sumarsono, A., & M, A. (2017). Studi Gelombang Kejut Pada Penyempitan Jalan
Dengan Menggunakan Emp Atas Dasar Analisis Rasio Headway (Studi Kasus:
Penyempitan Jalan Jend. Ahmad Yani Melewati Viaduct Gilingan, Surakarta). e-Jurnal
MATRIKS TEKNIK SIPIL.
Sahertian, S., Maittimu, A., & Istia, P. T. (2022). Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal pada Jalan
Simpang Hotel Santika Premier Kota Ambon. Agregate, I(1), 31-42.
Tamin, O. Z. (2008). Perencanaan dan Pemodelan Transportasi. Bandung: ITB
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Gloria Wonmaly, Juliet G. Metekohy, Sammy. G. M. Amaheka

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







