COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DI SMP NEGERI 5 KUPANG

Authors

  • Mariana Nurlinda Bokimnasi Ilmu Administrasi Negara
  • Maria M. Lino Universitas Nusa Cendana
  • David Rihi Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8450

Keywords:

Collaborative Governance, Free Nutritious Meals, Indonesia, Policy Implementation, Stunting

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia mengatasi malnutrisi kronis di tengah stunting tinggi (19,8% nasional 2024) dan celah koordinasi di NTT, seperti keterlambatan dan kualitas makanan buruk di SMP Negeri 5 Kupang. Penelitian menganalisis collaborative governance pakai kerangka CGR Emerson et al. (2012), fokus principled engagement, shared motivation, joint action capacity, collaborative actions, dan dampak. Kualitatif deskriptif studi kasus selama enam bulan 2025. Populasi: stakeholder MBG di lokasi; sampel: 8 informan kunci (kepsek, komandan Kodim 1604 Kupang, pengelola SPPG, guru, siswa, orang tua) purposive-snowball. Wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi; analisis Miles-Huberman (reduksi, display, verifikasi) dengan NVivo dan triangulasi. Hasil: Dinamika vertikal kuat (SPPG-Kodim-sekolah), kapasitas institusional parsial (MoU ada tapi akses tidak merata), distribusi efektif meski telat, kehadiran siswa naik 85,47%, cipta lapangan kerja lokal; kualitas menu di bawah 30-35% AKG, kepercayaan rapuh pasca-insiden keracunan makanan. Kesimpulannya, kolaborasi reaktif teknis perlu forum lintas sektor, monitoring digital, dan partisipasi orang tua untuk keberlanjutan.

References

Afifah, N., et al. (2025). Implementasi program makan bergizi gratis: Risiko kualitas dan rantai pasok.

Agranoff, R., & McGuire, M. (2003). Collaborative public management: New strategies for local governments. Georgetown University Press.

Amalia, [Initial], et al. (2024). Kolaborasi dalam program MBG: Pemerataan sumber daya.

Andin, [Initial], et al. (2025). Risiko korupsi dan ketergantungan impor pada MBG.

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543-571.

Aris Sarjito. (Tahun Tidak Disebutkan). Keberhasilan intervensi gizi bergantung pada mutu pelaksanaan.

Badan Gizi Nasional. (2025). Petunjuk teknis program makan bergizi gratis tahun 2025. Badan Gizi Nasional.

Donahue, J. D. (2004). In Emerson et al. (2012), Collaborative governance regime. [Referensi sekunder].

Emerson, K., Nabatchi, T., & Balogh, S. (2012). An integrative framework for collaborative governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 22(1), 1-29.

Innes, J. E., & Booher, D. E. (Tahun Tidak Disebutkan). In Emerson et al. (2012), Collaborative governance. [Referensi sekunder].

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (Tahun Tidak Disebutkan). Analisis data kualitatif. [Referensi metode standar].

Pratiwi, [Initial], et al. (2025). Lemahnya koordinasi dan partisipasi masyarakat pada MBG.

Ritonga, [Initial], & Sazali, [Initial]. (2025). Komunikasi pembangunan dan ketidakkonsistenan anggaran MBG.

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). (2024). Prevalensi stunting nasional. Kementerian Kesehatan RI.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI). (2023). Anemia pada remaja. Kementerian Kesehatan RI.

Downloads

Published

26-02-2026

How to Cite

Bokimnasi, M. N., Lino, M. M., & Rihi, D. (2026). COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM IMPLEMENTASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DI SMP NEGERI 5 KUPANG. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 13872–13887. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8450

Issue

Section

Articles