Faktor Yang Mempengaruhi Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja PT. HARISTA

Authors

  • Arief Maulana Yutda Universitas Bung Hatta
  • Khadavi Khadavi Universitas Bung Hatta
  • Mairizal Zainuddin Universitas Bung Hatta

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8439

Keywords:

Musculoskeletal Disorders, ergonomi kerja, postur kerja, faktor risiko, industri manufaktur.

Abstract

Produktivitas Gangguan Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang sering terjadi pada sektor industri manufaktur, terutama pada pekerjaan yang melibatkan aktivitas fisik berulang, postur tidak ergonomis, serta durasi kerja yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor individu dan faktor pekerjaan yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada pekerja PT Harista. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Nordic Body Map untuk mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal, serta lembar observasi untuk menilai postur kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat untuk mengetahui distribusi variabel serta hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja berada pada usia produktif dengan masa kerja menengah hingga panjang, durasi kerja lebih dari delapan jam per hari, serta intensitas kerja sedang hingga berat. Penilaian postur kerja memperlihatkan dominasi tingkat risiko sedang hingga tinggi. Keluhan MSDs paling banyak dirasakan pada bagian leher, bahu, punggung bawah, dan pergelangan tangan. Analisis bivariat mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara usia, masa kerja, Indeks Massa Tubuh (IMT), durasi kerja, frekuensi istirahat, intensitas kerja, kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok, serta postur kerja dengan tingkat keluhan MSDs. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan ergonomi dan pengelolaan faktor risiko individu dalam upaya pencegahan MSDs di lingkungan kerja industri. Intervensi berbasis perbaikan desain kerja, pengaturan beban dan waktu kerja, serta promosi gaya hidup sehat menjadi strategi yang relevan untuk menekan prevalensi keluhan muskuloskeletal dan meningkatkan produktivitas pekerja.

References

Aminah, L. (2024). Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Industri Manufaktur. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 9(1), 45–53.

Anggraini, S. (2023). Pengaruh frekuensi istirahat terhadap penurunan keluhan muskuloskeletal pada pekerja industri. Jurnal Kesehatan Kerja Indonesia, 11(1), 45–55.

Fadillah, R. , & W. T. (2023). Masa kerja dan risiko gangguan muskuloskeletal pada tenaga kerja manufaktur. Jurnal K3 Indonesia, 8(2), 112–121.

Handoko, A. , & L. M. (2021). Dampak kelelahan kerja terhadap performa operator alat berat. . Jurnal Kesehatan Kerja Nusantara, 6(3), 112–121.

Hidayat, A. (2023). Pengaruh Pencahayaan dan Iklim Kerja terhadap Keluhan MSDs. Jurnal Kesehatan Dan Keselamatan Kerja, 12(2), 77–86.

Maulana, R. , P. A. , & S. R. (2023). Aktivitas fisik dan kejadian MSDs pada pekerja sektor informal. Jurnal Ergonomi Nasional, 9(1), 33–42.

Ningsih, A. , W. H. , & K. S. (2022). Usia dan kapasitas fisik sebagai prediktor gangguan muskuloskeletal. . Jurnal Kesehatan Olahraga, 5(3), 120–130.

Nurdiana, S. (2023). Hubungan Kondisi Lingkungan Kerja dengan Kelelahan Otot Pekerja. Jurnal Forikes, 11(1), 101–109.

Prabandari, L. (2022). Durasi olahraga sebagai faktor protektif terhadap keluhan muskuloskeletal. Jurnal Aktivitas Fisik Indonesia, 4(2), 50–58.

Prasetyo, D. (2023). Determinan Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Pengelasan di Industri Baja. Jurnal FKM, 8(4), 30–38.

Pratama, A. , & N. D. (2023). Keluhan muskuloskeletal pada pekerja industri kecil. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1), 28–38.

Ramadhan, T. , Y. D. , & S. S. (2023). Hubungan IMT dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja shift. . Indonesian Journal of Occupational Health, 7(1), 14–25.

Restu, B. , S. A. , & N. L. (2023). Analisis risiko postur kerja menggunakan REBA. Jurnal Ergonomi Indonesia, 12(2), 77–88.

Sutanto, B. (2024). Analisis Penerapan REBA terhadap Penurunan Risiko MSDs di Sektor Industri Logam. . Jurnal Kesehatan Komunitas, 13(1), 22–31.

Tjahayuningtyas, A. (2019). Faktor yang Mempengaruhi Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Pabrik. . Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 8(1), 1–9.

Wati, E. , H. P. , & L. F. (2022). Durasi kerja dan dampaknya terhadap kelelahan otot. . Jurnal Kesehatan Kerja Dan Lingkungan, 4(3), 95–104.

Wibisono, I. (2025). Karakteristik Gangguan Muskuloskeletal pada Pekerja Industri di Indonesia. . Jurnal UWHs Kesehatan Kerja, 14(1), 10–19.

Yusniar, N. , & R. R. (2023). Faktor multifaktorial penyebab MSDs pada pekerja industri modern. . Jurnal Kesehatan Terapan, 10(1), 66–75.

Downloads

Published

21-02-2026

How to Cite

Maulana Yutda, A., Khadavi, K., & Zainuddin, M. . (2026). Faktor Yang Mempengaruhi Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) Pada Pekerja PT. HARISTA. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 12923–12931. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8439

Issue

Section

Articles