Faktor-Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Raha
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8424Keywords:
anemia, remaja putri, pengetahuan gizi, konsumsi zat besi, status giziAbstract
Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada kesehatan, prestasi belajar, dan kesehatan reproduksi di masa mendatang. Remaja putri merupakan kelompok berisiko tinggi mengalami anemia akibat peningkatan kebutuhan zat besi selama pertumbuhan dan kehilangan zat besi melalui menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Raha, Kabupaten Muna. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif observasional analitik dengan desain case control. Sampel berjumlah 146 remaja putri, terdiri dari 73 kasus (anemia) dan 73 kontrol (tidak anemia), yang dipilih secara purposive dengan perbandingan 1:1. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan pola makan, pengukuran antropometri (IMT), recall konsumsi zat besi 24 jam, serta pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan Hemocue. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR), serta multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Prevalensi anemia pada responden sebesar 50,0%. Pengetahuan gizi berhubungan signifikan dengan kejadian anemia (p = 0,003; OR = 3,48; 95% CI: 1,49–8,16). Pola makan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p = 0,615). Status gizi berdasarkan IMT menunjukkan kecenderungan berhubungan dengan anemia (p = 0,055; OR = 2,33), namun tidak signifikan setelah dikontrol variable lain. Konsumsi zat besi menunjukkan hubungan yang sangat signifikan dengan kejadian anemia (p = 0,000), di mana seluruh responden dengan konsumsi zat besi kurang mengalami anemia. Analisis multivariat menunjukkan bahwa konsumsi zat besi merupakan faktor paling dominan, diikuti oleh pengetahuan gizi. Anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Raha didominasi oleh anemia defisiensi besi. Konsumsi zat besi yang kurang dan pengetahuan gizi yang tidak baik merupakan faktor risiko utama kejadian anemia. Upaya pencegahan perlu difokuskan pada peningkatan kecukupan zat besi melalui penguatan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) berbasis sekolah dan edukasi gizi yang spesifik.
References
Alaofè, H., Burney, J., Naylor, R., & Taren, D. (2017). Prevalence of anemia, deficiencies of iron and vitamin A and their determinants in adolescent girls and women in sub-Saharan Africa. Public Health Nutrition, 20(6), 1009–1020. https://doi.org/10.1017/S136898001600322X
Camaschella, C. (2019). Iron deficiency. Blood, 133(1), 30–39. https://doi.org/10.1182/blood-2018-05-815944
Chaparro, C. M., & Suchdev, P. S. (2019). Anemia epidemiology, pathophysiology, and etiology in low- and middle-income countries. Annals of the New York Academy of Sciences, 1450(1), 15–31. https://doi.org/10.1111/nyas.14092
Hallberg, L., & Hulthén, L. (2000). Prediction of dietary iron absorption: An algorithm for calculating absorption and bioavailability of dietary iron. The American Journal of Clinical Nutrition, 71(5), 1147–1160. https://doi.org/10.1093/ajcn/71.5.1147
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Strategi nasional percepatan penurunan anemia pada remaja putri. Jakarta: Kemenkes RI.
Kurniawan, A., Rahayu, T., & Nadiyah, N. (2020). Faktor biologis dan perilaku yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 16(4), 201–209.
Nisa, K., & Mahmudah. (2021). Pengetahuan anemia sebagai faktor protektif kejadian anemia pada remaja putri di pesantren. Jurnal Gizi Indonesia, 9(1), 44–52.
Puspitasari, D., Rahmawati, D., & Sari, M. (2022). Hubungan tingkat pengetahuan anemia dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 10(2), 85–93.
Sari, D. P. (2020). Faktor sosial dan ekonomi terhadap konsumsi pangan sumber zat besi pada remaja putri. Jurnal Gizi dan Pangan, 15(1), 45–54.
UNICEF. (2019). Adolescent nutrition: A review of the situation in selected regions. New York: United Nations Children’s Fund.
World Health Organization. (2017). Guideline: Daily iron supplementation in adolescent girls and adult women. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization. (2022). Global nutrition targets 2025: Anemia policy brief. Geneva: World Health Organization.
Zhao, L., Zhang, X., Shen, Y., Fang, X., Wang, Y., & Wang, F. (2018). Obesity and iron deficiency: A quantitative meta-analysis. Obesity Reviews, 19(12), 1700–1708. https://doi.org/10.1111/obr.12723
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ayu Listian, I Made Cristian Binekada, Sri Susanty

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





