Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Di Rsup Haji Adam Malik Medan Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8386Keywords:
Aktivitas Fisik, Kadar Gula Darah, Diabetes Melitus Tipe IIAbstract
Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi terus meningkat, ditandai dengan resistensi insulin dan hiperglikemia yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan kardiovaskular, gagal ginjal, amputasi, dan kematian dini. Data International Diabetes Federation 2021 menunjukkan 536 juta penderita diabetes global dengan proyeksi mencapai 783,7 juta pada 2045. Indonesia menduduki peringkat kedua di Asia Pasifik dengan 19,5 juta penderita, sementara Sumatera Utara mencatat 225.587 kasus dengan hanya 30,22% mendapat penanganan medis. Aktivitas fisik merupakan salah satu pilar penting pengelolaan diabetes melitus yang dapat menurunkan kadar gula darah melalui peningkatan pengambilan glukosa oleh otot dan perbaikan sensitivitas insulin, namun implementasinya masih belum optimal di masyarakat.
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2024 untuk memberikan dasar pengembangan program intervensi aktivitas fisik terstruktur.
Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional korelasional dengan teknik convenience sampling. Populasi penelitian adalah pasien rawat jalan diabetes melitus tipe II dengan rata-rata 173 kunjungan per bulan, sampel sebanyak 120 responden memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) 16 pertanyaan terstandarisasi mengukur aktivitas fisik dalam METs, dan glucometer Sinocare untuk kadar gula darah sewaktu. Data dianalisis menggunakan uji Pearson Product Moment.
Hasil penelitian menunjukkan rerata aktivitas fisik 1490,30 METs dengan mayoritas aktivitas sedang 58,3%, rerata kadar gula darah 188,80 mg/dL, dan terdapat hubungan signifikan negatif dengan kekuatan korelasi sedang (p<0,001; r=0,512). Karakteristik responden menunjukkan rerata usia 54,58 tahun dengan dominasi laki-laki 53,3%.
Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan aktivitas fisik berhubungan dengan penurunan kadar gula darah, sehingga diperlukan program edukasi aktivitas fisik terstruktur, modifikasi gaya hidup berkelanjutan, dan pendekatan komprehensif mengintegrasikan manajemen pola makan serta kepatuhan terapi untuk mencapai kontrol glikemik optimal.
References
Agustina, R., & Kurniawati, D. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Alza, S., et al. (2020). Perilaku pengendalian diabetes melitus dan komplikasi pada pasien diabetes tipe II. Jurnal Endokrinologi Indonesia.
Dewi, N.P., Andayani, L.S., & Pratiwi, K.A. (2022). Hubungan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe II di Desa Perean Kangin. Jurnal Keperawatan Komunitas.
Dinkes Sumut. (2022). Profil kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2022. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.
Fanany, R., Saputra, A., & Bafadhal, M. (2024). Angka kematian pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam. Jurnal Kedokteran Klinik.
Fania, M., Kusdalinah, K., & Witradharma, W. (2024). Hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pegawai Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Jurnal Kesehatan Vokasional.
Faswita, F. (2024). Hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Binjai Estate. Jurnal Kesehatan Primer.
GPAQ. (2016). Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) analysis guide. World Health Organization.
Gregg, E.W., et al. (2021). The global burden of diabetes mellitus: Epidemiology, complications, and public health implications. The Lancet Diabetes & Endocrinology.
International Diabetes Federation. (2022). IDF Diabetes Atlas 10th Edition. Brussels: International Diabetes Federation.
Ischak, N.I., et al. (2024). Hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Jurnal Gizi dan Metabolisme.
Karolus Siregar, M.D., et al. (2023). Hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di RSUD Koja Jakarta. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah.
Karwati, S. (2022). Pengaruh aktivitas fisik terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Jurnal Ilmu Keperawatan.
Khakim, A.N., et al. (2022). Karakteristik pekerjaan dan hubungannya dengan aktivitas fisik pada pekerja kantoran. Jurnal Kesehatan Kerja.
Komariah, K., & Rahayu, S. (2020). Karakteristik pasien diabetes melitus tipe 2 berdasarkan jenis kelamin dan usia. Jurnal Endokrinologi Klinik.
Kothari, C.R. (2004). Research methodology: Methods and techniques (2nd ed.). New Delhi: New Age International Publishers.
Mufida, A., Qodir, A., & Trias, M. (2024). Manfaat latihan fisik pada pasien diabetes melitus tipe 2: Peran transporter glukosa tipe 4. Jurnal Fisiologi Olahraga.
Muharani Syaftriani, S., et al. (2023). Hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di RS Mitra Medika Medan. Jurnal Keperawatan Sumatera.
Nababan, R.H., et al. (2020). Profil pasien diabetes melitus berdasarkan karakteristik demografi di rumah sakit rujukan. Jurnal Penelitian Kesehatan.
Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (5th ed.). Jakarta: Salemba Medika.
Pennington Biomedical Research Center. (2022). Complications of uncontrolled blood sugar levels in diabetes patients. Louisiana: Pennington Biomedical Research Center.
Petrus, A., Suwarni, L., & Haerani, S. (2023). Tingkat aktivitas fisik dan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional.
Polit, D.F., & Beck, C.T. (2018). Essentials of nursing research: Appraising evidence for nursing practice (9th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer Health.
Rif'at, N., & Indriati, G. (2023). Komplikasi gangguan kardiovaskular pada pasien diabetes melitus. Jurnal Kardiologi Indonesia.
Rosiana, E., et al. (2023). Faktor risiko diabetes melitus tipe II: Studi epidemiologi di Indonesia. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia.
Saparina, S., Yanti, R., & Nangi, B. (2020). Analisis data penelitian kesehatan: Pendekatan univariat dan bivariat. Jurnal Metodologi Penelitian Kesehatan.
Sibagariang, E.E., et al. (2024). Peran pengetahuan dan pendidikan dalam perilaku pencegahan diabetes melitus. Jurnal Promosi Kesehatan.
Wahyuningrum, E., et al. (2020). Faktor psikososial dan kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus. Jurnal Psikologi Kesehatan.
Yellisni, Y., & Kalsum, U. (2023). Aktivitas fisik sebagai modalitas pengendalian glukosa darah pada diabetes melitus. Jurnal Olahraga Kesehatan.
Yolanda, S., et al. (2023). Kurangnya aktivitas fisik sebagai faktor risiko penyakit kronis global. Jurnal Kesehatan Global.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Lindawati F. Tampubolon, Rotua E. Pakpahan, Asri Manik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





