Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap Berdasarkan Grafik Barber Johnson Di Rsud Bandung Kiwari

Authors

  • Nurhaliza Trifani Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik TEDC Bandung
  • Rizqy Dimas Monica Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Politeknik TEDC Bandung

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.838

Keywords:

Barber Johnson, Efisiensi, Rawat Inap

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, efisiensi pelayanan kesehatan menjadi sorotan utama pemerintah, terutama dalam rangka pengendalian pembiayaan dan peningkatan mutu layanan publik. Hal ini tercermin dalam kebijakan efisiensi anggaran negara yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2023 tentang Rencana Kerja Pemerintah, yang menekankan pentingnya reformasi sistem kesehatan termasuk peningkatan efisiensi pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan. Dalam hal ini, RSUD Bandung Kiwari sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Kota Bandung tentu dituntut juga untuk memberikan pelayanan yang efisien. Maka dari itu, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pelayanan rawat inap berdasarkan grafik Barber Johnson pada setiap ruangan rawat inap umum di RSUD Bandung Kiwari. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh data Rekapitulasi Bulanan Rawat Inap periode 2024 sebanyak 19.173 pasien. Teknik sampling menggunakan teknik total sampling (sensus). Variabel penelitian adalah efisiensi pelayanan rawat inap yang diukur menggunakan empat indikator Barber Johnson. Metode pengumpulan data adalah dengan studi dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengumpulan data sekunder, alat tulis dan komputer. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ditemukan bahwa efisiensi pelayanan rawat inap antar ruangan bervariasi. Secara keseluruhan, beberapa ruang seperti Ruang Kandungan Kelas 2 dan 3 dan Ruang Gabungan Kelas 1 menunjukkan efisiensi tinggi, sementara Ruang Anak memiliki BOR dan BTO rendah yang perlu perhatian lebih untuk meningkatkan pemanfaatan tempat tidur dan perputaran pasien agar sesuai dengan standar efisiensi yang diharapkan.

References

Azwar, A. (2011). Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta: Binarupa Aksara.

Agustin, N. R. J., & Pujilestari, I. (2024). Analisis efisiensi penggunaan tempat tidur pada unit pelayanan rawat inap Gedung A berdasarkan grafik Barber Johnson di RSUD Cililin. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(3), 7138–7151. https://doi.org/10.31004/jkt.v5i3.30684

Barber, B., & Johnson, D. (1973). Graphical analysis of hospital efficiency. Journal of Health Administration Education, 1(1), pp.1-10

Depkes RI. (2005). Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Rumah Sakit. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 27 Tahun 2017 tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 15 Tahun 2019 tentang Akreditasi Rumah Sakit. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI, (2023)Laporan Kinerja Kementerian Kesehatan Tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI

Notoadmojo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Novitasari, D., & Sari, M. (2022) Evaluasi Efisiensi Pelayanan Rawat Inap dengan Metode Grafik Barber Johnson. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 123-130.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 76 Tahun 2023 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2024

Setiawan, E. P. (2018). Manajemen Pelayanan Rawat Inap: Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Sitanggang, F. L., & Yunengsih, Y. (2022). Analisis efisiensi penggunaan tempat tidur ruang rawat inap berdasarkan grafik Barber Johnson guna meningkatkan mutu pelayanan di RSAU dr. M. Salamun. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(2), 330–337.

Suyono, H. (2016). Manajemen rumah sakit. Jakarta: Rineka Cipta.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Jakarta: Sekretariat Negara.

Wirajaya, K. M. (2023). Analisis efisiensi rawat inap di Bali Royal Hospital dengan pendekatan Barber Johnson. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, 9(1), 1–9.

Yuliana, R., Rahayu, D.,&Wulandari,S. (2019). Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Tempat Tidur di Rumah Sakit. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 45–53.

Yulianti, R., & Sudirman, R. (2015). Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap Menggunakan Metode Barber Johnson di RSUD X. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 18(2), 65–72.

Downloads

Published

13-06-2025

How to Cite

Trifani, N., & Monica, R. D. (2025). Analisis Efisiensi Pelayanan Rawat Inap Berdasarkan Grafik Barber Johnson Di Rsud Bandung Kiwari. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 6669–6681. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.838

Issue

Section

Articles