Efektivitas Penggunaan Serbuk Cangkang Kerang Laut terhadap Proses Penyembuhan Luka Bakar (Combustion) pada Masyarakat Pinggiran Laut di Desa Karumbu
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8348Keywords:
luka bakar, cangkang kerang laut, penyembuhan luka, masyarakat pesisirAbstract
Luka bakar (combustion) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada masyarakat pesisir akibat aktivitas domestik dan pekerjaan yang berisiko tinggi terhadap paparan panas. Penanganan luka bakar yang tepat sangat penting untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah komplikasi. Cangkang kerang laut diketahui mengandung kalsium karbonat dan mineral lain yang berpotensi membantu regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan serbuk cangkang kerang laut terhadap proses penyembuhan luka bakar pada masyarakat pinggiran laut di Desa Karumbu. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang mengalami luka bakar derajat ringan hingga sedang. Intervensi berupa aplikasi serbuk cangkang kerang laut dilakukan dua kali sehari selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya percepatan proses penyembuhan luka bakar yang ditandai dengan penurunan ukuran luka, berkurangnya nyeri, dan terbentuknya jaringan baru. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa serbuk cangkang kerang laut efektif dalam membantu proses penyembuhan luka bakar dan berpotensi sebagai terapi alternatif berbasis kearifan lokal.
References
Ahmad, R. (2018). Perawatan Luka Bakar. Jakarta: EGC.
Bandura, A. (2014). Health Promotion by Social Cognitive Means. Health Education & Behavior.
Dinas Kesehatan RI. (2020). Pedoman Penanganan Luka Bakar.
Hidayat, A. A. (2017). Metode Penelitian Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Profil Kesehatan Indonesia.
Lestari, P. (2019). Pemanfaatan bahan alami dalam penyembuhan luka. Jurnal Keperawatan, 12(2).
Mulyani, S. (2018). Kalsium dan proses penyembuhan jaringan. Jurnal Biomedik.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Putra, A. (2020). Pengobatan tradisional berbasis pesisir. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Rahman, H. (2019). Luka bakar dan penanganannya. Jurnal Medika.
Sari, D. (2021). Mineral alami dalam terapi luka. Jurnal Farmasi.
Sudirman. (2017). Kearifan lokal dalam kesehatan masyarakat. Jurnal Sosial Kesehatan.
Supriadin, S., Wahidah, W., & Lestari, A. W. (2024). Pengaruh Terapi Dingin Kompres Es Terhadap Perubaha Intesitas Nyeri Pada Penderita Nyeri Punggung Bawah Di Desa Risa Wilayah Kerja Puskesmas Woha Tahun 2019. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(3), 525–536. https://doi.org/10.59585/bajik.v2i3.444
Sunanto, S., Pannyiwi, R., & Rahmat, R. A. (2025). The Effect of Night Shift Work on Nurses’ Fatigue and Work Concentration in the Emergency Department. International Journal of Health Sciences, 3(4), 606–613. https://doi.org/10.59585/ijhs.v3i4.867
WHO. (2018). Burn Prevention and Care.
Yuliani, R. (2020). Terapi alternatif pada luka bakar. Jurnal Keperawatan Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Imam Fajlurrahman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





