Faktor Determinan Perilaku Manajemen Kebersihan Menstruasi Pada Remaja Putri SMA Negeri 1 Raha Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8320Keywords:
manajemen kebersihan menstruasi, remaja putri, health belief model, kesehatan reproduksi, sekolahAbstract
Masa remaja merupakan periode transisi yang krusial dalam pembentukan perilaku kesehatan, termasuk perilaku kesehatan reproduksi. Salah satu aspek penting kesehatan reproduksi remaja putri adalah manajemen kebersihan menstruasi (MKM). Praktik MKM yang tidak tepat masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena berdampak pada meningkatnya risiko infeksi saluran reproduksi, gangguan psikososial, serta ketidakhadiran di sekolah. Pemahaman terhadap faktor-faktor perilaku yang memengaruhi MKM diperlukan untuk merancang intervensi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku manajemen kebersihan menstruasi pada remaja putri di SMA Negeri 1 Raha berdasarkan konstruk Health Belief Model (HBM). Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian berjumlah 125 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur perilaku MKM dan enam konstruk HBM, yaitu persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, isyarat bertindak, dan efikasi diri. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa seluruh konstruk Health Belief Model berhubungan secara signifikan dengan perilaku MKM (p < 0,05). Pada analisis multivariat, hanya isyarat bertindak (OR = 9,84; 95% CI: 3,96–24,42) dan persepsi kerentanan (OR = 6,12; 95% CI: 2,48–15,10) yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap perilaku MKM. Isyarat bertindak merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi perilaku MKM. Perilaku manajemen kebersihan menstruasi pada remaja putri lebih dipengaruhi oleh adanya dorongan eksternal dan kesadaran terhadap risiko kesehatan dibandingkan faktor kognitif lainnya. Upaya peningkatan perilaku MKM perlu difokuskan pada penguatan isyarat bertindak melalui edukasi kesehatan berbasis sekolah, dukungan sosial, serta peningkatan persepsi kerentanan remaja putri terhadap risiko kesehatan menstruasi.
References
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. New York: W. H. Freeman.
Champion, V. L., & Skinner, C. S. (2008). The Health Belief Model. Dalam K. Glanz, B. K. Rimer, & K. Viswanath (Ed.), Health behavior and health education: Theory, research, and practice (Edisi ke-4). San Francisco: Jossey-Bass.
Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2015). Health behavior: Theory, research, and practice (Edisi ke-5). San Francisco: Jossey-Bass.
Hastuti, D., Suryani, N., & Widyastuti, Y. (2018). Praktik manajemen kebersihan menstruasi pada remaja putri di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 85–92.
Hennegan, J., & Montgomery, P. (2016). Intervensi manajemen kebersihan menstruasi dan dampaknya terhadap pendidikan serta kesehatan psikososial perempuan dan anak perempuan. PLoS ONE, 11(2), e0146985.
Hennegan, J., Shannon, A. K., Rubli, J., Schwab, K. J., & Melendez-Torres, G. J. (2019). Pengalaman perempuan dan remaja putri terkait menstruasi di negara berpenghasilan rendah dan menengah: Tinjauan sistematis. PLoS Medicine, 16(5), e1002803.
Janz, N. K., & Becker, M. H. (1984). Health Belief Model: Perkembangan dan aplikasinya. Health Education Quarterly, 11(1), 1–47.
Patkar, A., Thakur, R., & Garg, S. (2021). Praktik kebersihan menstruasi dan risiko infeksi saluran reproduksi pada remaja putri. Indian Journal of Community Medicine, 46(2), 280–285.
Raina, D., Balodi, G., & Joshi, R. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi praktik kebersihan menstruasi pada remaja putri di India. Journal of Adolescent Health, 70(4), 612–618.
Rosenstock, I. M. (1974). Asal-usul historis Health Belief Model. Health Education Monographs, 2(4), 328–335.
Santina, T., Wehbe, N., Ziade, F. M., Nehme, M., & Sleiman, F. (2013). Keyakinan dan praktik kebersihan menstruasi pada remaja putri. International Journal of Health Sciences, 7(1), 1–9.
Sivagami, M. (2020). Dampak kebersihan menstruasi yang buruk terhadap kesehatan dan pendidikan remaja putri. Reproductive Health Matters, 28(1), 1–8.
Sommer, M., Hirsch, J. S., Nathanson, C., & Parker, R. G. (2015). Manajemen kebersihan menstruasi sebagai isu kesehatan masyarakat. American Journal of Public Health, 105(7), 1302–1311.
Sommer, M., Sutherland, C., & Chandra-Mouli, V. (2016). Integrasi manajemen kebersihan menstruasi dalam agenda sanitasi sekolah. Waterlines, 35(4), 268–278.
Strecher, V. J., DeVellis, B. M., Becker, M. H., & Rosenstock, I. M. (1986). Peran efikasi diri dalam perubahan perilaku kesehatan. Health Education Quarterly, 13(1), 73–92.
Strecher, V. J., & Rosenstock, I. M. (1997). Health Belief Model. Dalam K. Glanz, F. M. Lewis, & B. K. Rimer (Ed.), Health behavior and health education. San Francisco: Jossey-Bass.
Susanti, E., Lestari, S., & Pratiwi, N. L. (2022). Faktor yang berhubungan dengan manajemen kebersihan menstruasi pada remaja putri. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(2), 78–86.
UNESCO. (2021). Pendidikan pubertas dan manajemen kebersihan menstruasi. Paris: UNESCO.
UNICEF. (2016). Pedoman manajemen kesehatan dan kebersihan menstruasi. New York: UNICEF.
UNICEF & World Health Organization. (2021). Kemajuan air minum, sanitasi, dan higiene rumah tangga 2000–2020. Jenewa: WHO.
UN Water. (2023). Laporan global kesehatan dan kebersihan menstruasi. New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa.
World Health Organization. (2018). Kesehatan dan perkembangan remaja. Jenewa: WHO.
World Health Organization. (2023). Kesehatan remaja. Jenewa: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sri Ratna Ningsih, Devi Savitri Effendy, Sri Susanty

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





