Gambaran Motivasi Pasien Stroke Dalam Melakukan Fisioterapi Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8264Keywords:
Motivasi Pasien, Stroke, FisioterapiAbstract
Stroke merupakan gangguan serebrovaskular yang menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian global dengan prevalensi di Indonesia mencapai 10,9% pada tahun 2018, meningkat signifikan dari 7,0% pada tahun 2013. Dampak stroke meliputi kelemahan motorik, kelumpuhan ekstremitas, penurunan kekuatan otot, dan keterbatasan aktivitas kehidupan sehari-hari yang menyebabkan ketergantungan pada orang lain. Fisioterapi menjadi intervensi krusial dalam pemulihan pasien stroke untuk meningkatkan kemampuan fungsional, koordinasi, daya tahan, dan kepercayaan diri. Motivasi pasien dalam menjalani fisioterapi sangat menentukan keberhasilan pemulihan, namun data menunjukkan 37,0% pasien memiliki motivasi rendah dengan mayoritas tidak memiliki harapan kesembuhan dan tidak ingin melanjutkan fisioterapi ketika mengalami keluhan. Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan, survei awal menunjukkan dari 5 responden terdapat 2 orang dengan motivasi rendah karena belum menerima kondisi dan malas melatih fisioterapi di rumah, serta 1 orang merasa bosan karena terlalu lama menderita stroke. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gambaran motivasi pasien stroke dalam melakukan fisioterapi di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2024 berdasarkan dua dimensi yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik untuk memberikan informasi penting bagi pengembangan strategi peningkatan kualitas pelayanan fisioterapi dan kepatuhan pasien.
Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan teknik total sampling. Populasi penelitian adalah 50 pasien stroke yang menjalani fisioterapi, dengan sampel 45 responden setelah dikurangi 5 responden survei awal. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner motivasi terdiri dari 20 pernyataan dengan skala Likert dan kategorisasi skor tinggi dan rendah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif univariat. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden memiliki motivasi tinggi 100% baik dari aspek intrinsik maupun ekstrinsik. Karakteristik demografi menunjukkan rerata usia 65 tahun, mayoritas perempuan 57,8%, rerata lama menderita stroke 30 bulan, dan rerata lama menjalani fisioterapi 13 bulan.
References
Anwar, S. (2020). Dukungan keluarga terhadap kepatuhan pasien stroke dalam menjalani fisioterapi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, volume dan halaman.
Astuti, R. (2020). Hubungan motivasi dengan kepatuhan pasien stroke dalam menjalani fisioterapi. Jurnal Keperawatan, volume dan halaman.
Cahyono, A. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pasien stroke dalam melakukan fisioterapi. Jurnal Ilmu Keperawatan, volume dan halaman.
Cahyono, A., et al. (2021). Pengalaman dan dukungan keluarga sebagai faktor motivasi pasien stroke lanjut usia dalam fisioterapi. Jurnal Penelitian Kesehatan, volume dan halaman.
Fauzia, N., Ahyana, S., & Kasih, F. (2022). Hubungan lama fisioterapi dengan tingkat kemandirian pasien stroke. Jurnal Fisioterapi Indonesia, volume dan halaman.
Fita, et al. (2024). Motivasi dan kualitas hidup pasien stroke pasca fisioterapi. Jurnal Keperawatan Stroke, volume dan halaman.
Guslinda Sari, D. (2019). Validitas dan reliabilitas kuesioner motivasi pasien stroke dalam melakukan fisioterapi. Jurnal Penelitian Keperawatan, volume dan halaman.
Hairil Akbar, et al. (2024). Motivasi intrinsik dan kepatuhan fisioterapi pada pasien stroke. Jurnal Rehabilitasi Medik, volume dan halaman.
Halawa, et al. (2023). Dukungan keluarga dan motivasi pasien stroke dalam menjalani terapi berkelanjutan. Jurnal Kesehatan dan Keperawatan, volume dan halaman.
Krisnawati, & Anggiat. (2021). Fisioterapi sebagai pencegahan komplikasi sekunder pada pasien stroke. Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi, volume dan halaman.
Melti. (2021). Peran fisioterapi dalam meningkatkan koordinasi dan kepercayaan diri pasien stroke. Jurnal Terapi Fisik, volume dan halaman.
Murni Aritonang, et al. (2024). Perbedaan kepatuhan fisioterapi berdasarkan jenis kelamin pada pasien stroke. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, volume dan halaman.
Nia, & Uswatun. (2023). Prevalensi dan trend kasus stroke di Indonesia. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, volume dan halaman.
Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (Edisi 5). Jakarta: Salemba Medika.
Polit, D. F., & Beck, C. T. (2012). Nursing research: Generating and assessing evidence for nursing practice (9th ed.). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Setiawan, D. (2022). Gambaran motivasi pasien stroke dalam menjalani fisioterapi di rumah sakit. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, volume dan halaman.
Sitepu, et al. (2022). Prevalensi stroke berdasarkan kelompok usia di Indonesia. Jurnal Penyakit Degeneratif, volume dan halaman.
Sriadi, et al. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian pasien stroke: Dukungan keluarga dan pengetahuan aktivitas. Jurnal Keperawatan Komprehensif, volume dan halaman.
Yoan. (2020). Motivasi diri dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pola hidup pasien stroke. Jurnal Kesehatan Behavioral, volume dan halaman.
Yuliana, & Maria. (2024). Stroke: Definisi, dampak dan penatalaksanaan komprehensif. Jurnal Ilmu Kesehatan, volume dan halaman.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Murni Sari Dewi Simanullang, Jagentar P. Pane, Fiskia Clarawati Hutajulu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







