Efektivitas Daun Sukun Secara Tradisional Untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Ringan Pada Kulit Di Desa Rambah Tengah Utara

Authors

  • Putri Yurizka Universitas Pasir Pengaraian
  • Wahyuny Romy Universitas Pasir Pengaraian
  • Bewelli Yuyun Universitas Pasir Pengaraian

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8260

Keywords:

Daun Sukun, Efektivitas, Lansia, Penyembuhan Luka Ringan, Tradisional

Abstract

Daun Sukun yang biasanya dibuang tanpa digunakan khasiatnya ternyata memiliki beberapa manfaat seperti mempercepat luka pada kulit, meskipun perlu diolah dengan benar karena daun sukun mentahnya mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan polifenol yang bisa berbahaya bila dikonsumsi mentah. Setelah direbus, hingga matang sempurna daun sukun dapat berfungsi sebagai mempercepat luka pada kulit dengan cara diolah menjadi minuman herbal tradisional atau di tempel sebagai pengobatan diarea bagian kulit. Tujuan jangka Panjang dari kegiatan ini adalah menambahkan pengetahuan masyarakat mengenai efektivitas dari daun sukun. Melihat dari kondisi masyarakat sasaran tersebut, seharusnya masyarakat dapat mengolah menjadi minuman kebanyakan dirasakan oleh Masyarakat. Aspek penting untuk mengetahui apakah lansia dapat mengolah daun sukun tersebut dengan baik dan benar. Metode kegiatan ini dilakukan dengan melakukan sosialisasi dan tanya jawab dengan masyarakat. Penyuluhan menggunakan poster. Evaluasi yang dilakukan dalam kegiatan penelitian ini yaitu melalui pre-test dan post test untuk dengan memberikan pertanyaan sebanyak 10 pertanyaan. Hasil dari program kegiatan penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang efektivitas daun sukun, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program ini juga diharapkan menjadi solusi yang mudah diakses dan diterapkan secara mandiri dirumah.

References

Amalia, lia. (2017). Faktor Faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan penolong luka. Universitas Negeri Gorontalo.

Astrid savitri. (2019). Basmi penyakit dengan toga (tanaman obat keluarga). Depok. Jawabarat. Bibit publisher.

Harahap,marwali.(2020). Ilmu penyakit kulit. Hipokreates, Jakarta.

I made. (2018). Kata dokter. Jakarta selatan. Panda media

Mardiana,lina. (2017). Daun ajaib tumpas penyakit. Jakarta. Penebar swadaya.

Marjoni, Rm. (2017). Dasar-dasar fitokimia untuk diploma III farmasi. Cetakan I. Jakarta Timur. Cv.trans info media.

Mulyati (2019). Mikrobiologi Dasar. Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada.

Nadia N (2018) Buku Ajar Asuhan Keperawatan Keluarga. 1st edn. Edited by Anna. Bandung: PT Refika Aditama.

Notoadmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. PT Rineka Jaya.

Riyanto, A. (2019). Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta Nuha Medika.

Rukmana. (2017). Bertanam Daun Sukun. Kanisius. Yogyakarta.

Setiadi. (2017). Anatomi dan fisiologi manusia. Yogyakarta. Graha ilmu.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung : Alfabeta

Sjamsuhidajat R, De Jong W (2017). Buku Ajar Ilmu Bedah Sjamsuhidajat-De Jong. Sistem Organ dan Tindak Bedahnya (1). 4th ed. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Tanto, C. (2014).Kapita Selekta Kedokteran (4th ed.).Jakarta;media Aesculapius. Vincent Dean Sadewo. (2019) Uji Potensi Ekstrak Daun Sukun Artocarpus altilis Sebagai Pestisida Nabati. Terhadap Hama Lalat Buah

Bactrocera spp. Bandung.

Salam, S., & Daesusi, R. (2019). Pengaruh Pemberian Perasan Daun Sukun (Artocar Artilis) Terhadap Penyembuhan Luka Iris Pada Mencit (Mus Musculus) Dan Sebagai Media Edukasi Pada Masyarakat. Pedago Biologi: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Biologi, 7(1), 52–60.

Sari, P. R., Supriyadi, S., & Hanifah, I. R. (2020). Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus Altilis) Sebagai Penyembuhan Luka Bakar Pada Kelinci Dengan Variasi Konsentrasi Carbopol 940 Sebagai Gelling Agent. As-Syifaa Jurnal Farmasi, Desember 2021;13(2):130-140.

Kurniawan, Y., & Layal, K. (2017). Pemberian gel ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis) dapat mempercepat proses penyembuhan luka bakar pada mencit. J. Kedokteran Dan Kesehatan, 8(1), 30–36.

Jufri, M. N., Fauziyah, R. R., & Wulansari, F. (2020). Uji Efektivitas Krim Ekstrak Daun Sukun (Ortocarpus communis) Terhadap Luka Bakar Pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus). Praeparandi: Jurnal Farmasi Dan Sains, 3(2), 130–143

Fitri at al. (2021). Penyuluhan Pembuatan Simplisia Dari Beberapa Tanaman Obat Tradisional Pada Masyarakat Di Kecamatan Batang Kuis. 2(1), 19– 24.

Fiana, F. M., Zukhruf, N., Kiromah, W., & Purwanti, E. (2020). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sukun ( Artocarpus altilis ) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Antibacterial Activity of Ethanol Extract of Breadfruit Leaf ( Artocarpus altilis ). Jurnal Farmasi Indonesia. Edisi Khusus (Raker Angkasa, S. Nazaruddin. 1994. Sukun dan Keluwih. Jakarta : Penebar swadaya Syamsul hidayat, S. S and Hutapea, J.R, 1991, Inventaris Tanaman Obat Indonesia, edisi kedua, Departemen Kesehatan RI, Jakarta

Downloads

Published

07-02-2026

How to Cite

Yurizka, P. ., Romy, W. ., & Yuyun, B. . (2026). Efektivitas Daun Sukun Secara Tradisional Untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Ringan Pada Kulit Di Desa Rambah Tengah Utara. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 6(1), 9847–9854. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8260

Issue

Section

Articles