Gambaran Dukungan Keluarga Pada Pasien Skizofernia Di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8231Keywords:
Dukungan Keluarga, Skizofrenia, KekambuhanAbstract
Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan serius yang menjadi tantangan utama pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia dengan prevalensi nasional mencapai 7 per 1.000 rumah tangga dan tingkat kekambuhan meningkat dari 28,0% pada tahun 2018 menjadi 54,0% pada tahun 2020. Dukungan keluarga berperan krusial dalam mencegah kekambuhan dan mendukung proses pemulihan pasien skizofrenia, namun data menunjukkan hanya 51,1% pasien yang konsisten mengonsumsi obat akibat kurangnya dukungan keluarga yang optimal. Di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan tercatat 1.594 pasien skizofrenia dalam setahun dengan indikasi dukungan keluarga yang belum maksimal mencakup kurangnya perhatian emosional, minimnya pencarian informasi kesehatan, keterbatasan finansial, dan kurangnya empati terhadap pasien. Dukungan keluarga yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko kekambuhan, menurunkan kepatuhan pengobatan, memperburuk fungsi sosial pasien, dan menurunkan kualitas hidup pasien skizofrenia secara keseluruhan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran dukungan keluarga pada pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan tahun 2025 berdasarkan empat dimensi dukungan yaitu dukungan penilaian, dukungan informasional, dukungan instrumental, dan dukungan emosional untuk memberikan informasi penting bagi pengembangan strategi peningkatan kualitas dukungan keluarga dan pencegahan kekambuhan.
Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Populasi penelitian adalah 133 pasien skizofrenia yang berobat di Poliklinik periode tahun 2025, dengan sampel sebanyak 57 responden keluarga pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga terdiri dari 19 pernyataan dengan skala Likert dan kategorisasi skor baik, cukup, dan kurang. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif univariat.
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memberikan dukungan keluarga kategori baik sebesar 70,2% dan kategori cukup 29,8%. Berdasarkan dimensi dukungan, dukungan instrumental menunjukkan persentase tertinggi kategori baik 84,2%, diikuti dukungan penilaian 70,1%, dukungan emosional 68,4%, dan dukungan informasional 65,0%. Karakteristik demografi menunjukkan mayoritas responden berusia dewasa 93,0%, berjenis kelamin perempuan 68,4%, berpendidikan SMA 50,9%, dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga 31,4%.
Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa dukungan keluarga pada pasien skizofrenia sudah cukup optimal namun masih perlu ditingkatkan melalui edukasi berkelanjutan dari tenaga kesehatan untuk mengoptimalkan pencegahan kekambuhan dan kualitas hidup pasien jangka panjang
References
Abdullah. (2022). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kekambuhan Pasien Skizofrenia. Jurnal Keperawatan Jiwa.
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th ed.). Arlington, VA: American Psychiatric Publishing.
Amidos, et al. (2020). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Skizofrenia. Jurnal Kesehatan Mental.
Feri Agus & Triyani. (2019). Hubungan Dukungan Penilaian Keluarga dengan Pencegahan Kekambuhan Pasien Skizofrenia. Jurnal Keperawatan Kesehatan Jiwa.
Friedman. (2010). Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Riset, Teori, dan Praktik (5th ed.). Jakarta: EGC.
Hassan, et al. (2020). Socioeconomic Factors and Relapse in Schizophrenia Patients in Bangladesh. International Journal of Mental Health.
House, J. S. (1981). Work Stress and Social Support. Reading, MA: Addison-Wesley.
Kesehatan, et al. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gangguan Jiwa. Jurnal Ilmu Kesehatan.
Marbun, Nasution & Daulay. (2024). Skizofrenia sebagai Tantangan Pelayanan Kesehatan Jiwa di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia.
Nasution & Pandiangan. (2019). Gambaran Dukungan Keluarga terhadap Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa. Jurnal Keperawatan Jiwa Indonesia.
Nining Ernia & Diah Indriastuti. (2020). Hubungan Dukungan Instrumental Keluarga dengan Kepatuhan Kontrol Pasien Skizofrenia. Jurnal Keperawatan Komunitas.
Nursalam. (2020). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis (4th ed.). Jakarta: Salemba Medika.
Oktamilia, Ifna. (2021). Kuesioner Dukungan Keluarga pada Pasien Skizofrenia. Instrumen Penelitian Keperawatan.
Pardede, Silitonga & Laia. (2020). Karakteristik Gangguan Skizofrenia dan Dampaknya terhadap Fungsi Kognitif. Jurnal Keperawatan Jiwa dan Psikososial.
Pothimas, et al. (2020). Factors Related to Relapse in Schizophrenia Patients: Duration of Mental Disorder, Treatment Adherence, and Family Support. Asian Journal of Psychiatry.
Prsityantama & Ranimpi. (2020). Tingkat Kekambuhan dan Prognosis Pasien Skizofrenia Pasca Perawatan di Rumah Sakit. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia.
Quardona & Agustina. (2019). Pengaruh Dukungan Emosional Keluarga terhadap Interaksi Sosial Pasien Skizofrenia. Jurnal Keperawatan Mental.
Renylda, Mj & Marinda. (2022). Strategi Coping Keluarga dalam Merawat Pasien Skizofrenia: Adaptif dan Maladaptif. Jurnal Keperawatan Keluarga.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Samudro & Mustaqim. (2020). Manifestasi Klinis dan Perilaku Aneh pada Pasien Skizofrenia. Jurnal Kedokteran Jiwa.
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2011). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions (7th ed.). New York: John Wiley & Sons.
Sari. (2024). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Pencegahan Kekambuhan Pasien Skizofrenia. Jurnal Keperawatan Kesehatan Mental.
Sari & Fina. (2020). Peran Dukungan Informasional Keluarga dalam Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Pasien Skizofrenia. Jurnal Keperawatan Indonesia.
Sarwin & Gobel. (2023). Faktor Genetik dan Lingkungan pada Kejadian Skizofrenia. Jurnal Kesehatan Mental Masyarakat.
Siagian, Siboro, & Julyanti. (2022). Analisis Dukungan Keluarga terhadap Kepatuhan Pengobatan Pasien Skizofrenia. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa.
Siallagan, Ance & Girsang, Imelda. (2023). Survei Awal Dukungan Keluarga Pasien Skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan. Laporan Penelitian Pendahuluan.
Simbolon, Sitompul & Hutasoit. (2021). Efektivitas Pengobatan Antipsikotik dalam Menurunkan Tingkat Kekambuhan Skizofrenia. Jurnal Farmasi Klinis Indonesia.
Sjahriani, Sri. (2023). Pengolahan dan Analisis Data Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rajawali Pers.
Syisnawati, Musdalifah & Maulinda. (2023). Peran Keluarga dalam Pencegahan Kekambuhan Pasien Skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit. Jurnal Keperawatan Komunitas dan Keluarga.
Tanjung, Neherta & Sarfika. (2022). Tren Peningkatan Kekambuhan Pasien Skizofrenia Tahun 2018-2020. Jurnal Kesehatan Mental Indonesia.
Taylor, S. E. (2015). Health Psychology (9th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Welden & Olfson. (2022). Differential Diagnosis of Psychotic Disorders: Clinical and Neurological Perspectives. American Journal of Psychiatry.
World Health Organization (WHO). (2022). Schizophrenia: Fact Sheet. Geneva: World Health Organization.
Yakin, Andriani, & Haslinda. (2024). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Skizofrenia. Jurnal Keperawatan Kesehatan Jiwa Terpadu.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rusmauli Lumban Gaol, Indra Hizkia P, Echa Angelicha Ginting

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





