Gambaran Dukungan Suami Dalam Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi 0-6 Bulan Di Puskesmas Glugur Darat Kecamatan Medan Timur Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8230Keywords:
Dukungan Suami, ASI Eksklusif, Bayi 0-6 BulanAbstract
Air susu ibu eksklusif merupakan nutrisi esensial untuk bayi usia 0-6 bulan yang sangat krusial dalam mendukung tumbuh kembang optimal pada 1000 hari pertama kehidupan. Data WHO tahun 2022 menunjukkan hanya 44% bayi menerima ASI eksklusif secara global, sementara di Indonesia berdasarkan RISKESDAS 2021 tercatat 52,5% bayi mendapat ASI eksklusif. Provinsi Sumatera Utara mengalami penurunan cakupan dari 57,83% tahun 2021 menjadi 57,71% tahun 2022. Dukungan suami merupakan faktor eksternal paling signifikan mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif karena berdampak pada kondisi emosi ibu yang secara tidak langsung mempengaruhi 80% produksi ASI melalui hormon oksitosin. Penelitian sebelumnya menunjukkan 56,8%-60,4% ibu tidak mendapatkan dukungan suami akibat kurangnya pengetahuan, persepsi negatif terhadap menyusui, dan budaya patriarki. Di Puskesmas Glugur Darat Kecamatan Medan Timur terdapat 234 ibu dengan bayi usia 6-24 bulan periode Januari-Juli 2024, namun belum ada data spesifik mengenai gambaran dukungan suami dalam pemberian ASI eksklusif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran dukungan suami dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Puskesmas Glugur Darat Kecamatan Medan Timur tahun 2024 untuk memberikan informasi penting bagi pengembangan strategi peningkatan keberhasilan program ASI eksklusif melalui optimalisasi peran suami.
Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Populasi penelitian adalah 234 ibu dengan bayi usia 6-24 bulan, dengan sampel sebanyak 105 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan suami terdiri dari 24 pernyataan mencakup lima dimensi: pengetahuan, bantuan, apresiasi, kehadiran, dan responsivitas dengan skala Likert dan kategorisasi tinggi, sedang, dan rendah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif univariat.
Hasil penelitian menunjukkan dukungan suami berada pada kategori sangat tinggi di seluruh dimensi dengan rincian: kehadiran 92,4%, responsivitas 91,4%, apresiasi 89,5%, bantuan 88,6%, dan pengetahuan 81,0%. Karakteristik demografi menunjukkan mayoritas ibu berusia 20-44 tahun (95,2%), berpendidikan SMA/SMK (61,9%), tidak bekerja (71,4%), dengan suami berusia 20-44 tahun (95,2%), berpendidikan SMA/STM (56,2%), bekerja (96,2%), dan tinggal dalam keluarga inti (63,8%). Seluruh responden (100%) berhasil memberikan ASI eksklusif.
Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa dukungan suami sangat tinggi di Puskesmas Glugur Darat berkontribusi signifikan terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif, sehingga diperlukan program penyuluhan berkelanjutan untuk mempertahankan dan meningkatkan dukungan suami melalui edukasi pentingnya peran aktif suami, penguatan komunikasi keluarga, dan integrasi keterlibatan suami dalam setiap program kesehatan ibu dan anak.
References
Annisa, R. (2023). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif di Sumatera Utara. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Ayini, N., Rahmawati, D., & Susanti, E. (2023). Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan dalam Tumbuh Kembang Anak. Jurnal Gizi dan Kesehatan Anak, 15(2), 45-56.
Badan Pusat Statistik. (2022). Persentase Bayi Usia Kurang dari 6 Bulan yang Mendapatkan ASI Eksklusif Menurut Provinsi 2021-2022. Jakarta: BPS.
Dyah, S. (2018). Hubungan Dukungan Suami dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 12(3), 167-175.
Helfiva, R., Fitri, L., & Halifah, N. (2022). Peran Budaya dalam Dukungan Suami terhadap Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Antropologi Kesehatan, 8(1), 23-34.
Ifadah, R., Hani Azzakha, M., & Arydzaki, F. (2023). Prioritas ASI Eksklusif untuk Masa Pertumbuhan Emas Bayi. Jurnal Maternal dan Neonatal, 10(2), 89-98.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman Kesehatan Reproduksi dan Program Keluarga Berencana. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Jakarta: Kemenkes RI.
Lutfiana, A., & Masrikhiyah, R. (2019). Persepsi Suami tentang Menyusui dan Dampaknya terhadap Dukungan ASI Eksklusif. Jurnal Psikologi Keluarga, 6(4), 212-223.
Muchsin, H. (2024). Dampak Pemberian ASI Eksklusif terhadap Kesehatan Bayi. Jurnal Pediatri Indonesia, 18(1), 45-57.
Nurhapipa, S. (2023). Analisis Dukungan Sosial Suami dalam Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Kesehatan Keluarga, 11(3), 156-167.
Nursalam. (2020). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis (Edisi 5). Jakarta: Salemba Medika.
Polit, D. F., & Beck, C. T. (2012). Nursing Research: Generating and Assessing Evidence for Nursing Practice (9th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins.
Rahmawati, A., & Prayogi, B. (2017). Pengaruh Tingkat Pendidikan Ibu terhadap Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 5(2), 78-89.
Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). (2021). Laporan Nasional Riskesdas 2021. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Sasa, M., Sinaga, T., & Dodo, R. (2024). Dukungan Emosional Suami dalam Mengatasi Masalah Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Kebidanan Komunitas, 13(1), 34-45.
Silaen, P., Novayelinda, R. S., & Zuhkhra, R. (2023). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif: Peran Dukungan Keluarga dan Petugas Kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(2), 123-135.
Sirait, M., Agrina, L., & Sari, N. P. (2023). Dimensi Dukungan Suami dalam Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Ners Indonesia, 17(3), 189-201.
Suryani, L., Khairani, M., & Hendriyani, R. (2022). Peran Suami dalam Mendukung Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 9(4), 245-256.
Trimurdiani, W., Setyaningrum, D., & Widiastuti, P. (2023). Kebutuhan Nutrisi Bayi Usia 6-12 Bulan dan Peran ASI Eksklusif. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 19(3), 112-124.
Trisnawati, Y., & Widyastutik, O. (2018). Dukungan Suami sebagai Faktor Penentu Keberhasilan Menyusui. Jurnal Maternal dan Anak, 7(2), 98-109.
Wahyuni, S. (2020). Hubungan Dukungan Suami dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(1), 67-78.
World Health Organization (WHO). (2022). Global Breastfeeding Scorecard 2022: Enabling Women to Breastfeed Through Better Policies and Programmes. Geneva: WHO.
Wulandari, S. R., & Handayani, S. (2011). Hubungan antara Status Pekerjaan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 8(2), 75-84.
Yuliana, E., Murdiningsih, S., & Indriani, D. (2022). Pengaruh Dukungan Suami terhadap Produksi ASI: Perspektif Fisiologis dan Psikologis. Jurnal Kesehatan Ibu, 10(3), 178-189.
Yustina, I., Pratiwi, R., & Anggraini, D. (2023). Evaluasi Pencapaian Target ASI Eksklusif di Indonesia. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 12(4), 201-212.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Helinida Saragih, Amnita Ginting, Rahel Ragil Sutrisno

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







