Hubungan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dengan Perilaku Seksual Remaja Pada Siswa–Siswi Kelas XII SMA Negeri 2 Kefamenanu
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8189Keywords:
Keluarga Sakinah, Pasangan Suami Istri Karir, Perspektif Hukum IslamAbstract
Remaja merupakan kelompok usia transisi menuju dewasa yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko apabila tidak memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi yang memadai. Kurangnya pemahaman mengenai anatomi reproduksi, kontrasepsi, dan Infeksi Menular Seksual (IMS) dapat memengaruhi perilaku seksual remaja. SMA Negeri 2 Kefamenanu menjadi lokasi penelitian untuk menilai hubungan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dan perilaku seksual remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja pada siswa- siswi kelas XII SMA Negeri 2 Kefamenanu. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross- sectional. Sampel terdiri dari 257 siswa-siswi kelas XII yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi tinggi (89,9%). Sebanyak 84,4% responden memiliki perilaku seksual tidak berisiko. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p < 0,001, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja. penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja. Semakin tinggi pengetahuan kesehatan reproduksi, semakin rendah kecenderungan remaja melakukan perilaku seksual berisiko. Oleh karena itu, edukasi kesehatan reproduksi perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.
References
World Health Organization. Working for a brighter, healthier future: How WHO improves health and promotes well-being for the world’s adolescents. 2nd ed. 2024.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak. 2014.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Badan Pusat Statistik, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, USAID. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2007. 2012.
Ariska A, Yuliana N. Hubungan tingkat pengetahuan remaja tentangkesehatan reproduksi dengan sikap terhadap perilaku seksual pranikah di SMP N 2 Jatipuro. J Stethosc. 2021;1(2):138–44.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. 2012.
Hariningsih W, Sinaga S, Pereira SM, Kurnianto A. The correlation between knowledge level with adolescent’s behaviors about free sex based on reproductive health law regulations in SMA R Bandung. J Vocat Nurs. 2022;3(1):37–41.
Syafitriani D, Trihandini I, Irfandi J. Determinan perilaku seks pranikah pada remaja (15–24 tahun) di Indonesia (Analisis SDKI 2017). J Kesehat Komunitas. 2022;8(2):205–18.
Simak VF, Kristamuliana K, Sekeon CG. Perilaku seksual berisiko serta kaitannya dengan keyakinan diri remaja untuk mencegah: Studi deskriptif. J Kesehat Reproduksi. 2022;9(1):19.
Mbaloto FR, Purwaningsih DF, HS M. Penyuluhan kesehatan tentang seks bebas pada remaja SMP Negeri 4 Sigi. JAbdidas. 2020;1(4):228–33.
Soeroso S. Masalah kesehatan remaja. Sari Pediatr. 2016;3(3):189.
Batubara JR. Adolescent development (perkembangan remaja). Sari Pediatr. 2016;12(1):21.
Peper JS, Dahl RE. The teenage brain: Surging hormones–brain–behavior interactions during puberty. Curr DirPsychol Sci. 2013;22(2):134–9.
Munindar PS. Health Care. Vol. 30. Health Care Collector; 2016. p. 10–11.
Srivastava A, Hall WJ, Krueger EA, Goldbach JT. Sexual identity fluidity, identity management stress, and depression among sexual minority adolescents. Front Psychol. 2023;13:1–11.
Widodo SF, Putri SA. Faktor perilaku krisis identitas kalangan remaja. 2025;6(1):1046–55.
Astutik W, Keliat BA, Putri YSE. Pemberdayaan masyarakat dalam perkembangan identitas diri. J Keperawatan Jiwa. 2019;7(3).
Suryana E, Hasdikurniati AI, Harmayanti AA, Harto K. Perkembangan remaja awal, menengah dan implikasinya terhadap pendidikan. J Ilm Mandala Educ. 2022;8(3):1917–28.
Sholin A, Nasution A, Fitrah A, Nazhira N, Syafitri NI. Periodisasi masa remaja dan ciri khasnya: Pubertas, remaja awal dan remaja akhir. Madani J Ilm Multidisipline. 2024;2(5):24–31.
Goswami P, Parekh V. The impact of screen time on child and adolescent evelopment: a review. Int J Contemp Pediatr. 2023;10(7):1161–5.
Sulistyoningsih H, Fitriani S. Upaya peningkatan perilaku kesehatan reproduksi remaja putri di STIKES Respati. J Abdimas Kesehat Tasikmalaya. 2021;1(3):21–4.
Emilda S. Analisis kesehatan reproduksi pada remaja. J Kesehat dan Pembang. 2021;11(21):93–101.
Galbinur E, Defitra MA, Venny. Pentingnya pengetahuan kesehatan reproduksi bagi remaja. Pros SEMNAS BIO. 2021;221–8.
Jusuf EC, Aman A, Syahrir S, Idrus A, Mappaware NA, Chalid MT, et al. Efforts to improve adolescent reproductive health knowledge. J Din Pengabdi. 2023;8 (2):293–300.
Azizah N. Fisiologi Sistem Reproduksi. Cetakan 1. Yayasan Kita Menulis; 2023.
Putz R, Pabs R. Sobotta Atlas of Human Anatomy. Vol. 2: Trunk, Viscera, Lower Limb. 14th ed. Elsevier GmbH; 2006.
Littik SKA, Manongga SP, Ndoen EM, Elim RV, Ledo JPD. Peningkatan pengetahuan dan praktek kebersihan diri saat menstruasi siswi sekolah menengah pertama. PengabdianMu J Ilm Pengabdi Kpd Masy. 2023;8(1):65–72.
MTs Bustanul Ulum. The importance of personal hygiene for adolescent females to improve reproductive health at MTs Bustanul Malang. 2024.
Nugrahaningtyas J, Utami W, Astuti T. Literature review: Personal hygiene genitalia and adolescent reproductive health. 2025;13(1).
Utami FP, Ayu SM. Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Remaja. 2018.
Novendra A, Widodo YH. Perilaku seksual siswa sebuah sekolah menengah pertama di Yogyakarta. Solut J Couns Pers Dev. 2022;4(2):1–10.
Saputra MY, Cahyo AK. Gambaran perilaku seksual pranikah pada mahasiswa pelaku seks pranikah di Universitas X Semarang. J Kesehat Masy. 2012.
Sartika SD. Faktor-faktor yang memengaruhi seks bebas pada pelajar. J Ilm Mns dan Kesehat. 2023;6:509–14.
Pebrianti SM. Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku seksual. J Kebidanan Vokasional. 2021;6:24–33.
Kiross GT, Chojenta C, Barker D, Tiruye TY, Loxton D. The effect of maternal education on infant mortality in Ethiopia:A systematic review and meta-analysis. PLoS One. 2019;14(7):1–12.
Wahani SMP, Umboh JML, LT. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja. J Surya Med. 2022;8(1):194–9.
Ba A. Assessment of the impact of level of maternal education on maternal deaths in Eastern Region of Ghana: A human rights-based approach. Postgrad Med J Ghana. 2022;11(1).
Asriana S, Al Farizi S, Ferdinandus ED. Level of education and economy on maternal death in Kolaka District, Southeast Sulawesi Province: A study of maternal perinatal audit in Indonesia. World J Adv Res Rev. 2024;22(3):2089–92.
Wawan. Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ni Wayan Ruci Radha Ningsih, Gottfrieda Patiencia Taeng-Ob Adang, Halena Meldy Asa , Arley Sadra Telussa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







