Penerapan Terapi Acceptance And Commitment Therapy (ACT) Dalam Mengelola Emosi Negatif Pada Ibu Yang Mengalami Empty Nest Syndrome

Authors

  • Salsabil Nasha Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Kusnadi Kusnadi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Bela Janare Putra Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.814

Keywords:

Acceptance and Commitment Therapy (ACT), , emosi negatif, Empty Nest Syndrome

Abstract

   

Empty Nest Syndrome (ENS) adalah kondisi psikologis yang sering dialami oleh ibu ketika anak-anak mulai mandiri dan meninggalkan rumah, yang dapat memicu munculnya emosi negatif seperti kesepian, kehilangan, dan kebingungan peran. Emosi negatif yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam mengelola emosi negatif pada ibu yang mengalami ENS. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang ibu berusia 50 tahun yang menunjukkan gejala ENS setelah anak-anaknya menikah dan meninggalkan rumah. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data dilakukan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui empat sesi terapi ACT, subjek mampu mengenali dan menerima emosi negatif yang dirasakannya tanpa menghindar, serta mulai memahami nilai-nilai hidup yang penting baginya. Subjek juga menunjukkan peningkatan fleksibilitas psikologis dan mulai membangun kembali aktivitas bermakna yang sesuai dengan nilai-nilainya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan Acceptance and Commitment Therapy (ACT) efektif dalam membantu ibu mengelola emosi negatif akibat Empty Nest Syndrome, serta mendorong individu untuk menerima pengalaman hidup secara utuh dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna sesuai dengan nilai-nilai pribadi.

References

Angela, I., & Tondok, M. S. (2021). Efektivitas Penerapan Acceptance and Commitment Therapy (ACT): Sebuah Tinjauan Sistematis. Jurnal Psikogenesis, 9(2), 172-185.

Aryani, R. K. (2019). Empty Nest Syndrome pada Wanita Dewasa Madya (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

arker, K., & Wang, W. (2013). The Boomerang Generation: Feeling OK About Leaving Home. Pew Research Center. https://www.pewresearch.org

Baihaqi, A. (2005). Psikiatri (Konsep dan Gangguan-gangguan). Refika Aditama.

“Bab III Deskripsi Wilayah Penelitian Sejarah Kelurahan Lorok Pakjo,” repository UIN Raden Fatah Palembang.

Dimas Assyakurrohim and others, ‘Case Study Method in Qualitative Research’ , Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer , 3.01 (2022), pp. 1-9.

Elita, Y., Sholihah, A., & Sahiel, S. (2017). Acceptance and commitment therapy (ACT) bagi penderita gangguan stress pasca bencana. Jurnal Konseling dan pendidikan, 5(2), 97-101.

Empty nest syndrome. (2025, Februari 13). Wikipedia. Diakses dari https://en.wikipedia.org/wiki/Empty_nest_syndrome

Freud, S. (1920). Beyond the Pleasure Principle. Terjemahan oleh James Strachey. The Standard Edition of the Complete Psychological Works of Sigmund Freud, Volume XVIII (1920-1922): Beyond the Pleasure Principle, Group Psychology and Other Works.

Gross, J. J. (2014). Emotion regulation: Conceptual and practical issues. In J. J. Gross (Ed.), Handbook of emotion regulation (2nd ed., pp. 3–20). Guilford Press.

Hayes, S. C., Strosahl, K. D., & Wilson, K. G. (1999). Acceptance and Commitment Therapy: An Experiential Approach to Behavior Change. The Guilford Press.

Hartati, D., Sulasmi, E., & Dongoran, F. R. (2024). Manajemen Pembiayaan Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SMP Negeri (Studi Kasus Di SMP Negeri 3 Gunung Meriah Aceh Singkil). BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology), 7(1), 1171-1177.

Herdiansyah, Metodologi Penelitian Kualitataif: Untuk Ilmu-Ilmu Sosial (Jakarta: Salemba Humanika, 2010). h,9

Indonesia, S. T. E. I. (2017). 3.1. Bab III Metoda Penelitian, hal. 1-9.

Joseph, M. C. (2017). Penerapan terapi penerimaan dan komitmen untuk mengurangi kecemasan pada narapidana menjelang pembebasan bersyarat di lapas X. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 1(2), 239-247.

Maulia, E., Novitayani, S., & Dineva, F. (2022). ACCEPTANCE AND COMMITMENT THERAPY PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN: SUATU STUDI KASUS. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan, 6(2).

Mahendra, G., Ruaidah, R., & Husna, M. T. (2023). Empty Nest Syndrome pada Dewasa Madya Ditinjau dari Kecerdasan Spiritual. Al-Qalb: Jurnal Psikologi Islam, 14(2), 122-127.

Milya Sari, & Asmendri. (2018). Penelitian kepustakaan (library research) dalam penelitian pendidikan IPA. Penelitian Kepustakaan (Library Research) dalam Penelitian Pendidikan IPA, 2(1), 15. https://ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/naturalscience/article/view/1555/1159

Noraini, N., Putri, Y. S. E., & Panjaitan, R. U. (2023). Efektivitas Acceptance and Commitment Therapy (ACT) dalam Mengatasi Depresi dan Kecemasan Serta Meningkatkan Kualitas Hidup. Journal of Telenursing (JOTING), 5(2), 3823-3833.

Shadily, H. (1993). Ensiklopedi Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.

Sulha, A. A., Aniqunnahik, M., & Nihayah, U. (2024). SELF ACCEPTANCE SEBAGAI SOLUSI EMPTY NEST SYNDROME PADA LANSIA. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 6(1), 22-32.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2017), h.137

Solihat, Widya Syayidatus. Peranan Kesepian dan Distres Psikologis terhadap Kepuasan Hidup pada Ayah yang Berada di Periode Empty Nest Serta Tinjauannya dalam Islam (Diploma thesis, Universitas YARSI, 2017) hal 1-7

Triantoro Safaria, Manajemen Emosi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hlm 13

Pratama, A., & Aprilia, T. KECENDERUNGAN EMPTY NEST SYNDROME PADA LANSIA YANG MEMILIKI ANAK TUNGGAL.

Wawancara dengan Klien “P” dan Klien Pendukung “O” bertempat di kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat I RT. 01 RW. 01 Palembang 12 Maret 2025.

Wawancara dengan Klien “P” dan Klien Pendukung “O” bertempat di kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat I RT. 01 RW. 01 Palembang 15 Maret 2025.

Wawancara dengan Klien “P” dan Klien Pendukung “O” bertempat di kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat I RT. 01 RW. 01 Palembang 19 Maret 2025.

Wawancara dengan Klien “P” dan Klien Pendukung “O” bertempat di kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat I RT. 01 RW. 01 Palembang 22 Maret 2025.

Yanuar, A. R., & Nency, O. (2024). PENGARUH ACCEPTANCE AND COMMITMENT THERAPY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KORBAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI UPTD PPA KAB. LEBAK. Jurnal JKFT, 9(1), 48-54.

Downloads

Published

01-06-2025

How to Cite

Nasha, S., Kusnadi, K., & Putra, B. J. (2025). Penerapan Terapi Acceptance And Commitment Therapy (ACT) Dalam Mengelola Emosi Negatif Pada Ibu Yang Mengalami Empty Nest Syndrome. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 4634–4643. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.814

Issue

Section

Articles