Pengenalan Konsep Lingkungan Sekolah Untuk Meningkatkan Pemahaman Anak Usia Dini

Authors

  • Jasmiati Jasmiati Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Ayu Ayu Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Eny Pharamita Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Sukmawati Sukmawati Universitas Muhammadiyah Parepare
  • Canni Canni Universitas Muhammadiyah Parepare

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8139

Keywords:

Lingkungan Sekolah, Anak Usia Dini, PAUD, Pembelajaran Kontekstual, Pendidikan Lingkungan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengenalan konsep Lingkungan sekolah terhadap pemahaman anak usia dini (4-6 tahun). Lingkungan merupakan aspek fundamental dalam perkembangan kognitif dan sosial anak. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 30 anak Di RA Inang Matutu Kabupaten Soppeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan sekolah secara sistematis dapat meningkatkan pemahaman anak tentang ruang, fungsi tempat, tanggung jawab terhadap lingkungan, dan keterampilan sosial sebesar 78%. Anak-anak yang mendapat pembelajaran kontekstual tentang lingkungan menunjukkan kemampuan lebih baik dalam mengenali, menyebutkan, dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Pembelajaran berbasis lingkungan juga meningkatkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab anak terhadap ruang di sekitar mereka. Disarankan agar pendidik PAUD mengintegrasikan pembelajaran lingkungan dalam kurikulum harian dengan metode bermain, observasi langsung, dan praktik nyata.

References

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Dewey, J. (1938). Experience and education. New York: Macmillan.

Gardner, H. (1983). Frames of mind: The theory of multiple intelligences. New York: Basic Books.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Kemendikbud.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Morrison, G. S. (2012). Early childhood education today (12th ed.). Boston: Pearson Education.

Piaget, J. (1952). The origins of intelligence in children. New York: International Universities Press.

Santrock, J. W. (2011). Life-span development (13th ed.). New York: McGraw-Hill.

Seefeldt, C., & Wasik, B. A. (2008). Pendidikan anak usia dini: Menyiapkan anak usia tiga, empat, dan lima tahun masuk sekolah. Jakarta: Indeks.

Sujiono, Y. N. (2013). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Jakarta: Indeks.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Wilson, R. A. (2008). Nature and young children: Encouraging creative play and learning in natural environments. New York: Routledge.

Downloads

Published

08-02-2026

How to Cite

Jasmiati, J., Ayu, A., Pharamita, E. ., Sukmawati, S., & Canni, C. (2026). Pengenalan Konsep Lingkungan Sekolah Untuk Meningkatkan Pemahaman Anak Usia Dini. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 9938–9943. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8139

Issue

Section

Articles