Analisis Rujukan Pasien Non-Spesialistik Puskesmas Bilogai Kabupaten Intan Jaya Ke RSUD Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.813Keywords:
sistem rujukan, puskesmas, rujukan non-spesialistik, tenaga kesehatan, Kabupaten Intan JayaAbstract
Sistem rujukan berjenjang merupakan pilar penting dalam menjamin kesinambungan pelayanan kesehatan yang efisien dan merata, terutama di daerah dengan keterbatasan fasilitas seperti Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rujukan pasien non-spesialistik dari Puskesmas Bilogai ke RSUD Kabupaten Nabire. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2025 di Puskesmas Bilogai, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap enam informan yang terdiri dari tenaga medis dan pejabat kesehatan terkait, serta telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara kuantitatif jumlah tenaga kesehatan telah memenuhi standar, namun terdapat ketimpangan dalam komposisi jenis profesi, seperti ketiadaan tenaga dokter keluarga, bidan, dan psikolog klinis. Keterbatasan sarana dan alat kesehatan, seperti alat diagnostik dan obat-obatan sesuai formularium nasional, juga menjadi pendorong utama rujukan. Kompleksitas kasus pasien, seperti kondisi gawat darurat dan kebutuhan diagnosis lanjutan, tidak dapat ditangani di tingkat puskesmas karena keterbatasan fasilitas. Selain itu, kebijakan anggaran yang belum optimal, ditambah dengan kondisi keamanan yang tidak stabil, turut menjadi penghambat efektifnya sistem rujukan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan komposisi tenaga kesehatan, penyediaan fasilitas medis esensial, dan alokasi anggaran yang tepat untuk mendukung layanan kesehatan primer di daerah tertinggal.
References
Addinni, R. (2023). Efektivitas sistem rujukan berjenjang dalam pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 11(2), 87–96.
Ali, M. (2014). Ketersediaan Fasilitas Alat Kesehatan di Puskesmas Siko dan Puskesmas Kalumata.
Aras, R., & Utami, R. (2017). Permasalahan rujukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Jurnal Aafiyah Health Research, 1(1), 1–10.
Asmara, I. M. A. P., Saimi, F. D. A. P., & Swandayana, P. G. W. (2024). Analisis Hubungan Kemampuan Pelayanan Kesehatan dengan Rate Rujukan Puskesmas di Wilayah Kerja BPJS Kesehatan Cabang Mataram Tahun 2024. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 12(1), 317–329.
Aurora, R. (2019). Geographic barriers to health services in remote Papua. Indonesian Journal of Public Health, 14(3), 235–242.
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua. (2024). Kabupaten Intan Jaya dalam angka 2024. BPS Papua.
Bathari, N. (2022). Hubungan ketersediaan obat dengan rujukan non-spesialistik di FKTP. Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional, 10(2), 45–53.
Donabedian, A. (1980). Explorations in quality assessment and monitoring. Volume I: The definition of quality and approaches to its assessment. Health Administration Press.
Firdiah, M. R., Sriatmi, A., & Fatmasari, E. Y. (2017). Analisis pelaksanaan rujukan rawat jalan tingkat pertama pada peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (Studi kasus di Puskesmas Neglasari Kota Tangerang). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(3), 19–26.
Firdiah, R. (2017). Ketersediaan Obat di Puskesmas Neglasari Kota Tangerang.
Fitriyani, N., Wulandari, Y., & Sari, R. (2023). Pengaruh ketersediaan tenaga kesehatan terhadap kualitas pelayanan di puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(1), 55–62.
Gilson, L., & Mills, A. (1995). Health sector reforms in sub-Saharan Africa: Lessons of the last 10 years. Health Policy, 32(1–3), 215–243.
Green, L. A. (2018). The importance of diagnostic technology in primary care. Journal of Primary Health Care, 10(2), 101–103.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (1991). Health promotion planning: An educational and environmental approach (2nd ed.). Mayfield Publishing Company.
Hsiao, W. C. (2007). Why is a Systemic View of Health Financing Necessary? Health Affairs, 26(4), 950–961.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman sistem rujukan pelayanan kesehatan perorangan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Permenkes No. 16 Tahun 2024 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perseorangan.
Lestari, E. W., Yusuf, A., & Damanik, M. (2022). Tenaga kesehatan di wilayah 3T: Distribusi, retensi, dan tantangan kebijakan. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 11(3), 203–212.
Magfirah, F., Ap, S., & Hamzah, A. (2024). Pemahaman tenaga kesehatan terhadap sistem rujukan dan implementasinya di puskesmas wilayah tertinggal. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 20(1), 45–52.
Manila, R. L., & Sarto. (2017). Evaluasi sistem pengelolaan limbah medis Puskesmas di wilayah Kabupaten Bantul. Berita Kedokteran Masyarakat, 33(3), 123–130.
McClelland, D. C. (1973). Testing for competence rather than for "intelligence". American Psychologist, 28(1), 1–14.
Nugraha, R., & Suryawati, S. (2019). Factors influencing patient referrals from primary to secondary care in Indonesia. International Journal of Health Planning and Management, 34(4), e1681–e1690.
Permana, D., Ramdani, D., & Adiputra, Y. (2020). Analisis pemenuhan standar pelayanan puskesmas di daerah tertinggal. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 8(2), 45–52.
Permata, D. A., et al. (2020). Hubungan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Puskesmas terhadap Tingginya Angka Rujukan di Puskesmas.
Prasetya, A., & Hadi, S. (2022). Digitalisasi sistem rujukan untuk efisiensi pelayanan kesehatan. Jurnal Sistem Informasi Kesehatan, 9(1), 14–21.
Profil Puskesmas Bilogai. (2024). Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya.
Rahmawati, E. (2023). Policy Strategies in the Implementation of Referral Health Service Transformation. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 3(10).
Ramadhani, L. (2017). Beban kerja dokter di layanan primer dalam program JKN. Jurnal Pelayanan Kesehatan Primer, 5(1), 12–19.
Sayuti, A., Anwary, F., & Hadi, R. (2021). Analisis faktor rujukan medis dari FKTP ke rumah sakit rujukan. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 24(3), 123–130.
Semarajana, G. (2020). Analisis sistem rujukan berjenjang di FKTP peserta JKN. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 23(1), 17–26.
Setiawan, E., & Fitriana, L. (2021). Collaboration between primary health centers and hospitals in patient referrals: A case study in remote areas. Journal of Health Policy and Management, 6(1), 45–52.
Starfield, B. (1998). Primary care: Balancing health needs, services, and technology. New York: Oxford University Press.
Suriati. (2023). Kesiapan FKTP dalam pelaksanaan sistem rujukan di daerah terpencil. Jurnal Ilmu Kesehatan, 19(2), 100–108.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Ulumiyah, L. (2018). Efisiensi sistem rujukan dalam pelayanan kesehatan. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 7(1), 55–64.
Utami, N., Wirawan, I. M. A., & Putra, P. M. (2021). Implementasi sistem informasi rujukan terpadu di puskesmas daerah tertinggal. Jurnal eGOV, 9(2), 29–36.
WHO. (2019). Delivering healthcare in conflict and post-conflict settings. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789241516826
Wibowo, Y., Nugraheni, M., & Setiawan, F. (2022). Evaluasi rujukan medis tidak sesuai indikasi di FKTP. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 10(2), 77–85.
Widyastuti, D. (2017). Keterbatasan Anggaran Pemerintah Daerah dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 123–130.
Wulandari, N. A., & Supriyadi, B. (2023). Retensi tenaga kesehatan di wilayah konflik: Studi kasus Papua. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(2), 89–97.
World Health Organization. (2010). Increasing access to health workers in remote and rural areas through improved retention: Global policy recommendations. Geneva: WHO Press.
World Health Organization. (2010). WHO model list of essential medicines: 16th list (updated March 2010). https://iris.who.int/handle/10665/70643
World Health Organization. (2014). Safe management of wastes from health-care activities.
World Health Organization. (2017). WHO essential medicines & health products annual report 2017: Towards access 2030. https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/272972/WHO-EMP-2018.01-eng.pdf
World Health Organization. (2020). Health referral systems: A summary of global best practices. WHO Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yohan Rumar, Agus Zainuri, Sarce Makaba, Novita Medyati, Septevanus Rantetoding, Yacob Ruru

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







